Ondeh, masuak lurah sajo kayu e, rancak ka kayu api. Salam, Suryadi Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: "R@ntau-net Email Group Rantaunet" <[email protected]> Dikirim: Rabu, 20 Maret 2013 13:17 Judul: Re: [R@ntau-Net] Walkot Padang Robohkan Pondok Maksiat
Kalau hanya menggunakan metode patah tumbuh hilang berganti capek aja, mungkin juga dilakukan tindakan penyuluhan, dan memberikan solusi tentang lapangan pekeerjaan serta mengenai ABSSBK serta sangsi sosial bagi yg tertangkap basah Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Akmal Nasery Basral <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 20 Mar 2013 19:13:34 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Walkot Padang Robohkan Pondok Maksiat http://www.hidayatullah.com/read/27768/20/03/2013/walikota-padang-robohkan-pondok-maksiat.htmlWalikota Padang Robohkan Pondok Maksiat Walikota Fauzi Bahar memimpin penggulingan pondok maksiat di Bukit Lampu (foto: Humas Pemprov) Rabu, 20 Maret 2013 Hidayatullah.com—Brakk..! Sepuluhn Pondok yang disekat-sekat seukuran pas untuk dua orang itu, akhirnya roboh ke tanah. Lalu, digulingkan ke dasar jurang. Prosesi penghancuran yang terjadi di kawasan wisata Bukit Lampu, kota Padang, Sumatra Barat, Selasa petang (19/3/2013) itu, langsung dipimpin Walikota H. Fauzi Bahar. Mantan anggota pasukan Katak TNI AL ini, rupaya sudah sangat geram. Sejak menjadi Walikota Padang, Fauzi Bahar bertekad akan membasmi tempat-tempat maksiat yang terselubung maupun terang-terangan, milik dan dibeking siapapun. Tapi kenyataannya, bagaikan mencukur jenggot, begitu razia dilancarkan, beberapa bulan kemudian sudah tumbuh lagi.Dengan wajah serius, kepada wartawan, Fauzi Bahar mengatakan, Pemko Padang tetap komit untuk memberantas maksiat. "Sampai kapanpun Pemko Padang tetap konsiten memberantas maksiat. Ini buktinya, dan kita tidak akan berhenti sampai di sini," tegasnya di lokasi Bukit Lampu. “Sesuai dengan program Pemko Padang mewujudkan kota religius, apapun bentuk maksiat di kota Padang akan saya sikat. Tidak ada sejengkal pun tempat bagi kemaksiatan di kota ini," tegasnya serius. Fauzi terpaksa bertindak keras karena sudah sering di SMS banyak perantau Minang yang miris melihat Padang berubah menjadi kota maksiat. "Saya tertantang untuk mengembalikan kehidupan religi di kota ini, siapa yang menghadang (ada pembeking,red) saya lawan," tegasnya. Tak hanya sekali dua Fauzi Bahar turun langsung memberfantas maksiat. Sebelumnya, Fauzi Bahar juga turun langsung menertibkan Kafe Bamboo, di Pantai Padang, kawasan Danau Cimpago yang menyuguhkan penari seksi dan sejumlah warung esek-esek di pantai Padang.*Rep: D. Nurja Red: Cholis Akbar-- .* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.===========================================================UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:- DILARANG:1. E-mail besar dari 200KB;2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner.- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.===========================================================Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/--- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- .* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.===========================================================UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:- DILARANG:1. E-mail besar dari 200KB;2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner.- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.===========================================================Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/--- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
