Berarti buku tersebut tidak spesifik dari Sumbar.
Jadi masih terbuka peluang untuk menerbitkannya khusus SDA dari Ranah Minang...
Be optimistic dong !!! ide nya bagus kok.
 
Kamus Bhs Indo dan kamus Bhs Inggris aja bermacam2 merek kok masih laku  padahal isinya 'podo wae'...
Begitu juga buku tentang Gusdur, Soekarno, reformasi, dll, semuanya rame2 nulis, ampe pusing kita mau pilih yg mana, toh laku juga tuh...
 
Apalagi kalau kita bisa membuat tampilan dan nilai informasi yg lebih tinggi, pasti lebih oke. Dan yg nggak kalah penting : 'label' (maksudnya publisher)...
 
Info SDA kayak gini nggak bakal habis digali, sebab Tuhan ngasih macem2 SDA ke manusia  yg manusia itu sendiri belum mampu mengkaji semuanya sampe hari ini dan bahkan besok.
Salah satu contoh ya ASI seperti Om Zul bilang itu, dokter hari gini baru nyaranin untuk dikonsumsi karena baik untuk blah blah blah, ya kan ?
 
 
ps : jangan pernah matahin semangat seseorang untuk berkreasi, tapi jika kreasinya itu menurut kita kurang tepat atau nggak efisien, lebih baik kita beritahu alternatifnya. Lebih baik begini dan begitu. (Tokh kita sendiri belum tentu punya kemampuan untuk melakukan hal yg setidaknya sama dengan mereka.)
Dengan begitu orang nggak akan takut untuk berkreasi, karena kreatifitas adalah hidup yg sesungguhnya.
(aduh, kok jadi nyinyir ? )
 
 
 
 
----- Original Message -----
From: zul amri
 kayaknya buku mengenai obat obatan tradisional sudah ada yang menulis dan disusun oleh dua cewek atau ibulah gitu , dan telah terkoleksi lebih kurang 160 tulisan mengenai khasiat obat tradisional , penerbit sebuah CV di Sby namun tahun terbitnya tidak ada , dan disana kayaknya lengkap juga , dan saya sudah tandai lebih kurang separo bahan bakunya ada di minang atau Sumatera Barat.

Kirim email ke