Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Para Pembaca Palanta yang Budiman.
Saya sedikit heran, sambil ter-tanya2..... Bapak Walikota Padang, sebagai Permerintah yang tertinggi diKota Padang, tidak bertindak secara Hukum (maaf saya bukan ahli Hukum) hanya menertibkan Kafe Bamboo dan merobohkan 10-Pondok & menggulingkannya ke Dasar-jurang. (Inikan sudah mengotori Lingkungan) Jadi hanya benda matinya saja yang ditertibkan, Pengelola/Pemilik ataupun Hostes2nya, maupun tetamu yang sedang ada, tetap saja bebas.
Bukannya dituntut berdasarkan UU yang berlaku. 
Lha kalau begini, apakah Pak WalKot bertindak menurut Hukum???? Memberikan perilaku yang patut dicontoh?
Setahu saya yang awam, Pondok ditutup , di-Segel, Pengelola dicari/ ditangkap/dituntut boleh memakai Pengacara/Pembela, lalu divonis Hukum. Tidak puas, Naik Banding, tidak puas lagi sang Tertuduh, terus naik banding/Kasasi ke Mahkamah Agung.
Nah paling2 President yang bisa & memberikan hak prerogativnya yang istimewa membebaskan sang Tertuduh.
Selesai, keputusan vonis, baru ditindak Benda2 tak bergereknya  bukti2 pelanggaran Hukumnya (Corpora Delicti), dilelang misalnya. 
Menurut saya, selama Dalang penyakitnya masih Bebas Lebas, tak dihukum, wah itu hanya opera sabun yang kwalitas rendah namanya.
Bagaikan Tumor, sedangkan sudah diamputasipun, terkadang kambuh lagi, diakibatkan sudah masuk stadium yang ke sekian, dan sudah metastase ke-mana2.
Bak kato preman Medan saisuak "pado indak, manampakan muko samiang"

Maaf bagi yang tidak sependapat, maklum saya  rakyat awam bukan ahli hukum,
Wassalam,
Muljadi Ali Basjah.
 

Gesendet: Mittwoch, 20. März 2013 um 13:17 Uhr
Von: [email protected]
An: "R@ntau-net Email Group Rantaunet" <[email protected]>
Betreff: Re: [R@ntau-Net] Walkot Padang Robohkan Pondok Maksiat
Kalau hanya menggunakan metode patah tumbuh hilang berganti capek aja, mungkin juga dilakukan tindakan penyuluhan, dan memberikan solusi tentang lapangan pekeerjaan serta mengenai ABSSBK serta sangsi sosial bagi yg tertangkap basah
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
Date: Wed, 20 Mar 2013 19:13:34 +0700
Subject: [R@ntau-Net] Walkot Padang Robohkan Pondok Maksiat

http://www.hidayatullah.com/read/27768/20/03/2013/walikota-padang-robohkan-pondok-maksiat.html

Walikota Padang Robohkan Pondok Maksiat

 
Walikota Fauzi Bahar memimpin penggulingan pondok maksiat di Bukit Lampu (foto: Humas Pemprov)

Rabu, 20 Maret 2013

Hidayatullah.com—Brakk..! Sepuluhn Pondok   yang  disekat-sekat  seukuran  pas untuk    dua orang itu,  akhirnya roboh ke tanah.  Lalu,  digulingkan ke dasar jurang. Prosesi penghancuran   yang terjadi di kawasan wisata Bukit Lampu, kota Padang, Sumatra Barat, Selasa petang (19/3/2013) itu, langsung dipimpin Walikota H. Fauzi Bahar.

Mantan anggota pasukan Katak TNI AL ini, rupaya sudah sangat geram. Sejak menjadi Walikota  Padang, Fauzi Bahar bertekad akan membasmi  tempat-tempat  maksiat  yang terselubung maupun  terang-terangan,  milik dan  dibeking  siapapun.  Tapi kenyataannya,  bagaikan  mencukur jenggot, begitu razia  dilancarkan, beberapa bulan kemudian  sudah tumbuh lagi.

Dengan wajah serius,  kepada wartawan,  Fauzi Bahar mengatakan, Pemko Padang tetap komit untuk memberantas maksiat. 

"Sampai kapanpun Pemko Padang tetap konsiten memberantas maksiat.  Ini  buktinya,  dan kita tidak akan berhenti sampai  di sini,"  tegasnya di lokasi Bukit Lampu. 

“Sesuai dengan program Pemko Padang mewujudkan kota religius, apapun bentuk maksiat di kota Padang akan saya sikat. Tidak  ada sejengkal pun tempat bagi kemaksiatan di kota ini," tegasnya  serius.

Fauzi terpaksa bertindak keras karena sudah sering di SMS banyak perantau Minang yang miris melihat Padang berubah menjadi kota maksiat.

"Saya tertantang untuk mengembalikan kehidupan religi di kota ini, siapa yang menghadang (ada pembeking,red) saya lawan," tegasnya.

Tak hanya sekali dua Fauzi Bahar turun langsung memberfantas maksiat.  Sebelumnya, Fauzi Bahar juga turun langsung menertibkan Kafe Bamboo, di Pantai Padang, kawasan  Danau Cimpago yang menyuguhkan penari seksi  dan sejumlah warung esek-esek di pantai Padang.*

Rep: D. Nurja
Red: Cholis Akbar

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

Kirim email ke