Oh ya saya punya cerita menarik juga disektor peternakan ini Di Pekanbaru saya jumpa dengan kenalan waktu dia kuliah di UNP (IKIP) Padang awal 90 an kos didekat rumah saya
Armen namanya, urang Alahan Panjang solsel, tamat kuliah merantau dengan adiknya Is ke pekanbaru, lalu mencoba berusaha disektor jasa transportasi angkutan barang yaitu Truk, bermodal 1 unit truk akhir usahanya cukup berkembang memeliki truk Fuso yang berukuran besar. Lalu adiknya melihat di Pekanbaru tingkat kebutuhan ternak (daging kambing) cukup tinggi apalagi jika memasuki lebaran haji, peluang ini ditangkapnya dengan membawa kambing2 hasil ternak di jawa (doisentra2 penghasil kambing di jawa) dibawanya dengan fuso dari jawa ke pekanbaru (Riau) hasilnya lumayan menguntungkan Lucunya cerita sama saya, namanya barang hidup yang dibawa kambing2 tersebut tentu beresiko mati di perjalanan, tapi Is monitor diperjalanan jika ada tanda2 kambing sudah mau "sekarat" (tidak ada gairah lagi dalam truk perjalanan, semisal sampai dilampung lansung dijual ke tukang sate dan disembelih ditempat, biasanya dari puluhan kambing di truk tsb ada 2 sampai 3 ekor yang beresiko "sekarat kurang gairah mau mati jika diteruskan perjalanan ke Pekanbaru/Riau" Lalu saya bertanya..kok gak diambil atau dibawa kambing2 di 50 kota dan sekitarnya jawabnya sederhana kambing2nya kurus2, gak berdaging, jumlah terbatas dan harganya jualnya sampai di Pku/Riau tidak menguntungkan. Nah dari cerita diatas kenapa kiranya tidak diprioritaskan pembangunan disektor peternakan kambing yang bernilai ekonomis, terpadu dan terintegrasi yang melibatkan masyarakat (petani) yang banyak baik secara perorangan maupun kelompok dengan bimbingan teknis serta memb erikan fasilitas permodalan dan lain sebagainya. Wass-Jepe Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: ajo duta <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 27 Jul 2013 09:51:05 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara Payakumbuh Belum Prioritas Kalau memakai istilah di jaman Orla. iko proyek "Mercu Suar" se nyeh. * ----------------------------------------------------------------------------------------------- * *Mari sato "Program Bingkisan Lebaran RN Rp.100.000/paket"* *Transfer ke YPRN Norek 0221919932 Bank BNI '46 tr. code 009* Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli - Jakarta - Sterling, Virginia USA ------------------------------------------------------------ 2013/7/27 <[email protected]> > Oh yo Nanang sebagai catatan sajo > > Kalo di Kementerian Kehutanan ado PP tentang "Pinjam Pakai Kawasan" > > > Jadi cubolah Nanang Lobby Pak Gamawan Fauzy sebagai Menteri Dalam Negeri > untuak mabuek PP > > "Pinjam Pakai Kepala Daerah" > > > Baa gak ati Nanang kok kuek bana rasonyo Pak Amran nan manuruik Nanang > gagasan liau Visioner..bisa lo dipinjam pakaikan jadi Bupati di 50 Koto > atau jadi Wako Payakumbuah :-). > > Selamat berbuka di WeIBe ya > > > Wass-Jepe > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sat, 27 Jul 2013 17:06:40 +0700 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Cc: *[email protected]<[email protected]> > *Subject: *Re: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara > Payakumbuh Belum Prioritas > > Kanda Jepe, ba a kalau dipinjamkan pak Amran Nur selamo 6 bulan jadi > Walikota Payakumbuah atau Bupati 50 Kota. Biar bisa disulap dg gagasan > beliau yg visioner. > Sekedar wacana manjalang babuko > > > Nanang, jkt > > Sent from my iPad > > On 27 Jul 2013, at 12:09, [email protected] wrote: > > Sanak Palanta RN yth > > Ya saya setuju juga kalo bicara skala prioritas dan terb atasnya anggaran, > pembangunan Bandara bukan sesuatu yg prioritas dan "penting-penting "amat > > Belum lagi status lahan yang akan dijadikan Bandara tsb, jika masuk > kawasan hutan, prosedur pelepasannya cukup rumit, menghabiskan energi, > biaya dan waktu serta peninjauan2, survey, telaah2 serta kajian dan > berbagai prosedur pertimbangan teknis di instansi terkait, banyak tim > turun..banyak biaya, belum lagi kalo direkomendasikan draft dalam laporan > atau BAP tidak bisa dilepas.."Kusak-kusuk" yg ujung2nya di tangkap KPK > ...ingat kasus si Amin dulu yg istri sesaat pedangdut itu dalam masalah > gonjang ganjing peruntukan dan pelepasan kawasan hutan. > > Lebih baik rasanya Lembah Harau 50 Kota diprioritaskan. Untuk di tata > kelola lagi untuk dijadikan. kawasan atau taman safari (eco tourism) dengan > segala kekayaan flora dan faunanya. (Insitu dan Eksitu) > > > Serta dijadikan pusat pengembangan dan penelitian anggrek spesies yang > bergengsi (bernilai konservasi dan bernilai ekonomis) untuk kawasan > Sumatera khususnya Sumbar dan tanaman hias spesies lainnya yang bersumber > dari kawasan lembah harau dan kawasan2 hutan lindung, konservasi flora dan > fauna yang berada disumbar (sumber genetic dan plasma nutfah) diteliti, > ditangkar, dikembangakan b aik dialam habitatnya (insitu) maupun dibawa > keluar dari habitatnya disuatu hutan lalu di kembangkan di lembah harau > (eksitu) > > Nantinya secara komersil bernilai ekonomis dan exsport bisa di dapat > jenis2 spesies anggrek baru hasil perkawinan silang (anggrek hibrida) dari > lembah harau ini, belum lagi faunanya..seperti kijang dan rusa dan aneka > jenis burung2 b aik yang berpenampilan indah maupun kicauan yang merdu > (murai batu, murai daun, kacer, balam/ tekukur, parkit, bondol, pipit aneka > warna dan jenis. > > > Tapi kok kareh juo hati mambangun bandara tu..kabaa nyo awak dipalanta RN > ko..samo2 kito liek sajo..apo nan tajadi ka muko, bisa baranti sorang sajo > ditangah jalan dek berbagai persoalan, bisa akhirnyo terwujud tapi baa > manfaatnyo lai bernilai guna, efektif serta secara komersil menguntungkan > > Wass-Jepe > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sat, 27 Jul 2013 04:37:30 +0000 > *To: *Rantaunet<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara > Payakumbuh Belum Prioritas > > Sanak-sanak sapalanta yth. > > Ambo juo setuju jo pandapek pak Afrizal dan sanak M. Amiroeddin. Lebih > baik dana dimanfa'atkan untuk memperbaharui jalur kereta (train) antara > BIM, Teluk Bayur dan Padang ke Padangpanjang, Bukittinggi, Payakumbuh serta > ke Solok dan Sawahlunto. Angkutan kereta itu bisa untuk penumpang dan > barang. > > Ke depan bisa ditingkatkan menjadi dua jalur. Manajemen dan fasilitasnya > ditingkatkan sehingga bisa menyaingi travel dan penggunaan mobil pribadi. > > Di luar negeri sudah umum layanan kereta terintegrasi dengan pesawat dan > bus dalam kota. > > Untuk mewujudkan hal tersebut perlu kerjasama antara anggota DPD Sumbar > dan DPR asal Sumbar, kementerian Perhubungan, Bappenas, gubernur, bupati2, > dan walikota2 terkait di Sumbar. > > Semoga terwujud > > Salam > FMNS > L65bdg > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sat, 27 Jul 2013 03:58:05 +0000 > *To: *R@ntau-net Email Group Rantaunet<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara > Payakumbuh Belum Prioritas > > Ambo sepaham dgn Pak Afrizal, bahwa sebaiknya memang dibangun dulu > infrastruktur transportasi ke BIM mungkin yg lebih tepat jalur kereta api > yg sdh ada diperbaharui dr Payakumbuh ke B'tinggi-P'Panjang-BIM-Pdg akan > lebih feasible bukan hanya waktu dan biaya tapi juga akan menumbuhkan > perekonomian dan dampak multiplier effect bagi masyarakat Sumbar akan lebih > terasa,Wass > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * "Nofend St. Mudo" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Sat, 27 Jul 2013 10:42:17 +0700 > *To: *RN - Palanta RantauNet<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[R@ntau-Net] ANGGOTA DPD RI AFRIZAL: Pembangunan Bandara > Payakumbuh Belum Prioritas > > Sabtu, 27 Juli 2013 03:36 > > PADANG, HALUAN—Anggota Komite II DPD RI Sumbar Afrizal mengatakan tidak > salah jika sebuah daerah ingin membangun bandara. Namun masalahnya > pembangunan bandara di Payakumbuh masih belum mendesak atau belum menjadi > prioritas. > > “Demi kepentingan investasi, kita mendukung saja sepenuhnya pembangunan > Bandara di Payakumbuh. Namun demikian, hendaknya pembangunan yang dilakukan > berdasarkan skala prioritas. Pembangunan bandara di Payakumbuh apakah > memang sudah termasuk skala prioritas? Saya rasa, belum,” ujar Afrizal > ketika dikonfirmasiHaluan, Jumat (26/7). > > Dikatakan Afrizal, justru yang lebih prioritas saat ini adalah pembangunan > infrastruktur jalan untuk mempercepat akses dari Payakumbuh ke Bandara > Internasional Minangkabau (BIM). > > ‘Saat ini jarak akses dari Payakumbuh ke BIM sekitar 140 menit. Harusnya > yang dilakukan adalah upaya mempersingkat jarak tempuh ke BIM tersebut, > bukan membangun bandara baru,” katanya. > > Ditambahkan Afrizal, jika ada investor yang membiayai pastinya melakukan > feasibility study atau uji kelayakan terlebih dahulu. “Kalau dilakukan uji > kelayakan, rasanya hasilnya juga tidak memungkinkan dibangun bandara. > Karenanya mustahil juga kalau ada investor yang menanamkan modalnya,” > tuturnya. > > Namun kalau pembangunannya harus dibiayai dengan APBD , dikatakannya > sangat tidak mungkin lagi. Berapa dana APBD bakal terkuras habis untuk itu. > “Sedangkan dana APBD yang sudah ada saja tak cukup untuk membiayai > pembangunan rutin. Apalagi jika ditambah untuk membangun bandara. Mana > bisa?” katanya lagi. > > Ditambahkannya, bila pembangunan bandara itu dibutuhkan, maka tidak ada > salahnya. Namun demikian, hal itu masih belum urgen untuk saat ini. > Sebaiknya pemda mengalihkan perhatian pada program pembangunan lain yang > lebih mendesak. > > Meski rencana pembangunan bandar udara (bandara) tidak tertuang dalam > Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh, > Walikota Payakumbuh, Rizal Falepi tetap ngotot mewujudkan impiannya itu. > > Selain merangkul Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno yang juga sama sama tokoh > Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Riza Falepi juga merangkul Pemkab > Limapuluh Kota yang memiliki lokasi rencana pembangunan bandara. > > Pemprov Sumbar, Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko Payakumbuh, sepakat untuk > membangun bandar udara dengan lokasi di Kubang Balambak, serta lokasi > alternatif di Piobang dan Talawi. Ketiga pemerintahan akan segera membuat > nota kesepahaman antara ketiga pemerintah dalam bentuk kerjasama antar > daerah. (h/ita) > > > http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=25191:pembangunan-bandara-payakumbuh-belum-prioritas&catid=1:haluan-padang&Itemid=70 > > -- > * > * > *Wassalam > > * > *Nofend St. Mudo > 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan > Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola > * > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
