Assallaamu"alaikum. w.w.
 
Ma nyo bung Akmal,
 
Makin lamo makin tajam dan menukik soalan bung Akmal,
ambo raso, rang Palanta ko lah bakaruik kaniang maliek sado “term”nan dipakai 
dek bung 
Akmal. Tapi samantangpun baitu ambo cubo jawek dengan marandahkan semua istilah 
sahinggo manjadi familiar dek urang palanta.
 
Takah iko bung ANB.
 
Kalau disabuik ambo atau diibaratkan ambo menetapkan hukum berdasarkan Qur-an, 
Sunnah, Ijmak dan Qiyas, mako ndak kanai carito ko do dek karano ambo alun 
bakapasitas 
manjadi mufti lai. Ilimu ambo masih dangka. Nan ambo 
lakukan adolah maambiak suri tauladan, mancaliak tuah ka nan manang, mancaliak 
contoh ka nan sudah, maambiak suri tauladan ka Rasulullah saw. dan para 
sahabat. 
Jadi detail dari penetapan hukum ko rancak indak kito bicarakan.
 
Nan menarik adolah pertanyaan bung ANB, baa mangko indak bapijak ka QS: 16:125.
Mako sampailah kito ka perbandingan antaro kisah Abu Bakar ra. jo kisah Ali kw. 
sacaro 
singkek. Jikok kito caliak kaduo kisah ko, kisah Abu Bakar ra. tajadi di masa 
damai, 
samantaro kisah Ali kw. tajadi di maso parang. Duo keadaan nan malatakkan 
sagalo sikap 
akan babeda dalam pelaksanaannyo.
 
Dalam kisah Abu Bakar nan tajadi adolah hinaan cacian dan makian nan dicaliak 
dek urang 
banyak nan akan mempengaruhi jalan pikiran urang banyak, samantaro dalam kisah 
Ali kw, 
urang banyak sadang sibuk baparang. Adab katiko maso damai lah jaleh jo bateh 
kesabaran
mempertahankan marwah (harago diri) agamo jan sampai urang mahino Allah swt, 
Rasul 
saw, Islam, sampai ka Syaria’ah. Samantaro adab katiko maso parang hanyolah 
menahan 
dari dari nan dilarang. Sarupo nan diteriakan Bilal bin rabbah ra. nan 
digambarkan dalam 
film “The message”.
 
“You may not harm the animal, you may not cut down trees, you may not harm the 
people 
working in the field … dst”. Kalian tidak boleh melukai binatang, kalian tidak 
boleh 
memotong pokok, kalian tidak boleh melukai orang yang sedang bekerja di ladang, 
… dst. 
Aratinyo semua yang innocent (tidak bersalah) terhindar dari senjata tentara 
Islam. Adab 
ini yang dicontohkan Rasulullah saw. yang zaman sekarang sudah tidak 
dipedulikan orang. 
(Lihat bagaimana bom-bom barat menghancurkan orang-orang yang tidak bersalah). 
Saat itu mereka berperang karena Allah, membunuh dan terbunuh karena Allah 
swt., 
bukan karena kepentingan sendiri. Oleh sebab itu Ali kw. berhenti dari mengayun 
pedang 
ketika ludah orang itu menimbulkan kemarahannya sendiri dan bukan marah karena 
Allah swt. Sementara dalam kisah Abu Bakar ra. marah yang timbul adalah marah 
karena Allah swt.
 
Memang cukup sulit bagi seseorang memilih mana yang patut dicontoh dalam 
tindakannya. Akan tetapi dengan dasar  taqwa dan lilaahi ta’ala, lama-lama bisa 
dipahami 
dan diperhitungkan segala tindakan yang diambil yang harus sesuai dengan jalan 
yang 
dicontohkan Rasulullah saw.dan para sahabat. 
 
Lalu kisah Ali kw. diperkuat bung ANB dengan QS:16:125. Saya setuju bila 
keadaannya 
sama seperti “even” Ahmad deedat vs Jimmi Swagart, Ahmad deedat vs Sjoberg, 
Shabir Aly 
vs White yang semua ini saya rasa bung Akmal sudah melihatnya. Sementara kasus 
TAT 
dan Munarman entah disengaja atau tidak oleh TV one, ternampak sudah 
mendiskreditkan 
pelaksanaan sebutir kecil dari Syaria’ah Islam dengan sasaran FPI. Kalau bung 
Akmal 
berpendapat ini seruan kepada Islam dengan bantahan yang sehat (sebagaimana QS 
16:125), saya tidak sependapat karena kecendrungan yang ada tadi.
Dan sportifitas yang dimiliki TAT tidak setanding dengan yang dimiliki Jimmi 
Swagart 
maupun Ahmad Deedat ataupun White maupun Shabir Aly, walaupun kedua kuffar ini 
(Swaggart dan White) mempunyai maksud menjatuhkan image Islam juga dengan 
mencoba mengalahkan Ahmad Deedat dan Shabir Aly. Oleh sebab itu landasan pada 
QS 16:125 tidaklah tepat pada case Munarman dan Tamagola. Dan Oleh sebab pula 
saya 
lebih cenderung bercermin pada kisah Abu Bakar ra. daripada Ali kw. dalam hal 
ini. 
     Demikianlah bung ANB, kalau seandainya ini benar, maka hal tersebut datang 
dari 
Allah swt., tapi bila salah, maka datang dari diri saya sendiri.
 
Wassalam

St. Sinaro
 

________________________________
 From: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Sunday, 7 July 2013 6:40 AM
Subject: Re: 3 Re: [R@ntau-Net] (OOT) Kisah Abu Bakar vs Fanhas (dan Ali batal 
bunuh musuh di Perang Khandaq)
  


Wa'alaikumsalam Wr. Wb Mak St. Sinaro n.a.h.

Maaf ambo talambek manjawek dek karano sadang ado urusan di luar Jakarta.

Tarimo kasih ateh penjelasan Mak Sinaro ateh tigo partanyaan ambo sabalun iko. 
Dari jawaban dan ilustrasi (soal contoh ninik mamak) nan diberikan, apokah Mak 
Sinaro sedang menggunakan qiyas, meski pun Mak Sinaro menyebutkan sebagai 
"bacamin"? 

Jika ya, maka peristiwa pelemparan air minum oleh Munarman itu (dalam qiyas 
disebut furu' atau peristiwa turunan) yang ditautkan dengan kisah Abu Bakar 
meninju Fanhas ("ashl" atau peristiwa rujukan) harus menggunakan illat (alasan 
hukum/dasar kejadian yang sama). Ini yang sejak awal posting Mak Sinaro tidak 
ambo lihat, sehingga ambo tanyakan. 

Problem lebih serius dengan penggunaan qiyas dalam konteks sebuah debat adalah 
Islam mengajarkan adab debat ini melalui wahyu (QS 16:125) yang merupakan 
sumber hukum pertama, dibandingkan qiyas yang merupakan sumber hukum keempat, 
seperti dijelaskan, antara lain, oleh Rasululllah saat mengirim Mu'adz bin 
Jabal ke Yaman. 

Dengan kata lain: yang masih belum ambo pahami dari dua jawaban panjang Mak 
Sinaro sebelum ini adolah mengapa Mak Sinaro tidak (belum) menakar peristiwa 
Munarman-TAT ini berdasarkan kepatutan adab diskusi berdasarkan QS 16:125 
(dalil hukum pertama), tetapi langsung melompat menggunakan qiyas yang 
merupakan dalil hukum keempat? 

Semoga Mak Sinaro berkenan menjelaskan bagaimana jika peristiwa Munarman itu 
diteroka berdasarkan QS 16:125. Apakah kondisi "jadal" yang disebutkan ayat itu 
masih valid dalam konteks pelemparan air? Dan bagaimana mengelaborasi kata 
"ahsan" dalam ayat yang sama sebagai panduan universal bagi muslim dalam 
berdebat? 

Wassalam,

ANB


Pada Kamis, 04 Juli 2013, Sutan Sinaro menulis:

 
> 
>St. Sinaro
>  
>From: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
>To: "[email protected]" <[email protected]> 
>Sent: Wednesday, 3 July 2013 10:17 AM
>Subject: Re: 2 Re: [R@ntau-Net] (OOT) Kisah Abu Bakar vs Fanhas (dan Ali batal 
>bunuh musuh 
>di Perang Khandaq)
>  
>
>
>Pak St. Sinaro (Prof. Khairi Yusuf) n.a.h,
>stressing ambo bukan pado kisah Ali (di perang Khandaq) ado akhlaqul karimah,  
>samantaro di kisah Abu Bakar (jo Fanhas) indak ado akhlaqul karimah. Baa jadi 
>co itu 
>kesimpulan St. Sinaro? Sia lo awak, ambo dan St. Sinaro, sahinggo berani 
>menyimpulkan 
>indak ado hikmah akhlaqul karimah dalam tindakan Abu Bakar terhadap Pendeta 
>Fanhas?  
>Astaghfirullah.  
>
>.........
>St. Sampono
>45, Cibubur
>
>
>
>   
>
>   
-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>* DILARANG:
>1. Email besar dari 200KB;
>2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. Email One Liner.
>* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>mengirimkan biodata!
>* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>--- 
>Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
>Google.
>Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
>email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
> 
> 
>
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke