KAWAN-KAWAN SAPALANTA n . a . h Sasuai jo isi surek pak MN ko, paliang kita batuka pikiran disekitar palanta sajo. Kok ado bana nan taraso ciek jo duo kamaa awak kamalapor soal LIPPO_SILOAM ko, kalau per orangan kamasuak karanjang sampah sajo. Mungkin kawan-kawan ado nan dapek jalan, tolong singkoak-an saketek.
Pada 6 September 2013 15.27, Fashridjal M. Noor <[email protected]>menulis: > Pak MN, pak DZ, jo para sanal sapalanta yth. > > Berikut hasil sensus 1971 dan 2000 tentang distribusi penduduk Indonesia > menurut agama: > > *Potret Komposisi Etnis dan Agama di Indonesia**pada Milenium Kedua* > > Dari buku Moeflich Hasbullah, > > Sejarah Sosial Intelektual Islam Indonesia > > , Pustaka Setia, 2012,hal. 127-137. > > > > Angka pasti jumlah pemeluk agama di Indonesia didapatkan sejaksensus > 1971. Pada tahun itu, *pemeluk agama Islam sebagaimayoritas**berjumlah > 103,57juta atau 87,51% dari total 118,36juta pendudukIndonesia*.Angka ini > membuat Indonesia adalah negara dengan jumlahpemeluk Islam terbanyak di > dunia. *Tahun 2000 presentasenyameningkat menjadi 88,22% atau 177,52juta > dari total penduduk 201,24 juta.* Kenaikannya mencapai 73,95 juta jiwa > dengan angkapertumbuhannya pertahun 1,86%.Kristen (Protestan dan Katolik) > berjumlah 8,74jutaatau 7,39% tahun 1971 dan juga naik menjadi 17,95 juta > atau 8,92% pada tahun 2000. Hindu berjumlah 2,29juta (1,94%)pada 1971 dan > menjadi 3,65juta (1,81%) pada tahun 2000. Budha 1,09juta(0,92%) pada tahun > 1971, menjadi 1,69(0,84%) pada tahun 2000.Penganut Hindu dan Budha > mengalami kenaikan dari jumlahnya tapimengalami penurunan dari prosentasi > penduduk Indonesia. > > Menurut Pak DZ, > > Komposisi agama menurut sensus tahun 2010 adalah sbb : > > Islam 87, 18 %. > > Protestan 6,96 % > > Katolik 1,69 % > > Hindu 0,72 % > > Budha 0,05 % > > Kong Hucu 0,13 %. > > Jadi, berdasarkan hasil Sensus penduduk Indonesia tahun 1971, 2000, dan > 2010, prosentase penduduk yang menganut agama Islam adalah : > > 1971 - 87,51 % > > 2000 - 88,22 % > > 2010 - 87, 18 % > > Jadi antara 1971 - 2010, atau 39 tahun, telah terjadi penurunan prosentase > penduduk yang menganut agama Islam sebesar > > 87,51 % - 87,18 % = 0, 33 % > > Sementara itu perubahan prosentase penduduk yang menganut agama Kristen > (Protestan dan Katolik) adalah sbb: > > 1971 - 7,39 % > > 2000 - 8,82 % > > 2010 - 8,65 % > > > Jadi antara 1971 - 2010, atau 39 tahun, telah terjadi peningkatan > prosentase penduduk yang menganut agama Kristen sebesar: > > 8,65 % - 7,39 % = 1,26 % > > Tapi perlu dicatat data berikut: > > *Penambahan penduduk Kristen yang drastis terjadi diPapua, dari hanya > 0,12 juta pada 1971 menjadi 1,28 juta pada 2000 atau selama 30 tahun. Jadi, > sangat menarik, Papua merupakan propinsi yangtercepat tingkat > pertumbuhannya bagi dua agama: Islam dan Kristen.Islam 8,68% sementara > Kristen 8,27% pertahun.Pertumbuhan Kristen tercepat kedua adalah Jambi > (7,86% pertahun) dan ketiga adalahRiau(7,67% pertahun). Propinsi lain > yang termasuk tinggi angka pertumbuhan Kristennya selama 30 tahun adalah > Sumatra Barat (5,87%), Jawa Barat (4,50%), Kalimantan Barat (4,33%), > Sulawesi Tenggara(4,01%), Bengkulu (3,88) dan Bali(3,78%).* > > * Jadi memang perlu diwaspadai pertumbuhan pemeluk Kristen di Jambi, > Riau, Sumbar, dan Bengkulu di pulau Sumatra*. > > Salam > > Fashridjal M. Noor Sidin > > L65Bdg > > > > 2013/9/6 Zaid Dunil <[email protected]> > >> Ass ww >> Pak MN nan bijak bestari n a h dan adidunsanak n a h pulo. >> RE : Lima alasan kenapa proyek LG harus ditolak. >> >> *Alasan penolakan Pertama* : *Soal kristenisasi.* >> >> Maaf pak MN , nampaknya banyak nan indak akurat angko angko nan apak >> kamukokan. Apak kemukakan kalau selama 68 tahun merdeka itu awalnya Islam >> 95 % atau Kristen hanyo 5 %. Kini Kristen alah mancapai labiah dari 20 %. >> Agamo lain, Hindu , Budha , Kong Hu Cu apa apak anggap tidak ada ? >> >> Dari surek apak seolah olah kenaikan 15 % jumlah umat Kristen itu semua >> karena misi Kristen JR (Lippo ) . Satahu ambo , lippo ko baru nongol tahun >> 90 an. Dan JR ko umuanyo baru 56 tahun. Baa lo masalah kristenisasi salamo >> 68 tahun ko apak timpokan sadonyo ka JR atau Lippo. ?. >> >> Kalau diselidiki peningkatan umat Kristen itu adalah karena misi >> Zending /Missionaris yang intensif menggarap suku Dayak , Irian suku >> Pagai , suku Nias yang semula beragama animisme. Dan begitu juga yang >> banyak masuk Kristen adalah mereka yang selama ini keturunan china yang >> beragama Kong Hu Cu. Dulu suku suku itu mungkin jumlahnya tidak banyak , >> namun sekarang sudah berkembang biak sehingga pertambahan penduduk dayak , >> irian , pagai, nias dan cina keturunan itu menambah umat Kristen secara >> signifikan pula. Tidak pernah terdengar bahwa umat Islam masuk Kristen >> berbondong bondong atau secara masal. Yang ada adalah perseorangan , tapi >> jumlahnya tidak signifikan karena kita juga mendengar hampir setiap hari >> ada saja orang yang masuk Islam. Belum tentu mana yang lebih banyak orang >> non islam masuk islam atau orang Islam masuk Kristen. James Riady itu >> agamanya Kristen Ortodok, apakah peningkatan umat Kristen itu semuanya >> beragama Kristen Ortodok,?. Setahu saya agama Kristen yang dominan itu >> adalah Protestan dan Katolik, bukan agama Kristen ortodoknya James Riady. >> Bahkan Kristen ortodok itu jumlahnya sama sekali tidak signifikan (sensus >> tahun 2010) >> >> Komposisi agama menurut sensus tahun 2010 adalah sbb : >> >> Islam 87, 18 %. >> >> Protestan 6,96 % >> >> Katolik 1,69 % >> >> Hindu 0,72 % >> >> Budha 0,05 % >> >> Kong Hucu 0,13 %. >> >> Lain lain (termasuk yang tdk menjawab) 0,38 %. >> >> Jadi dari mana pula pak MN mengambil data bahwa umat Kristen itu >> jumlahnya sudah melebihi 20 % rakyat Indonesia.?. >> >> Kita perlu berhati hati , tapi gunakanlah angka yang realistis , bukan >> angka angka karangan sendiri, sekedar untuk membakar emosi umat. >> >> *Keberatan kedua* : *Supaya kerjasama dalam joint venture dll* >> >> Bapak menginginkan supaya kita mengajak investor bekerja sama dalam >> bentuk joint venture , joint enterprise yang saling menguntungkan. >> >> Gagasan bapak itu sudah dicoba pada masa Orde Baru, dan tidak berhasil >> Yang terjadi adalah para Pengusaha Cina itu membentuk usaha patungan dengan >> mengikut sertakan sopir, pembantun ya sebagai Direktur atau pemegang saham >> ‘bohongan’ untuk sekedar mendapat keringanan tertentu dari Pemerintah. >> Adakah pengusaha yang mau kerja sama dengan pengusaha cina atau asing ?. >> Pada banyak yang mau, tapi banyak yang diakali oleh asing dengan cara >> pengusaha pribumi diminta untuk setor modal tambahan lagi dalam rangka >> perluasan usaha, dan ketika pengusaha pribumi tidak mampu, maka perluasan >> usaha tetap dilakukan dengan modal tambahan dari mereka dan akibatnya >> saham pengusaha pribumi itu makin lama makin kecil, begitu juga perannya >> dalam manajemen, makin lama makin tidak ada peran sama sekali. Pengalaman >> menunjukkan seperti itu. Saya kira pengusaha pribumi termasuk pengusaha >> Minang juga sudah tahu masalah itu , dan akan pikir panjang kalau akan >> kerja sama dengan cina atau asing. Saya pesimis, gagasan bapak itu tidak >> akan terwujud. >> >> *Keberatan ketiga ; Soal pak Wako Padang tidak konsultasi dengan DPRD. * >> >> Saya kira itu pandangan bapak pribadi. Menurut saya sebagai eksekutif , >> Wako Padang itu tahu apa yang baik bagi daerahnya dan konsultasi itu bukan >> keharusan. >> >> *Keberatan ke empat : Menolak kebijakan Wako yang memberikan daerah >> strategis kepada Lippo*. Biarlah masalah ini dijawab oleh pak Wako, >> tentu Wako punya alasan. >> >> *Keberatan kelima : Ditengarai beberapa orang penting mendapat >> gratifikasi dari Lippo. *Saya kira, sebagai seorang negarawan , bapak >> tentu tidak sembarang bicara, tentu bapak punya data sampaikanlah datanya >> kepada KPK, supaya semua bisa dilacak dan ditangani dan diproses secara >> hukum. Saya mohon bapak bantulah KPK agar masalah dapat ditangani dan >> jangan sampai sinyalemen bapak itu dianggap yang bersangkutan sebagai >> pencemaran nama baik atau bahkan fitnah. >> >> Mohon maaf kepada pak MN dan sanak sapalanta atas hal hal yang tidak >> berkenan. Wassalam. >> >> Dunil Zaid, 70,5. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. >> >> >> >> >> >> >> >> 2013/9/6 JePedotCom <[email protected]> >> >>> Pak MN dan Dunsanak Palanta RN >>> >>> Sesuai dengan pandangan saya jika memang begitu kuat arus penolakan oleh >>> masyarakat kota Padang (khusus) nya dan masy sumbar (ranah minang) umumnya >>> termasuk para perantau celah yang pas adalah tahap awal memverifikasi serta >>> menginventarisasi semua proses legalitas dan perijinannya sesuai dengan >>> undang2 dan peraturan yang ada serta bagaimana SOP nya setiap surat ijin >>> diterbitkan oleh instansi terkait yang ditanda tangani oleh pejabat buat >>> check listnya (ada dan tidak ada) >>> >>> Pak MN yang terhormat >>> >>> Ini sekedar masukan saja dijaman birokrasi kita dengan para pengampil >>> keputusan (otoritas) mulai dari yang paraf sampai yang paling akhir >>> membubuhkan tanda tangan semua serba "kemaruk" itulah kondisi nayata jaman >>> sekarang >>> >>> Disuatu kesempatan saya pernah obrol2 santai dengan seorang pejabat >>> tentunya saya sudah akrab dan bisa bersenda gurau sama dia tapi secara >>> informal >>> >>> Saya bertanya pandangan dia sebagai pejabat bagaimana birokrasi >>> menyikapi sebuah surat terbuka dari seorang tokoh yang nota bene pernah >>> berada dikekuasaan baik eksekutif dan legislatif yang menentang atau >>> menolak sebuah kebijakan investasi >>> >>> Jawaban dia ringan dan santai saja >>> >>> "Buang-buang energi dan waktu menanggapinya..paling kalopun sampai >>> kepajabat no 1 didaerah ditarok begitu saja dimeja entah dibaca atau tidak >>> dan terkadangpun tak sampai, buang energi dan waktu tidak bisa di >>> disposisikan untuk ditindak lanjuti karena tidak ada dasar hukumnya kecuali >>> ada temuan terukur data dan fakta dilampirkan ini memang harus disikapi. >>> >>> Kalau dia merasa tokoh dan pernah dikekuasaan sekarang sudah pensiun >>> maaf saja bukan kami yang datang-datang ke beliau jika menyangkut kebijakan >>> atau keputusan yang nota bene telah kami tuangkan paraf dan tanda tangan , >>> tapi mari datang ke kantor "ngopi-ngopi" serta berbicara jika ada masukan, >>> lain cerita hubungan silahturahhim sesama manusia dan dia seorang tokoh >>> yang pernah dikekuasaan memang kami yang lebih muda pantas mendatangi >>> beliau tapi diluar konteks urusan kenegaraan/birokrasi. >>> >>> *** >>> >>> Jadi Pak MN rasa2nya yang paling pas memberi "tekanan" agar mega proyek >>> LG ini di kota Padang banyak ditolak masyarakat berbagai, perorangan, >>> elemen2, unsur, lembaga dan ormas baik di ranah maupun dirantau agar >>> ditinjau secara konprehensif semua proser perijinan dan legalitas LG >>> >>> Maaf terlalu agak naif Bapak, berkoar2 menyuruh para pejabat terima >>> suap/ gratifikasi bersumpah2 segala, jawaban mereka sederhana saja " apa >>> kapasitas anda, apa dasar hukum anda menyuruh bersumpah, kalau urusan >>> dengan yang diatas nantinya dihari akhir saya juga tahu, itu urusan pribadi >>> saya" sekarang jaman "kemaruk" Pak..ada lafas rela, ridho dan ikhlasnya >>> salaman menerima hadiah dan gratifikasi paling tidak itu meringankan beban >>> psikologis mereka lebih nyaman menerima grafitasi, mau apa segala sesuatu >>> misalnya sesuai dengan peraturan yang berlaku..komplit dan syah..lalu yang >>> paraf sampai tanda tangan dikasih uang saya pikir jarang yang menolak, >>> kecuali tidak prosedural ada cacat dipaksakan "main belakang" itu saya >>> pikir baru bermasalah dan menyalahgunakan kewenangan bisa diproses secara >>> hukum ketika ada hitam diatas putih terutama dokumen2 yang mereka paraf >>> sampai tanda tangan. >>> >>> Lalu singkirkan sentimen atas sentimen terhadap pengusaha pribumi maupun >>> non pri (siapapun apakah cina wni, cina beneran dari negara Cina, india WNI >>> atau india beneran dari negara India sana , arab, usa, eropa dll) karena >>> ada undang2 dan aturan yang berlaku dan demi hukum semua berhak >>> berinvestasi tanpa pandang bulu kecuali undang2 dan peraturannya diubah ada >>> menyebutkan semisal China WNI, India WNI, Arab WNI dilarang keras >>> berinvestasi di NKRI >>> >>> Jadi tolak LG berinvestasi dengan berbagai pertimbangan yang >>> mengkwatirkan itu di kota Padang lebih melihat, meneliti secara detail >>> segala perijinan dan legalitasnya dulu disamping tentunya memberikan >>> tekanan moral dengan tensi yang tinggi secara militan >>> >>> Selamat Pagi Semua semoga yang terbaik bagi Kota Padang yang ditakutkan >>> di tingkat masyarakat banyak terjadi kekakacuan, tindakan anarkis, >>> bentrokan fisik, pengusa LG itu apalah mereka punya segalanya tinggal >>> angkat kaki apa susahnya..kalau sudah banyak uang mereka keluarkan tahap >>> awal sederhana saja mereka menyikapi dengan berkata "ya sudah lah buang >>> sial" >>> >>> >>> Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry® >>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> =========================================================== >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> =========================================================== >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>> --- >>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >>> Grup Google. >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >>> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
