Lembaga Adat Gugat 'Suara Rakyat' Dibalik Spin Off PT Semen Padang 31 Oct 2001 13:49:21 WIB
TEMPO Interaktif, Padang: Sehari menjelang resolusi DPRD Sumatera Barat (Sumbar) tentang pengambilalihan PT Semen Padang dari Semen Gresik Grup, reaksi kontra mulai muncul. Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubukkilangan, Syamsair Datuak Pamuncak, menggugat klaim rencana tersebut sebagai kehendak rakyat setempat. Syamsair langsung menuding elit-elit politik di DPRD dan pemerintahan Sumatarera barat. "Aneh jika mereka mengklaim aspirasi rakyat Sumbar. Pasalnya, masyarakat Lubukkilangan yang punya tanah ulayat tempat berdirinya pabrik Semen Padang, hingga kini tidak dibawa serta," katanya kepada Tempo News Room, Rabu (31/10). KAN adalah lembaga ninik-mamak Kenagarian Lubukkilangan. Syamsair sendiri mengaku tidak pernah diajak bicara untuk memperjuangkan spin-off, baik oleh Direksi PT Semen Padang juga DPRD Sumbar. "Mungkin karena kami bersikap netral, tidak mempersoalkan ada tidaknya spin-off. Sebab, bagi masyarakat Lubukkilangan, yang penting ada kontribusi Semen Padang kepada Kenagarian Lubukkilangan," katanya. Kontribusi yang dituntut Lubukkilangan yakni Rp 5 per kg semen untuk kas nagari. Ia berkisah ketika zaman Belanda, Kenagarian Lubukkilangan, ninik mamak dan nagari, mendapatkan konstribusi dari Belanda. Itu diterima tiap tahun, yang dinamakan "bungo karang". Pasalnya, karang yang diambil untuk pabrik semen itu terletak di atas tanah ulayat. Sejak 1958, setelah Semen Padang dinasionalisasi pemerintah Indonesia, kontribusi itu tidak ada lagi. "Kontribusi itu yang mau kami tuntut, karena sekarang Semen Padang kan sudah makmur. Lihat saja gaya hidup komisarisnya yang sering bolak-balik Jakarta-Padang, atau karyawan dan direksinya. Sebaliknya, pembangunan di Kenagarian Lubukkilangan tidak pernah ada. Kami hanya jadi penonton kemakmuran karyawan Semen Padang. Bahkan yang kami dapat hanya debu, limbah, dan asapnya saja," katanya. Syamsair menegaskan masyarakat Lubukkilangan tidak ada hubungan sama sekali dengan rencana resolusi DPRD Sumbar yang akan dicetuskan besok, Kamis (1/11). "Pemerintah saat ini kan sedang kesulitan dana, karena itu tuntutan spin-off itu harus kita pikirkan juga dampak buruknya, karena akan memberatkan pemerintah," katanya. Ia mencurigai dibalik rencana pengambilalihan itu tersembunyi kepentingan terselubung dari elit-elit di DPRD Sumbar. Bahkan yang demonstrasi ke gedung dewan, dan mengatasnamakan masyarakat Sumbar, kebanyakan pekerja harian lepas Semen padang. "Jumlah mereka kan ratusan, ya mereka yang dikerahkan bersama karyawan PT Semen Padang. Saya dengar dari tetangga saya yang ikut demonstrasi, mereka dapat sebungkus nasi dan dibayar Rp10 ribu-Rp25 ribu," kata Syamsair. (Febrianti) ----- Original Message ----- From: "Indra Piliang" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, August 21, 2002 2:29 AM Subject: Re: [RantauNet] PT SP > Eh, salah. Maksudnya, ke Jamsostek sekitar Rp. 200 Milyar, dan ke ABN-Amro > Bank sekitar Rp. 270 Milyar. Sebagai satu orang dari jutaan orang yang bayar > ke jamsostek tiap bulan, bisa jugakah saya mengajukan semacam petisi atau > maklumat ke PT Jamsostek agar bagian dari uang saya yang diutangkan ke PT SP > agar segera dikembalikan? Kita tahu, kan, batapa susahnya mengambil premi > dll dari Jamsostek, sementara Jamsostek sendiri begitu mudah kasih piutang. > Uang Jamsostek bukan milik PT Jamsostek, melainkan milik jutaan karyawan, > buruh, etc. > > ijp > > =============== > Koran Tempo, Jumat, 16 Agustus 2002 > > Semen Padang Tunda Percepatan Pembayaran Utang Kepada ABN AMRO > > JAKARTA-PT Semen Padang akan meminta penundaan pembayaran utang kepada ABN > Amro Bank senilai US$ 30,54 juta (Rp 270,3 miliar) yang telah dipercepat > jatuh temponya menjadi 20 Agustus mendatang. > > Langkah itu terpaksa dilakukan anak perusahaan PT Semen Gresik Tbk tersebut, > mengingat hingga kemarin belum ada kepastian rencana pengucuran pinjaman > senilai Rp 500 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero). > > Direktur Keuangan Semen Padang Muchlis Karanin mengatakan, surat permintaan > penundaan itu akan dikirimkan kepada ABN Amro hari ini. Dalam surat > tersebut, paparnya, Semen Padang akan menyampaikan penyebab penundaan > pembayaran. Selain itu, meminta agar jatuh tempo utang dikembalikan ke > jadwal semula, Desember 2003. > > "Kami yakin ABN Amro memaham alasan yang akan diajukan Semen Padang," > ujarnya kepada Koran Tempo seusai jumpa pers Semen Padang di Jakarta > kemarin. > > Menurut Muchlis, permintaan penundaan ini bisa dilakukan karena Semen Padang > belum memberikan konfirmasi untuk melakukan pembayaran pada 20 Agustus. Lagi > pula, paparnya, permintaan percepatan pembayaran utang tersebut atas > inisiatif Semen Padang. > > Penjelasan berbeda sebelumnya diungkapkan sumber Koran Tempo yang dekat > dengan manajemen Semen Gresik. Menurut dia, rencana percepatan pembayaran > itu tidak bisa dibatalkan, karena surat yang dikirimkan Semen Padang > bersifat irrevocable notice yang artinya tidak bisa ditarik kembali. > > Seperti diketahui, Semen Padang tengah dililit masalah utang karena kucuran > dana senilai Rp 500 miliar yang dijanjikan Bank Mandiri belum juga cair. > Penyebabnya, belum ada persetujuan utang dan penjaminan aset dari Semen > Gresik selaku pemegang saham. > > Hal ini menyulitkan Semen Padang, karena dana itu dibutuhkan untuk membayar > utang ke PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) senilai Rp 200 miliar > yang jatuh tempo kemarin. Selain itu, Rp 300 miliar sisanya dibutuhkan untuk > pembayaran utang ke ABN Amro yang jatuh tempo 20 Agustus 2002. > > Utang ke ABN Amro sesungguhnya baru jatuh tempo pada akhir tahun. Namun, > karena adanya rencana kucuran pinjaman dari Bank Mandiri, Semen Padang telah > mengirimkan surat ke ABN Amro yang menyanggupi percepatan pembayaran utang. > > Berkaitan dengan kewajiban pembayaran utang ke Jamsostek, Direktur Utama > Semen Padang A. Ikhdan Nizar mengatakan, telah dilakukan pembayaran tahap > pertama sebesar Rp 100 miliar. Sedangkan untuk Rp 100 miliar sisanya, Semen > Padang meminta penangguhan jatuh tempo pembayaran. "Dana Rp 100 miliar itu > berasal dari kas internal perusahaan," ujarnya. > > Seperti diberitakan koran ini kemarin, sumber Koran Tempo yang terlibat > dalam perundingan mengatakan, Jamsostek menyetujui rencana ini. setri > yasra/yura syahrul-tnr > > > > ----- Original Message ----- > From: "Indra Piliang" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Tuesday, August 20, 2002 12:20 PM > Subject: Re: [RantauNet] PT SP > > > > Ya, tepatnya Rp. 500 Milyar. Ke Bank Mandiri, Rp. 200 Milyar, jatuh tempo > > tahun kini. Ke ABN-Amro Bank Rp. 300 Milyar, kalau ndak salah jatuh tempo > > tahun katibo. > > > > Di Koran Tempo dan Majalah Tempo ada laporan detil keuangan PT SP. > > > > ijp > > > > ----- Original Message ----- > > From: "Basri Hasan" <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Monday, August 19, 2002 8:31 PM > > Subject: Re: [RantauNet] PT SP > > > > > > > Assalamu'alaikum wr. wb, > > > > > > Mungkin koran nan ambo baco salah, namun co itu ado pulo berita lain > > > karyawan maminjamkan pitih ka pt sp untuak mabaie tunggakan ka > jamsostek, > > > iolah samakin kalibuik pt sp ko kini. > > > Ambo tunggu data-data dari Yuna kok lai ado. > > > Dulu sanak IJP pernah mengemukan data, baa kok lai bisa dibuka baliak? > > > Salam > > > > > > St. Bagindo Nagari > > > > > > ----- Original Message ----- > > > From: "Yuna Valianta Aulia" <[EMAIL PROTECTED]> > > > To: <[EMAIL PROTECTED]> > > > Sent: Tuesday, August 20, 2002 6:48 AM > > > Subject: Re: [RantauNet] PT SP > > > > > > > > > > Assalamualaikum Pak Basri...Tolong pak basri bacdo > > > > koran sakali lai...kreedit itu indak 500 juta doh,tapi > > > > 500 miliar rupiah... :) > > > > Jaleh2 bana informasi tu dului pak basri,baru awak > > > > mangecek sakali lai... > > > > > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > =============================================== > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

