Pak MN dan Dunsanak Palanta RN Sesuai dengan pandangan saya jika memang begitu kuat arus penolakan oleh masyarakat kota Padang (khusus) nya dan masy sumbar (ranah minang) umumnya termasuk para perantau celah yang pas adalah tahap awal memverifikasi serta menginventarisasi semua proses legalitas dan perijinannya sesuai dengan undang2 dan peraturan yang ada serta bagaimana SOP nya setiap surat ijin diterbitkan oleh instansi terkait yang ditanda tangani oleh pejabat buat check listnya (ada dan tidak ada)
Pak MN yang terhormat Ini sekedar masukan saja dijaman birokrasi kita dengan para pengampil keputusan (otoritas) mulai dari yang paraf sampai yang paling akhir membubuhkan tanda tangan semua serba "kemaruk" itulah kondisi nayata jaman sekarang Disuatu kesempatan saya pernah obrol2 santai dengan seorang pejabat tentunya saya sudah akrab dan bisa bersenda gurau sama dia tapi secara informal Saya bertanya pandangan dia sebagai pejabat bagaimana birokrasi menyikapi sebuah surat terbuka dari seorang tokoh yang nota bene pernah berada dikekuasaan baik eksekutif dan legislatif yang menentang atau menolak sebuah kebijakan investasi Jawaban dia ringan dan santai saja "Buang-buang energi dan waktu menanggapinya..paling kalopun sampai kepajabat no 1 didaerah ditarok begitu saja dimeja entah dibaca atau tidak dan terkadangpun tak sampai, buang energi dan waktu tidak bisa di disposisikan untuk ditindak lanjuti karena tidak ada dasar hukumnya kecuali ada temuan terukur data dan fakta dilampirkan ini memang harus disikapi. Kalau dia merasa tokoh dan pernah dikekuasaan sekarang sudah pensiun maaf saja bukan kami yang datang-datang ke beliau jika menyangkut kebijakan atau keputusan yang nota bene telah kami tuangkan paraf dan tanda tangan , tapi mari datang ke kantor "ngopi-ngopi" serta berbicara jika ada masukan, lain cerita hubungan silahturahhim sesama manusia dan dia seorang tokoh yang pernah dikekuasaan memang kami yang lebih muda pantas mendatangi beliau tapi diluar konteks urusan kenegaraan/birokrasi. *** Jadi Pak MN rasa2nya yang paling pas memberi "tekanan" agar mega proyek LG ini di kota Padang banyak ditolak masyarakat berbagai, perorangan, elemen2, unsur, lembaga dan ormas baik di ranah maupun dirantau agar ditinjau secara konprehensif semua proser perijinan dan legalitas LG Maaf terlalu agak naif Bapak, berkoar2 menyuruh para pejabat terima suap/ gratifikasi bersumpah2 segala, jawaban mereka sederhana saja " apa kapasitas anda, apa dasar hukum anda menyuruh bersumpah, kalau urusan dengan yang diatas nantinya dihari akhir saya juga tahu, itu urusan pribadi saya" sekarang jaman "kemaruk" Pak..ada lafas rela, ridho dan ikhlasnya salaman menerima hadiah dan gratifikasi paling tidak itu meringankan beban psikologis mereka lebih nyaman menerima grafitasi, mau apa segala sesuatu misalnya sesuai dengan peraturan yang berlaku..komplit dan syah..lalu yang paraf sampai tanda tangan dikasih uang saya pikir jarang yang menolak, kecuali tidak prosedural ada cacat dipaksakan "main belakang" itu saya pikir baru bermasalah dan menyalahgunakan kewenangan bisa diproses secara hukum ketika ada hitam diatas putih terutama dokumen2 yang mereka paraf sampai tanda tangan. Lalu singkirkan sentimen atas sentimen terhadap pengusaha pribumi maupun non pri (siapapun apakah cina wni, cina beneran dari negara Cina, india WNI atau india beneran dari negara India sana , arab, usa, eropa dll) karena ada undang2 dan aturan yang berlaku dan demi hukum semua berhak berinvestasi tanpa pandang bulu kecuali undang2 dan peraturannya diubah ada menyebutkan semisal China WNI, India WNI, Arab WNI dilarang keras berinvestasi di NKRI Jadi tolak LG berinvestasi dengan berbagai pertimbangan yang mengkwatirkan itu di kota Padang lebih melihat, meneliti secara detail segala perijinan dan legalitasnya dulu disamping tentunya memberikan tekanan moral dengan tensi yang tinggi secara militan Selamat Pagi Semua semoga yang terbaik bagi Kota Padang yang ditakutkan di tingkat masyarakat banyak terjadi kekakacuan, tindakan anarkis, bentrokan fisik, pengusa LG itu apalah mereka punya segalanya tinggal angkat kaki apa susahnya..kalau sudah banyak uang mereka keluarkan tahap awal sederhana saja mereka menyikapi dengan berkata "ya sudah lah buang sial" Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
