Assalamualaikum Wr.Wb.

Ronald...Uni lihat banyak ttg Minang akhir-akhir ini
Ronald menulis.Uni pikir-pikir,..daripada di
Print..enakan beli bukunya saja lagi,..boleh tahu ngak
dimana,dan bagaimana Uni mendapatkan buku tsb.Kalau
baca di Komputer,..kurang serius,..dan ngak bisa di
baca,..sambil masak,..nonton tv,..di atas mobil,..dan
sambil santai bersama Ibu-ibu,..mumpung nunggu acara
blm di mulai.Dan bacaan ini agak santai,..jadi bisa di
baca dimana,..dan kapan saja.

Tolong yang Ronald..maklum,..mau belajar ttg Minang
nih..masih sgt bodoh sekali..orang bodoh kan hrs
belajar.

Wassalam.Rahima.
--- ronal chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum Wr..Wb
> 
> NAGARI-NAGARI DI MINANGKABAU
> 
> Pengertian
> 
> Nagari adalah suatu pergaulan hidup tertentu yang
> mempunyai daerah tertentu, rakyat tertentu dan
> pemerintah tertentu. Nagari tidaklah terjadi begitu
> saja. Nagari terjadi melalui suatu urutan yang
> dimulai
> dari Taratak. Ada sebuah bidal yang mengatakan:
> 
> Taratak mulo babuek
> Sudah taratak manjadi dusun
> Sudah dusun manjadi koto
> Baru bakampuang-banagari 
>  Nagari-nagari di Minangkabau menurut
> pemerintahannya
> merupakan suatu serikat (federasi). Prinsip nagari
> adalah bebas mengurus dirinya masing-masing ke dalam
> dengan semboyan Adat Salingka Nagari. Maksudnya,
> tiap-tiap nagari berdiri dengan adatnya.
> Sesungguhnya
> cara pemakaiannya tidak sama dalam tiap-tiap nagari,
> namun sebaliknya selalu siap sedia, bersama-sama
> menghadapi soal ke luar. Bilamana dalam
> nagari-nagari
> yang berserikat itu timbul masalah, baik masalah
> sosial maupun masalah ekonomi atau politik,
> penyelesaiannya tidaklah bernafas ke luar badan,
> melainkan diselesaikan oleh nagari itu sendiri,
> sesuai
> dengan petuah adat yang berbunyi Kusuik bulu paruah
> manyalasaikan, kusuik paruah bulu manyalasaikan. 
> 
> Susunan nagari di Minangkabau bertingkat-tingkat.
> 
> Tingkat pertama adalah Suku
> Tiap nagari mempunyai beberapa suku,
> sekurang-kurangnya ada 4 suku barulah sah dikatakan
> nagari. Sesuai bidal yang mengatakan Nagari baampek
> suku dan suku dipimpin oleh Penghulu. 
> Tingkat kedua Paruik
> Adat mengatakan Suku babuah paruik. artinya,
> tiap-tiap
> suku harus ada beberapa buah paruiknya. Jika tidak
> ada
> maka suku belum memenuhi syarat. Akibatnya nagari
> belum pula boleh dibentuk. Yang dimaksud dengan
> Saparuik adalah satu kesatuan dari orang-orang, baik
> laki-laki maupun perempuan, yang mulanya berasal
> dari
> seorang ibu dalam satu angkatan (generasi). Jadi
> orang-orang yang saparuik adalah mereka yang
> bertalian
> darah dihitung menurut garis moyang asal.
> Orang saparuik dapat dibagi atas Jurai, yaitu satu
> kelompok anggota paruik yang ada dibawah Kapalo
> Jurai
> yang mempunyai hak daulat ke dalam. 
> Tingkat ketiga Kampuang
> Para keluarga dari suku tadi makin lama makin
> berkembang. Mereka yang tinggal sekelompok
> (berdekatan) mengusahakan ladang dan sawah mereka
> masing-masing. Kampung ini dipimpin oleh Tuo
> Kampuang
> atau Pangka Tuo Kampuang, yang dipilih diantara
> salah
> seorang lelaki yang tua atau yang dituakan dalam
> kampung itu.
> Hidup berkampung diikat dengan syarat sebagaimana
> tersebut dalam petitih berikut: 
> Singok bagisia,
> Halaman salalu,
> Sawah sapamatang,
> Ladang sabintalak,
> Basasok bajarami,
> Batunggua panabangan
> Bapandam pakuburan 
> Tingkat keempat adalah Rumah Gadang
> Tiap kampung terdiri dari beberapa buah Rumah
> Gadang.
> Rumah Gadang ditempati oleh suatu keluarga besar
> dari
> sabuah paruik. Rumah Gadang dipimpin oleh Tungganai,
> saudara laki-laki tertua dalam keluarga besar itu. 
> Menurut Undang-Undang Nagari di Minangkabau, sebuah
> nagari sah bila memenuhi syarat-syarat yang
> disimpulkan dalam tujuh hal:
> 
> Dusun - taratak
> maksudnya adalah lambang pemerintahan. 
> Labuah - tapian
> Labuah berarti urusan hubungan lalu lintas sebagai
> urat nadi perekonomian menurut adat.
> Tapian adalah lambang kesehatan. 
> Sawah - ladang
> Lambang pertanian. 
> Banda - buatan
> Lambang pengairan. 
>   
>  Kabau, jawi - tabek, taman-taman
> Lambang peternakan. 
> Balai - musajik
> Balai adalah lambang hukum dan mufakat.
> Sedangkan musajik adalah lambang agama. 
> Gelanggang - pamedanan
> Gelanggang adalah lambang olahraga.
> Sedangkan pamedanan adalah tempat berhimpun. 
>  
> 
> Asal Muasal Nagari
> 
> Dahulu, nagari adalah empat buah saja namanya,
> pertama
> Taratak, kedua Dusun, ketiga Koto dan keempat
> Nagari.
> Taratak berasal dari kata Tetak, dusun berasal dari
> kata susun, Koto berasal dari kata sakato dan nagari
> berasal dari kata pagar atau dipagari, yaitu
> dipagari
> dengan adat dan undang-undang.
> 
> Bermula segala nagari ini dahulunya adalah rimba
> besar
> dan barang siapa yang hendak membuat ladang atau
> mencari tempat kediamannya, maka dicarilah tempat
> yang
> baik, dan kalau sudah dapat barulah mulai menebang
> batang-batang kayu yang tumbuh ditempat itu, setelah
> itu barulah dimulai mencangkul atau menjenjang tanah
> itu.
> Pekerjaan itu yang mula-mula dinamakan tetak. Sampai
> sekarang masih digunakan, misalnya menetak kesumayan
> atau tempat menaburkan benih, menetak ladang, atau
> menetak hari (menentukan hari baik untuk
> perkawinan).
> Lama-kelamaan, sebutan itu menjadi biasa, dan tempat
> tersebut dinamakan orang Teratak sebagai tempat
> kediamannya.
> 
> Tiada berapa lama, datanglah beberapa orang membuat
> ladang atau tempat kediaman di sebelah orang yang
> pertama, dan tempat itu dinamakan Dusun, karena
> ladang
> atau tempat orang-orang itu sudah bersusun.
> 
> Selanjutnya, datang pulalah beberapa orang hendak
> tinggal disebelah-menyebelah dusun itu untuk membuat
> rumah atau ladang. karena manusia berkembang juga,
> maka tempat itu dinamakan Kampung, yang asal katanya
> berkampung/berkumpul.
> 
> Dan kalau sudah terjadi beberapa kampung yang
> berdekatan antara satu dengan yang lain dan
> penduduknya juga seiya sekata, dimana "Barek samo
> dipikua, ringan samo dijinjiang", maka kumpulan
> kampung itu dinamakan Koto.
> Kemudian barulah Nagari, setelah adanya dua atau
> tiga
> buah Koto yang berdekatan.
> 
> Koto dan Kampung itu sepakat bahwa mereka akan seiya
> sekata, buruk sama dibuang, baik sama dipakai dan
> salah sama ditimbang.
> maka Koto yang berdekatan itupun dipagar dengan
> undang-undang dan peraturan adat supaya jangan
> tumbuh
> yang tidak baik, dan segala isi nagari aman,
> sebagaimana pepatah orang Minangkabau:
> 
> Nagari bapaga undang
> kampuang bapaga pusako.
> 
> 
> Wassalam
> Ronal Chandra
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Sign up for SBC Yahoo! Dial - First Month Free
> http://sbc.yahoo.com
> 
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di
> http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika
> subscribe,
> anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
> 
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing
> List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
> ===============================================


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Sign up for SBC Yahoo! Dial - First Month Free
http://sbc.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke