pengembangan masyarakat dg membaca, tak cukup dg hanya menyediakan buku di taman bacaan, tapi sebenarnya yg dikembangkan ialah suatu komunitas sastra , masyarakat yg membaca .
Menarik sekali kalau kita mengaca pada pengalaman sastrawan Gola gong yg mengembangkan komunitas pembaca dan sastra di daerah Serang Banten , ia sendiri tinggal di sana dan di halaman belakang rumahnya ia membuat semacam padepokan seni , tempat pagelaran puisi , teater dan yg pasti ada taman bacaan nya. ia sering undang teman teman sastrawan, penulis dari berbagai tempat ( biasanya dari jakarta ) ke tempat itu , dan masyarakat pun dilibatkan Dengan berjalan nya waktu, usaha Golagong tsb cukup berhasil membangun suatu komunitas pembaca, komunitas sastra di daerah tsb yg notabene adalah masyarakat kampung kalangan menengah bawah . Dg buku, sastra dan seni , ia berhasil membuat semacam pencerahan di daerah tsb. Mungkin terlalu muluk, kalau dicoba juga di daerah awak, tapi kalau di serang bisa , mengapa di nagari awak indak bisa pulo ? wassalam Hendra M Pulau gaduang , nan penuh asap pabrik dan deru mesin --- Cysca <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wah, saya setuju banget. > Sayangnya saya masih pending member tuh di rang > mudo, nggak tau nyangkut dimana. Jadi nggak bisa > akses ke sana...kasian deh guee... > > Soal pengumpulan buku, sebagai modal awal, kita > mulai dari rumah ke rumah aja. Misalnya segala buku2 > pelajaran atau buku bacaan bahkan majalah2 yang udah > nggak kepake lagi di rumah. > Simpanlah di dalam kotak kardus dan diberi kamper > supaya nggak rusak. > > Dalam masa pengenalan, target utamanya adalah : > membudayakan baca buku, atau 'melek buku'. Apapun > bukunya, nggak usah terlalu new arrival, best > seller, sulit dan canggih (asal masih sesuai dengan > usia mereka dan batasan moral tentunya). Yang > penting memotivasi mereka. > Setelah mereka mulai menyukai buku, maka target > berikutnya adalah meningkatkan kualitas bacaan > mereka. > Kenapa buku pelajaran bekas juga perlu? karena > tingkat pendidikan anak2 di kampung bervariasi. Ada > yang hanya tamat SD saja, jadi mereka masih perlu > kan belajar. Biarkan mereka belajar sendiri dengan > buku2 pelajaran itu. > > Untuk lokasi, kita memang harus menentukan sendiri. > Yang mungkin paling mudah adalah bekerja sama dengan > pihak sekolah. Saya yakin, ketika kita mensurvai > sekolah2 tersebut, yang namanya perpustakaan > pastilah hanya sebuah ruangan dengan setumpuk buku > lusuh dan berdebu. Jadi tinggal merapihkan saja dan > meningkatkan kualitasnya. > Padahal di TV banyak kan iklan layanan masyarakat yg > mengajak kita untuk membaca. > Tapi program tersebut nggak sinambung dengan pihak > sekolah untuk mengajak dan memperkenalkan dunia buku > kepada siswanya melalui perpustakaan sekolah, karena > nggak ada anggaran untuk itu. Ato gurunya emang > nggak suka baca juga?? > Menurut pendapat saya, jika saja anak2 tersebut > diperkenalkan what is the library, maka akan > termotivasi anak2 itu untuk terus dan terus > mengunjungi perpust. > Believe it or not, di kampung saya nggak ada satu > lembar pun koran....nggak ada yang jual!!! > Limbah kertas minim banget deh di sana...hahahaa > > Kalau memang ada lokasi khusus untuk Taman Bacaan > itu, ini malah lebih baik. Tinggal lagi masalahnya > SDM nya kudu bisa kita percaya untuk mengelola buku > tersebut. Dan kita harus memutuskan apakah bayar > atau gratis. > Di Matur sendiri memang sedang direnovasi sebuah > gedung untuk dijadikan perpustakaan. Mudah2an awal > tahun depan sudah bisa dioperasikan. > > Kalau saja fisik perpustakaan atau Taman Bacaan itu > sudah ada, minimal 30-50 buku saja, kita bisa > meminta bantuan kepada 1001buku untuk menyumbangkan > buku2nya kepada TB tersebut. > Selain itu, pihak2 seperti Asia foundation, Ford > Foundation, bahkan TB Gramedia bisa kita mintakan > sumbangan melalui proposal yang kita buat. > Tapi syaratnya adalah : fisik sudah harus ada dan > terisi. > > Untuk 1001buku, coba liat di www.1001buku.org > Kegiatannya lumayan tinggi. Banyak relawan yang mau > menyumbangkan buku dan banyak relawan yang bertindak > sebagai pengumpul buku dan menyalurkannya. > > Hal2 yg berhubungan dengan begini, memang perlu > korban diri dulu (birokrasi dipersingkat aja), > setelah mulai jalan, baru deh orang2 pada melek dan > ngomong "ooo iyaaaa juga ya, sato lah awak ciek...". > Gitu. > > Go ahead deh, saya setuju banget dan pasti akan > membantu semampu saya. > > Cysca > > From: Ronald P. Putra > ...Tapi sampai saat ini, kami masih tetap pada > rencana semula, dan ambo saat ini masih mensurvey > dan mendata buku buku bacaan apa yang bagus... > ...Rencana rang mudo dalam proyek pengadaan buku > ini adalah dengan membuat taman bacaan di kampung > yang mana anak-anaknya belum tersentuh dengan > buku-buku yang bagus spt yang banyak beredar > disini... > ...Tentu juga kami tidak menolak sumbangan dalam > bentuk uang yang kemudian digunakan utk membeli > buku-buku juga... > ...Target dalam project ini adalah antara lain > menumbuhkan minat baca anak-anak kita, membuka > cakrawala pengetahuan, dan mudah-mudahan bisa > menyaingi "play station" yang sudah merebak > dikampung-kampung kita. Diharapkan, proyek ini terus > berlangsung tiap tahun dan dapat menyentuh seluruh > kampung-kampung yg ada di Sumbar.... > ...Ba'a mamak-mamak ? awak taruih kan project > ko...? > Kalu iyo, kami akan siapkan segala > sesuatunyo/tekhnis pelaksanaannyo.... > > > > __________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software http://sitebuilder.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

