Agak ragu-ragu ambo ba komen pak Saaf, dek karano urusan ko dulu lah sampai di 
deadlock
antaro awak-awak ko. Cuma kecek pak Saaf nan saketek ko : "Antah dima salahnyo 
kolah, disinan 
masalah hubungan agamo jo negara iko alah lamo salasai, tibo di kito masih 
basiarak juo baru."
mambuek ambo manakan reply tu juo, walau agak saketek nio juo ba komen.
  Dek urang tu salasainyo pak Saaf, lah sampai di pemisahan agamo jo negara, 
iko nan disabuik
sekularisme (separation between Church and State, baco sejarah agamo Kristen ba 
Negara). 
Tibo di awak, hal iko ndak amuah putuih dek karano agamo awak indak 
maajakansekularisme (baco sejarah agamo Islam ba Negara), samantaro negara 
maikuik barat nan sekuler.
 
  Nan ma nan ka dipiliah antaro duo ko, disiko deadlock nan ado tu kecek ambo, 
sahinggo balaku
"agree to disagree" tu baliak bak kecek bung ANB. Baa dek bitu dek karano 
balain tampek bapijak,
atau balain caro pandang. Baa balainnyo ?, baliak ka kato nan dulu, nan maa nan 
gadang antaro 
negara jo agamo, dek barat negara labiah gadang, dalam Islam, agamo labiah 
gadang.
Dek barat, negara maatur agamo, dek Islam, agamo maatur negara.
   Jadi baliak juo ka deadlock tu baliak pak Saaf, ka dipangakan. Balain tampek 
bapijak, sahinggo
balain caro pandang. Kayu bacupang indak bisa diantakkan do pak Saaf.
 
Bilaahil hidayah wat taufiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 

________________________________
 From: Dr. Saafroedin Bahar. <[email protected]>
To: Rantau Net Rantau Net <[email protected]> 
Sent: Thursday, 18 July 2013 9:42 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: OOT: Konteks Kenegaraan dari Agamo.
  


Sanak Taufiq,  negara tu kan memang produk sejarah Barat, lahia dlm Perjanjian 
Westphalia 1648, kambang jadi negara nasional partamo kali di Amerika th 1776, 
baliak ka Parancih th 1789, lalu disadur dek pemimpin perjuangan kemerdekaan 
kito th 1945. Antah dima salahnyo kolah, disinan masalah hubungan agamo jo 
negara iko alah lamo salasai, tibo di kito masih basiarak juo baru.
Bara nan dapek dek ambo, ambo cubo maampaleh. Kok kurang tolong peloki, sekedar 
parintang hari mananti babuko.
Wassalam,
SB.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

________________________________

From:  [email protected] 
Sender:  [email protected] 
Date: Wed, 17 Jul 2013 23:52:40 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [R@ntau-Net] Re: OOT: Konteks Kenegaraan dari Agamo.
 
Sebagai seorang awam ambo mancaliak bahasan pak Saaf iko berdasarkan teori dari 
Barat situ

Samantaro ambo nan masih bapikia tradisional sebagai urang Muslim dari 
Minangkabau  ado pulo mambaco :

  “Demokrasi bagi kaum liberal sekuler laksana dewa yang terbuat dari kue. 
Diimani dan disembah jika menguntungkan dan berpihak kepada mereka. Namun jika 
kurang berpihak, mereka memakannya dengan lahap,”—HASAN AL BANNA 


Ado lai teori tentang "kekafiran demokrasi"

Apakah itu yang sejak dulu disebut : antara barat dan timur tidak akan ada 
titik temu ?

Antahlah barek juo nampaknyo he he

--TR


Powered by Telkomsel BlackBerry®

________________________________

From:  Saafroedin Bahar <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Thu, 18 Jul 2013 01:38:41 +0700
To: Rantau Net Rantau Net<[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [R@ntau-Net] Re: OOT: Konteks Kenegaraan dari Agamo.

Ha ha ha, baa kok indak ado nan mancatuih thread ambo ko ha ? 



2013/7/14 Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]>

Para sanak salapanta, 
>Sekedar bahan bacoan mananti babuko, di bawah iko ambo kirimkan babarapo butir 
>buah renungan pribadi ambo tentang konteks kenegaraan dari agamo, nan salamo 
>iko nampaknyo manjadi karisauan banyak fihak. Sebagai buah renungan pribadi, 
>sudah barang tantu isinyo indak ka samparono, dan tabuka untuak kito peloki 
>basamo-samo. Mudah-mudahan ado manfaatnyo. 
>Isi renungan iko alah ambo lewakan di Facebook, milis AIPI, dan milis Komnas 
>HAM.
>Bunyinyo saroman ko ha. 
>
>
>BEBERAPA BUTIR
RENUNGAN TENTANG ARTI ISTILAH 
>AGAMA, UMAT BERAGAMA,
KONFLIK UMAT BERAGAMA, HAK KEBEBASAN BERAGAMA, PELANGGARAN HAK KEBEBASAN
BERAGAMA, DAN NEGARA. 
>  
>1.       AGAMA  adalah paradigma sakral yang bersifat
komprehensif, yang dipercaya berasal dari suatu Kekuatan Supranatural
Tertinggi, berisi petunjuk luhur tentsng manusia, alam semesta dan alam
akhirat, untuk mewujudkan kebahagiaan yang sempurna bagi umat manusia. 
>2.       UMAT
BERAGAMA adalah komunitas manusia seiman, yang menganut paradigma sakral yang
sama – baik secara integral maupun secara parsial – untuk menata kehidupan
pribadi dan kehidupan sosial mereka, di bawah bimbingan para otoritas agama
yang bersangkutan. 
>3.       KONFLIK
AGAMA adalah kondisi ketidakserasian atau pertentangan sistem nilai tentang
manusia, alam semesta, atau alam akhirat, dari paradigma sacral  yang diajarkan 
oleh agama-agama.  
>4.       KONFLIK
UMAT BERAGAMA adalah ketidakserasian atau pertentangan  antara para penganut 
agama, baik dalam  pemahaman terhadap paradigma sacral yang
dianutnya, maupun dalam implementasnya dalam bidang ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya, atau militer.  
>5.       KONFLIK
UMAT BERAGAMA terdiri dari konflik internal umat beragama dan konflik eksternal
antar umat beragama. 
>6.       KONFLIK
AGAMA DAN KONFLIK UMAT BERAGAMA bersifat sangat subyektif dan tidak mengenal
kompromi, sehingga sangat sulit untuk diselesaikan secara sukarela, dan hanya
bisa dibatasi dampak negatifnya oleh Negara sebagai kekuatan fihak ketiga.  
>7.       NEGARA
adalah subyek utama hukum internasional, bersifat profane, untuk mengatur
hubungan antara tiga komponen Negara, yaitu Rakyat, Wilayah, dan Pemerintah,
yang dasar-dasarnya lazim diatur dalam sebuah konstitusi, baik tertulis maupun
tidak tertulis.  
>8.       BEDA
ANTARA AGAMA DAN DASAR NEGARA adalah  Agama 
merupakan paradigma sacral tentang dunia dan akhirat yang dianut oleh
dan berlaku khusus untuk penganut agama yang bersangkutan; sedangkan  Dasar 
Negara 
adalah kaidah hukum positif  yang
bersifat profan, dan mengatur seluruh Rakyat, Wilayah, dan Pemerintahan. Dasar
Negara memberi tempat dan melindungi Agama-agama yang dianut oleh Rakyatnya.  
>9.       NEGARA
AGAMA, adalah negara yang bersifat khusus, yang dasar-dasar hubungan antara
Rakyat, Wilayah, dan Pemerintahnya 
diatur menurut paradigma sacral suatu agama, dan biasanya tidak mengakui
adanya paradigma sacral lainnya.  
>10.   KONFLIK
KONSEPTUAL TENTANG NEGARA AGAMA berasal dari kenyataan bahwa dalam zaman modern
ini Rakyat – atau Warganegara – terdiri dari penganut berbagai agama, yang
semuanya mempunyai hak yang sama.  
>11.   HAK
KEBEBASAN BERAGAMA adalah pengakuan dan perlindungan hukum internasional
terhadap keputusan pribadi setiap orang untuk menganut, menghayati, mengajarkan
kepada keluarganya, serta untuk mengamalkan paradigma sakral yang diajarkan
oleh agama yang dipeluknya dalam kehidupan pribadi serta kehidupan sosialnya,
yang disertai kewajiban kepada Negara serta kepada setiap orang untuk
menghormati dan melindungi keputusan tersebut. 
>12.  PELANGGARAN TERHADAP HAK KEBEBASAN BERAGAMA bisa dilakukan baik
>oleh Negara maupun oleh seseorang, atau suatu kelompok umat beragama.
Pelanggaran oleh Negara adalah pengabaian dan pembiaran ( Violation by
omission) oleh Negara terhadap terjadinya pemaksaan atau kekerasan yang
bermotifkan ajaran agama oleh seseorang atau oleh suatu kelompok umat beragama
terhadap seseorang atau kelompok umat beragama lainnya ; pelanggaran oleh
seseorang atau oleh suatu kelompok umat beragama terjadi bila seseorang atau
suatu kelompok umat beragama melakukan kekerasan, baik kekerasan fisik maupun
kekerasan non-fisik ( violation by commission) yang bermotifkan ajaran agama,
terhadap seseorang atau terhadap kelompok umat beragama lainnya. 
>  


-- 

Dr.Saafroedin Bahar 
Male, 76 yrs, Jakarta 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke