Prof,
 
thank u sooo much for the story. We, especially women should take a lesson from the story.
 
Attach is slightly similar story but in different situation. With all the rape cases we hear
everyday on the news, makes me wonder whether is there a safer
place to live in for women and children? but then again never forget the
power of berdoa..."Kepada Allah Kita Berserah".


A STORY TO REMEMBER: (BERTAWAKAL KEPADA ALLAH)

Munira, a young Muslim university student, was home for the summer.
She had gone to visit some sisters one evening & the time passed
quickly as each shared their various experiences of the past year. She ended up
staying longer than she had planned. Evening came & Munira had to
walk home alone but she wasn't afraid because it was a small town and she
lived only a few blocks away. As she walked along under the tall
elm trees, Munira asked Allah to keep her safe from harm & danger. When she
reached the alley, which was a short cut to her house, she decided to take
it. However, halfway down the alley, she noticed a man standing at the
end, as though he was waiting for her. She became uneasy & began to
pray, asking for Allah's protection. Instantly a comforting feeling of quietness
& security wrapped around her; she felt as though someone was walking
with her. When she reached the end of the alley, she walked right past
the man & arrived home safely.
The following day, she read in the paper that a young girl had been
raped in the same alley, just twenty minutes after she had been
there. Feeling overwhelmed by this tragedy & the fact that it could
have been her, she began to weep. Thanking the Lord for her safety
& to help this young woman, she decided to go to the police
station. She felt she could recognize the man, so she told them her story. The
police asked her if she would be willing to look at a line up to see if she
could identify him. She agreed & immediately pointed out the man
she had seen in the alley the night before.

When the man was told he had been identified, he immediately broke
down & confessed. The officer thanked Munira for her bravery & asked if there was
 anything they could do for her.  She asked if they would ask the man
one question. Munira was curious as to why he had not attacked her.
When the policeman asked him, he answered, "Because she wasn't alone.
She had two tall men walking on either side of her."
NEVER UNDERESTIMATE THE POWER OF PRAYER AND DO'A!
He, who loses money, loses much; He, who loses a friend, loses
more; He, who loses FAITH, loses ALL. May Allah guide us all to the
the truth and keep us all on the straight path.

Ameen
----- Original Message -----
Sent: Monday, April 08, 2002 3:46 PM
Subject: [RantauNet] Pemerasan -----> Please be careful

Apakah dunsanak-dunsanak atau anggota keluarga atau teman Anda pernah mengalami kasus berikut ini?? Apa yang harus dilakukan??
 
Pemerasan -----> Please be careful

Kejadian ini benar-benar menimpa teman saya yang bekerja sebagai instruktur Aerobic di hotel berbintang lima pada tanggal 11 Maret 2002, pagi hari.

Seperti biasanya teman saya (x = wanita) pulang dari bertugas mengajar dihotel berbintang lima pada jam 11:00 malam dan karena belum makan malam maka x pergi bersama-sama dengan temannya wanita ke blok M dan mampir dipenjual gudeg lesehan, setelah makan maka x berpencar dengan kendaraannya masing-masing dan karena sudah larut malam dimana x mengendarai kendaraannya sendiri maka dia melewati beberapa traffic light dikawasan blok M yang pada saat itu memang sedang hijau, namun pada terafic light terakhir x tetap menjalankan kendaraannya melewati lampu merah karena merasa takut diperas dilampu merah yang masih banyak dengan pedagang asongan dan pengamen.

Dan pada saat itu mobil patroli mengejarnya dan kemudian menyuruh x minggir.
Setelah mobil minggir, mobil patroli (yang mengaku dari mabes) itu berhenti
agak jauh dari kendaraan x (sekitar 200 meter. Kemudian x keluar dari mobilnya ingin menunjukkan SIM dan STNKnya tapi polisi-polisi tersebut (yang satu berperut gendut dan yang lain sedang dan menggunakan rompi polisi sehingga tidak dapat terbaca nama mereka) berteriak, jangan bergerak, kamu membawa senjata tajam ya!, dan yang satu menggeledah badan x dan yang satu lagi mengecek mobil x. Pada saat itu polisi yang berbadan sedang berteriak "ada shabu-shabu didalam mobil ini" dan kemudian dia bilang kepada x "kamu ikut saya kekantor polisi" dan karena merasa tidak pernah menggunakan barang tersebut dan merasa yakin bahwa dia akan diperas maka x bilang "saya tidak akan kekantor polisi karena saya tahu saya dijebak".

Akhirnya kedua polisi tersebut berembuk dan yang gemuk kembali kemobil patroli dan yang sedang duduk dikursi sebelah pengemudi dan polisi itu menyuruh x untuk mengemudikan kendaraannya.

Sewaktu menyuruh x masuk kekendaraan dia berteriak "masuk kamu atau saya tembak!!!" dan dengan ketakutan x masuk dan sewaktu masuk dia bilang "kamu punya ATM card tidak? dan teman saya mengatakan "tidak", kemudian polisi tersebut mengatakan bahwa kalau x dibawa kekantor polisi dan dibuat BAP (Berita Acara Penangkapan) karena dia memiliki shabu-shabu x harus membayar 5 juta rupiah. Terus polisi tersebut mengatakan "kamu harus beri saya yang 5 juta rupia" dan x menjawab "darimana uang sebanyak itu?" kemudian polisi bertanya "kalau begitu ini mobil siapa" x menjawab "ini mobil pinjaman pak", kemudian polisi itu bertanya lagi "kamu punya HP tidak?" dan pada saat x mau mengatakan "tidak" HPnya berdering dan teman yang baru saja pergi bersamanya mengecek apakah x sudah sampai rumah.

Akhirnya polisi tersebut mengontak komandannya yang terus mengikuti mobil x dari jarak 200 m dengan hp dan polisi tsb menyuruh x berhenti dan mengambil kunci kontak x supaya x tidak bisa melarikan diri. (BISA BAYANGKAN APABILA X MELARIKAN DIRI, SAYA RASA MEREKA AKAN MENEMBAK X DENGAN ALASAN BURONAN YANG MELARIKAN DIRI).

Selama meminta apa yang dimiliki x, x telah disuruh mengemudi mengelilingi senayan sampai 5x, gatot subroto, kuningan ditempat gelap sampai jam 2 pagi. Pada saat polisi tsb berunding dengan komandannya x dengan sigap mengambil
dompet yang tadinya disimpan dibawah jok pengemudi dan mengambil uang yang dia
bawa pada saat itu sebesar 400 ribu rupiah dan mengembalikan dompet dan hp
kebawah jok pengemudi.

Akhirnya polisi tersebut masuk lagi dan mengatakan "kalau tidak punya uang 5 juta saya kasih kamu keringanan 4 juta saja" x mengatakan "saya ini hanya guru aerobik pak dan saya juga mengajar di Polda" dan x mengatakan nama staff-staff polda yang selama ini diajarnya" tapi polisi itu berkata "siapa kamu, emangnya saya pikirin".

Akhirnya polisi itu menyuruh x menjalankan mobilnya lagi dan menunjuk arah mana jalan dan selama mengemudikan kendaraannya dia memaksa x untuk menyerahkan hp dan dompetnya, sampai akhirnya x mengatakan "pak saya hanya punya uang segini" dan memberikan kepada polisi tersebut dan setelah menerima uang tersebut polisi ini mengontak komandannya yang terus mengikuti melalui HPnya dan sepertinya mereka telah capai mencoba menguras x karena pada saat itu sudah jam 4 pagi
dan akhirnya polisi tsb menyuruh x berhenti dan polisi itu keluar dan menyuruh x pergi.

Sampai hari ini x tidak dapat memejamkan matanya untuk tidur, karena merasa trauma dengan perbuatan Polisi yang mengaku dari MABES tersebut.

COBA ANDA BAYANGKAN POLISI YANG SEHARUSNYA MELINDUNGI DAN MENGAYOMI MASYARAKAT MALAH MELAKUKAN PEMERASAN TERUTAMA PADA KAUM WANITA YANG SEHARUSNYA LEBIH DILINDUNGI. DAN APA YANG TERJADI APABILA x itu anak, istri atau pacar saudara. HAL INI SANGAT DISAYANGKAN DIMANA ORANG-ORANG SEDANG MENGGEMBAR-GEMBORKAN UNTUK MENGHAPUS KKN TAPI POLISI MALAH LEBIH GIAT LAGI MELAKUKAN KKN.

SAYA RASA HP-HP YANG MEREKA MILIKI ITU JUGA BERASAL DARI HASIL PEMERASAN MEREKA SELAMA INI.

HARAP MENYEBARKAN BERITA INI KESEMUA TEMAN-TEMAN ANDA TERUTAMA YANG WANITA AGAR TIDAK BERKENDARAAN SENDIRI DIWAKTU LARUT MALAM.

Kirim email ke