Assalamu'alaikum Wr..Wb HARI ALAH PATANG Dunsanak..
Sumatera Barat atau dikenal juga dengan "Minangkabau" mempunyai luas 42.297,30 km2, terletak pada bagian tengah sebelah barat pulau Sumatera, dengan batas sebelah utara Propinsi Sumatera Utara, sebelah barat dengan Samudera India, sebelah Selatan dengan Bengkulu serta disebelah Timur dengan Propinsi Riau dan Jambi. Sumatera Barat termasuk daerah beriklim tropis dengan temperatur rata-rata berkisar 260 C - 310 C pada daerah dataran rendah dan 200 C - 240 C pada daerah dataran tinggi. Di samping itu daerah ini hanya mengenal dua musim yaitu musim hujan antara bulan Oktober sampai dengan bulan Maret dan musim kemarau mulai dari April sampai dengan September. Sebagian wilayah Sumatera Barat terdiri dari daerah pegunungan dan dataran tinggi yang terletak pada punggungan Bukit Barisan dan sebagian lagi merupakan dataran rendah dengan daerah pantai yang beraneka ragam coraknya. Daerah Sumatera Barat mempunyai nilai-nilai budaya yang unik dan menarik. Kekayaan dan keindahan seni budaya Minangkabau tercermin dalam keanekaragaman Seni Tari, Seni Karawitan, Seni Ukiran, Sulaman Indah, Pakaian Adat dan berbagai Upacara Adat seperti Upacara Pengangkatan Penghulu dan lain-lain. Begitu pula dengan berbagai kesenian yang menarik antara lain: Tari Pasambahan, Tari Indang, Tari Piring, Tari Payung, Sendra Tari Rambun Pamenan dan sebagainya. Berbagai macam instrumen yang menawan seperti Talempong, Saluang, Bansi, Rabab, Gandang dan Pupuik. Disamping itu berbagai bentuk seni budaya lainnya seperti Seni Ukiran Kayu di Pandai Sikek, Sulaman Indah Nareh, Kubang dan Pandai Sikek, serta berjenis-jenis pakaian adat dari Luhak Agam, Luhak Tanah Datar, dan Luhak 50 Kota. Sejarah Minangkabau Pada tahun 350 sebelum masehi, ada seorang raja bernama Iskandar Zulkarnain dengan kekuasaan mulai dari Yunani (Eropa) sampai ke Pakistan (Asia). Dia memiliki tiga orang putra dimana putra tertua berkuasa di Roma dan putra kedua di China. Sedangkan, putra bungsunya Sri Maharaja Diraja pergi berlayar ke selatan untuk menemukan daerah baru didampingi oleh seorang yang arif bijaksana bernama Cati Bilang Pandai. Dalam pelayaran mereka mendapat kecelakaan dimana kapal mereka dihantam badai dan ombak besar. Mereka mencari tempat untuk berlabuh dan memperbaiki kapal. Dikejauhan, mereka melihat puncak Gunung Merapi yang terletak di ditengah-tengah Pulau Sumatera. Atas saran dari penasehatnya yang mengatakan bahwa daerah tersebut sangat subur dan baik untuk pertanian, maka Sri Maharaja mengarahkan perahunya menuju ke tempat tersebut. Kapal mereka mendarat pada suatu tempat, yang sekarang dikenal dengan nama Pariangan. Sewaktu Sri Maharaja Diraja wafat, kekuasaan dipegang oleh dua orang yaitu Datuak Katumanggungan yang memimpin Koto Piliang dan Datuak Parpatih memimpin Body Chaniago. Sedangkan Cati Bilang Pandai menjadi penasehat bagi keduanya. Dari peninggalan sejarah masa lampau, ternyata kebudayaan Minangkabau telah maju dan berkembang sejak zaman dahulu terbukti dengan peninggalan sejarah dan benda purbakala yang banyak terlihat pada saat ini. Sejak Indonesia mulai menerapkan sistem Otonomi Daerah, Sumatera Barat mulai menerapkan kembali Sistem Pemerintahan Nagari, sistem yang dulunya sukses dalam memajukan daerah Minangkabau, dimana istilah yang populer digunakan adalah "Baliak ka Surau". Wilayah Minangkabau Wilayah Minangkabau dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu: Minangkabau dari segi administratif Maksudnya ditinjau dari segi administratif adalah Wilayah Minangkabau yang merupakan bagian dari Republik Indonesia yang dinamakan Sumatera Barat. Daerah ini terletak disepanjang pantai barat pulau Sumatera bagian tengah yang membujur dari barat ke tenggara. Disebelah Utara berbatasan dengan Propinsi Sumatera Utara, sebelah Selatan dengan Propinsi Bengkulu, sebelah Barat dengan Samudera Hindia dan sebelah Timur dengan Propinsi Riau dan Jambi. Awalnya, Sumatera Barat meliputi enam buah kotamadya dan delapan kabupaten, yaitu: Kotamadya Padang Kotamadya Padangpanjang Kotamadya Bukittinggi Kotamadya Payakumbuh Kotamadya Solok Kotamadya Sawahlunto Kabupaten Padang Pariaman Kabupaten Tanah Datar Kabupaten 50 Kota Kabupaten Agam Kabupaten Pasaman Kabupaten Pesisir Selatan Kabupaten Solok Kabupaten Sawahlunto Sijunjung Daratan Sumatera Barat didiami oleh mayoritas suku bangsa Minangkabau yang termasuk golongan Dentro Melayu, sedangkan Kepulauan Mentawai didiami oleh suku bangsa Proto Melayu. Minangkabau dari segi Alam Minangkabau Alam Minangkabau adalah suatu daerah di tengah pulau Perca, yang meliputi keresidenan Sumatera Barat, Kuantan dan Kampar Kiri. Ke Utara sampai ke Sikilang Air Bangieh (berbatas dengan keresidenan Tapanuli), ke Timur sampai ke Taratak Air Hitam, berbatas dengan Indragiri sampai ke Sipisak Pisau Hanyut, Durian di Takuk Raja, Tanjung Simalidu yaitu berbatas dengan Jambi dan ke Barat sampai ke Laut Nan Sadidih (Samudera Hindia). Menurut Tambo, batas-batas daerah asli Minangkabau adalah sebelah selatan sampai ke Riak nan berdebur (Negeri Bandar Sepuluh, sekarang Kabupaten Pesisir Selatan dan Kerinci). Sebelah timur sampai ke Durian di Takuk Raja (sekarang batas Sumatera Barat dengan Indragiri) sampai ke Muara Takung Mudik (sekarang Alahan Panjang), sekeliling gunung Merapi, selingkung gunung Singgalang, sederetan gunung Pasaman sampai ke Sikilang Aie Bangieh (sebelah barat) dan sampai ke Taratak Air Hitam. Dalam tambo berbahasa Minangkabau tertulis batas-batas daerah Minangkabau, yaitu: ... Nan saliliek gunuang Merapi, nan saedaran gunuang Pasaman. Dari sirangkak ka badangkang, sinan buayo putieh daguak, sampai ka pintu rajo hilieh, durian di takuak rajo, sipisau-pisau hanyuik sialang balantak basi, dakek aie babaliek mudiak. Sailiran batang bangkaweh, sampai ka ombak nan badabuah, hinggo lawiek nan sadidieh, sahinggo Sikilang Aie Bangieh. Pasisieh Banda Sapuluah, hinggo taratak aie hitam, sampai ka Tanjuang Samalidu. Dalam pantun adat Minangkabau berbunyi: Batambah laweh Minangkabau saedaran Marapi jo Singgalang salilik Batang Bangkaweh sampai ka Luhak bapilin tigo ombak badabua di tapi lawik Pasisia banamo 'Rantau' laweh daerah bukan kapalang Sikilang jo Aie Bangieh sampai Durian di Takuk Rajo lalu sipisau-pisau hanyuik Masuak Kurinci jo Kuantan sampai ka ranah Batang Hari Kampa Kiri jo Kampa Kanan daerah rantau samo sakali Berdasarkan hal di atas, maka daerah yang didiami oleh suku bangsa Minangkabau dapat dibedakan atas daerah asal (inti) yaitu Luhak dan daerah rantau. Daerah Luhak tersebut dibagi atas tiga macam, yaitu: 1. Luhak Tanah Datar 2. Luhak Agam 3. Luhak 50 Kota Sedangkan daerah rantau dapat dibedakan atas dua macam, yaitu: Daerah Rantau Pesisir (meliputi daerah pantai Sumatera). Daerah Rantau Pedalaman (meliputi daerah pedalaman Sumatera Barat seperti daerah Sijunjung dan Pasaman serta Pedalaman Luhak 50 Kota). Berdasarkan tambo Minangkabau itu juga dapat disimpulkan bahwa wilayah Minangkabau lama (alam Minangkabau) itu lebih luas dari wilayah propinsi Sumatera Barat yang sekarang. Waktu itu wilayahnya meliputi propinsi Sumatera Barat, Riau dan sebagian propinsi Jambi. Wassalam Ronal Chandra __________________________________________________ Do You Yahoo!? Sign up for SBC Yahoo! Dial - First Month Free http://sbc.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

