Iko contoh pemimpin nan maniru gaya pamarentahan RAJO UNGGEH LAYANG dalam kaba 
Anggun Nan Tongga Magek Jabang.
 
Salam,
Suryadi

Dari: Muljadi Ali Basjah <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Rabu, 20 Maret 2013 14:10
Judul: Aw: Re: [R@ntau-Net] Walkot Padang Robohkan Pondok Maksiat

Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Para Pembaca Palanta yang Budiman.
Saya sedikit heran, sambil ter-tanya2..... Bapak Walikota Padang, sebagai 
Permerintah yang tertinggi diKota Padang, tidak bertindak secara Hukum (maaf 
saya bukan ahli Hukum) hanya menertibkan Kafe Bamboo dan merobohkan 10-Pondok & 
menggulingkannya ke Dasar-jurang. (Inikan sudah mengotori Lingkungan) Jadi 
hanya benda matinya saja yang ditertibkan, Pengelola/Pemilik ataupun 
Hostes2nya, maupun tetamu yang sedang ada, tetap saja bebas. 
Bukannya dituntut berdasarkan UU yang berlaku. 
Lha kalau begini, apakah Pak WalKot bertindak menurut Hukum???? Memberikan 
perilaku yang patut dicontoh?
Setahu saya yang awam, Pondok ditutup , di-Segel, Pengelola dicari/ 
ditangkap/dituntut boleh memakai Pengacara/Pembela, lalu divonis Hukum. Tidak 
puas, Naik Banding, tidak puas lagi sang Tertuduh, terus naik banding/Kasasi ke 
Mahkamah Agung. 
Nah paling2 President yang bisa & memberikan hak prerogativnya yang istimewa 
membebaskan sang Tertuduh.
Selesai, keputusan vonis, baru ditindak Benda2 tak bergereknya  bukti2 
pelanggaran Hukumnya (Corpora Delicti), dilelang misalnya. 
Menurut saya, selama Dalang penyakitnya masih Bebas Lebas, tak dihukum, wah itu 
hanya opera sabun yang kwalitas rendah namanya. 
Bagaikan Tumor, sedangkan sudah diamputasipun, terkadang kambuh lagi, 
diakibatkan sudah masuk stadium yang ke sekian, dan sudah metastase ke-mana2.
Bak kato preman Medan saisuak "pado indak, manampakan muko samiang"

Maaf bagi yang tidak sependapat, maklum saya  rakyat awam bukan ahli hukum,
Wassalam,
Muljadi Ali Basjah.
 

Gesendet: Mittwoch, 20. März 2013 um 13:17 UhrVon: [email protected]: 
"R@ntau-net Email Group Rantaunet" <[email protected]>Betreff: Re: 
[R@ntau-Net] Walkot Padang Robohkan Pondok Maksiat 
Kalau hanya menggunakan metode patah tumbuh hilang berganti capek aja, mungkin 
juga dilakukan tindakan penyuluhan, dan memberikan solusi tentang lapangan 
pekeerjaan serta mengenai ABSSBK serta sangsi sosial bagi yg tertangkap basah 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: Akmal Nasery Basral <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Wed, 20 Mar 2013 19:13:34 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [R@ntau-Net] Walkot Padang Robohkan Pondok Maksiat
http://www.hidayatullah.com/read/27768/20/03/2013/walikota-padang-robohkan-pondok-maksiat.htmlWalikota
 Padang Robohkan Pondok Maksiat 

   
Walikota Fauzi Bahar memimpin penggulingan pondok maksiat di Bukit Lampu (foto: 
Humas Pemprov)    
Rabu, 20 Maret 2013 

Hidayatullah.com—Brakk..! Sepuluhn Pondok   yang  disekat-sekat  seukuran  pas 
untuk    dua orang itu,  akhirnya roboh ke tanah.  Lalu,  digulingkan ke dasar 
jurang. Prosesi penghancuran   yang terjadi di kawasan wisata Bukit Lampu, kota 
Padang, Sumatra Barat, Selasa petang (19/3/2013) itu, langsung dipimpin 
Walikota H. Fauzi Bahar.

Mantan anggota pasukan Katak TNI AL ini, rupaya sudah sangat geram. Sejak 
menjadi Walikota  Padang, Fauzi Bahar bertekad akan membasmi  tempat-tempat  
maksiat  yang terselubung maupun  terang-terangan,  milik dan  dibeking  
siapapun.  Tapi kenyataannya,  bagaikan  mencukur jenggot, begitu razia  
dilancarkan, beberapa bulan kemudian  sudah tumbuh lagi.Dengan wajah serius,  
kepada wartawan,  Fauzi Bahar mengatakan, Pemko Padang tetap komit untuk 
memberantas maksiat. 
"Sampai kapanpun Pemko Padang tetap konsiten memberantas maksiat.  Ini  
buktinya,  dan kita tidak akan berhenti sampai  di sini,"  tegasnya di lokasi 
Bukit Lampu. 
“Sesuai dengan program Pemko Padang mewujudkan kota religius, apapun bentuk 
maksiat di kota Padang akan saya sikat. Tidak  ada sejengkal pun tempat bagi 
kemaksiatan di kota ini," tegasnya  serius.

Fauzi terpaksa bertindak keras karena sudah sering di SMS banyak perantau 
Minang yang miris melihat Padang berubah menjadi kota maksiat.
"Saya tertantang untuk mengembalikan kehidupan religi di kota ini, siapa yang 
menghadang (ada pembeking,red) saya lawan," tegasnya.

Tak hanya sekali dua Fauzi Bahar turun langsung memberfantas maksiat.  
Sebelumnya, Fauzi Bahar juga turun langsung menertibkan Kafe Bamboo, di Pantai 
Padang, kawasan  Danau Cimpago yang menyuguhkan penari seksi  dan sejumlah 
warung esek-esek di pantai Padang.*Rep: D. Nurja Red: Cholis Akbar-- .* Posting 
yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung 
jawab pengirim 
email.===========================================================UNTUK 
DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:- DILARANG:1. E-mail besar dari 
200KB;2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One 
Liner.- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/-
 Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting- Hapus footer & seluruh bagian tdk 
perlu dlm melakukan reply- Untuk
 topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.===========================================================Berhenti, 
bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/--- Anda menerima pesan ini karena 
Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.Untuk berhenti berlangganan 
dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti 
[email protected] .Untuk opsi lainnya, kunjungi 
https://groups.google.com/groups/opt_out.  -- .* Posting yg berasal dari 
Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: 
~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim 
email.===========================================================UNTUK 
DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:- DILARANG:1. E-mail besar dari 
200KB;2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One 
Liner.- Anggota WAJIB
 mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/-
 Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting- Hapus footer & seluruh bagian tdk 
perlu dlm melakukan reply- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply 
email lama & mengganti 
subjeknya.===========================================================Berhenti, 
bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/--- Anda menerima pesan ini karena 
Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.Untuk berhenti berlangganan 
dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti 
[email protected] .Untuk opsi lainnya, kunjungi 
https://groups.google.com/groups/opt_out.  -- .* Posting yg berasal dari 
Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: 
~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung
 jawab pengirim 
email.===========================================================UNTUK 
DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:- DILARANG:1. E-mail besar dari 
200KB;2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One 
Liner.- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/-
 Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting- Hapus footer & seluruh bagian tdk 
perlu dlm melakukan reply- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply 
email lama & mengganti 
subjeknya.===========================================================Berhenti, 
bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/--- Anda menerima pesan ini karena 
Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.Untuk berhenti berlangganan 
dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti
 [email protected] .Untuk opsi lainnya, kunjungi 
https://groups.google.com/groups/opt_out.  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke