Pak MN, pak DZ, jo para sanal sapalanta yth.

Berikut hasil sensus 1971 dan 2000 tentang distribusi penduduk Indonesia
menurut agama:

*Potret Komposisi Etnis dan Agama di Indonesia**pada Milenium Kedua*

Dari buku Moeflich Hasbullah,

Sejarah Sosial Intelektual Islam Indonesia

, Pustaka Setia, 2012,hal. 127-137.



Angka pasti jumlah pemeluk agama di Indonesia didapatkan sejaksensus 1971.
Pada tahun itu, *pemeluk agama Islam sebagaimayoritas**berjumlah 103,57juta
atau 87,51% dari total 118,36juta pendudukIndonesia*.Angka ini membuat
Indonesia adalah negara dengan jumlahpemeluk Islam terbanyak di dunia. *Tahun
2000 presentasenyameningkat menjadi 88,22% atau 177,52juta dari total
penduduk 201,24 juta.* Kenaikannya mencapai 73,95 juta jiwa dengan
angkapertumbuhannya
pertahun 1,86%.Kristen (Protestan dan Katolik) berjumlah 8,74jutaatau 7,39%
tahun 1971 dan juga naik menjadi 17,95 juta atau 8,92% pada tahun 2000.
Hindu berjumlah 2,29juta (1,94%)pada 1971 dan menjadi 3,65juta (1,81%) pada
tahun 2000. Budha 1,09juta(0,92%) pada tahun 1971, menjadi 1,69(0,84%) pada
tahun 2000.Penganut Hindu dan Budha mengalami kenaikan dari jumlahnya
tapimengalami penurunan dari prosentasi penduduk Indonesia.

Menurut Pak DZ,

Komposisi agama menurut sensus tahun 2010 adalah sbb :

Islam       87, 18 %.

Protestan  6,96 %

Katolik     1,69 %

Hindu       0,72 %

Budha       0,05 %

Kong Hucu 0,13 %.

Jadi, berdasarkan hasil Sensus penduduk Indonesia tahun 1971, 2000, dan
2010, prosentase penduduk yang menganut agama Islam adalah :

1971  - 87,51 %

2000 - 88,22 %

2010 - 87, 18 %

Jadi antara 1971 - 2010, atau 39 tahun, telah terjadi penurunan prosentase
penduduk yang menganut agama Islam sebesar

87,51 % - 87,18 % = 0, 33 %

Sementara itu perubahan prosentase penduduk yang menganut agama Kristen
(Protestan  dan Katolik) adalah sbb:

1971 - 7,39 %

2000 - 8,82 %

2010 - 8,65 %


Jadi antara 1971 - 2010, atau 39 tahun, telah terjadi peningkatan
prosentase penduduk yang menganut agama Kristen sebesar:

8,65 % - 7,39 % = 1,26 %

Tapi perlu dicatat data berikut:

*Penambahan penduduk Kristen yang drastis terjadi diPapua, dari hanya 0,12
juta pada 1971 menjadi 1,28 juta pada 2000 atau selama 30 tahun. Jadi,
sangat menarik, Papua merupakan propinsi yangtercepat tingkat
pertumbuhannya bagi dua agama: Islam dan Kristen.Islam 8,68% sementara
Kristen 8,27% pertahun.Pertumbuhan Kristen tercepat kedua adalah Jambi
(7,86% pertahun) dan ketiga adalahRiau(7,67% pertahun). Propinsi lain yang
termasuk tinggi angka pertumbuhan Kristennya selama 30 tahun adalah Sumatra
Barat (5,87%), Jawa Barat (4,50%), Kalimantan Barat (4,33%), Sulawesi
Tenggara(4,01%), Bengkulu (3,88) dan Bali(3,78%).*

* Jadi memang perlu diwaspadai pertumbuhan pemeluk Kristen di Jambi, Riau,
Sumbar,  dan Bengkulu di pulau Sumatra*.

Salam

Fashridjal M. Noor Sidin

L65Bdg



2013/9/6 Zaid Dunil <[email protected]>

> Ass ww
> Pak MN nan bijak bestari n a h dan adidunsanak n a h pulo.
> RE  : Lima alasan kenapa proyek LG harus ditolak.
>
> *Alasan penolakan Pertama* : *Soal kristenisasi.*
>
> Maaf pak MN , nampaknya banyak nan indak akurat angko angko nan apak
> kamukokan. Apak kemukakan kalau selama  68 tahun merdeka itu awalnya  Islam
> 95 % atau Kristen hanyo 5 %. Kini Kristen alah mancapai labiah dari 20 %.
> Agamo lain, Hindu , Budha , Kong Hu Cu apa apak anggap tidak ada ?
>
> Dari surek apak seolah olah kenaikan 15 % jumlah umat Kristen itu semua
> karena misi Kristen JR (Lippo ) . Satahu ambo , lippo ko baru nongol tahun
> 90 an. Dan JR ko umuanyo baru 56 tahun. Baa lo masalah kristenisasi salamo
> 68 tahun ko  apak timpokan  sadonyo ka JR atau Lippo. ?.
>
> Kalau diselidiki  peningkatan  umat Kristen itu adalah karena misi Zending
> /Missionaris  yang intensif menggarap suku Dayak , Irian suku  Pagai , suku
> Nias yang semula beragama animisme. Dan begitu juga yang banyak masuk
> Kristen adalah mereka yang selama ini keturunan china yang beragama Kong Hu
> Cu. Dulu suku suku itu mungkin jumlahnya tidak banyak , namun sekarang
> sudah berkembang biak sehingga  pertambahan penduduk dayak , irian , pagai,
> nias dan  cina keturunan itu menambah umat Kristen secara signifikan pula.
> Tidak pernah terdengar bahwa umat Islam masuk Kristen berbondong bondong
> atau secara masal.  Yang ada adalah perseorangan , tapi jumlahnya tidak
> signifikan karena kita juga mendengar hampir setiap hari ada saja orang
> yang masuk Islam. Belum tentu mana yang lebih banyak orang non islam masuk
> islam atau orang Islam masuk Kristen. James Riady itu agamanya Kristen
> Ortodok, apakah peningkatan umat Kristen itu semuanya beragama Kristen
> Ortodok,?. Setahu saya agama Kristen yang dominan itu adalah Protestan dan
> Katolik, bukan agama Kristen ortodoknya James Riady. Bahkan Kristen ortodok
> itu jumlahnya sama sekali tidak signifikan  (sensus tahun 2010)
>
> Komposisi agama menurut sensus tahun 2010 adalah sbb :
>
> Islam       87, 18 %.
>
> Protestan  6,96 %
>
> Katolik     1,69 %
>
> Hindu       0,72 %
>
> Budha       0,05 %
>
> Kong Hucu 0,13 %.
>
> Lain lain (termasuk yang tdk menjawab)  0,38 %.
>
> Jadi dari mana pula pak MN mengambil data bahwa umat Kristen itu jumlahnya
> sudah melebihi 20 % rakyat Indonesia.?.
>
> Kita perlu berhati hati , tapi gunakanlah angka yang realistis , bukan
> angka angka karangan sendiri, sekedar untuk membakar emosi umat.
>
> *Keberatan  kedua* : *Supaya kerjasama dalam joint venture dll*
>
> Bapak menginginkan supaya kita mengajak investor bekerja sama dalam bentuk
> joint venture , joint enterprise yang saling menguntungkan.
>
> Gagasan bapak itu sudah dicoba pada masa Orde Baru, dan tidak berhasil
> Yang terjadi adalah para Pengusaha Cina itu membentuk usaha patungan dengan
> mengikut sertakan sopir, pembantun ya sebagai Direktur atau pemegang saham
> ‘bohongan’ untuk sekedar mendapat keringanan tertentu dari Pemerintah.
>  Adakah pengusaha yang mau kerja sama dengan pengusaha cina atau asing ?.
> Pada banyak  yang mau, tapi banyak yang diakali oleh asing dengan cara
> pengusaha pribumi diminta untuk setor modal tambahan lagi dalam rangka
> perluasan usaha, dan ketika pengusaha pribumi tidak mampu, maka perluasan
> usaha  tetap dilakukan dengan modal tambahan dari mereka dan akibatnya
> saham pengusaha pribumi itu makin lama makin kecil, begitu juga perannya
> dalam manajemen, makin lama makin tidak ada peran sama sekali. Pengalaman
> menunjukkan seperti itu. Saya kira pengusaha pribumi termasuk pengusaha
> Minang juga sudah tahu masalah itu , dan akan pikir panjang kalau akan
> kerja sama dengan cina atau asing. Saya pesimis, gagasan bapak itu tidak
> akan terwujud.
>
> *Keberatan ketiga ;  Soal pak Wako Padang tidak konsultasi dengan DPRD. *
>
> Saya kira itu pandangan bapak pribadi.  Menurut saya sebagai eksekutif ,
> Wako Padang itu tahu apa yang baik bagi daerahnya dan konsultasi itu bukan
> keharusan.
>
> *Keberatan ke empat  :  Menolak kebijakan Wako yang memberikan daerah
> strategis kepada Lippo*.  Biarlah masalah ini dijawab oleh pak Wako,
> tentu Wako punya alasan.
>
> *Keberatan kelima : Ditengarai beberapa orang penting mendapat
> gratifikasi dari Lippo. *Saya kira, sebagai seorang negarawan , bapak
> tentu tidak sembarang bicara, tentu bapak punya data sampaikanlah datanya
> kepada KPK, supaya semua bisa dilacak dan ditangani dan diproses secara
> hukum. Saya mohon bapak bantulah KPK agar masalah dapat ditangani dan
> jangan sampai sinyalemen bapak itu dianggap yang bersangkutan sebagai
> pencemaran nama baik atau bahkan fitnah.
>
> Mohon maaf kepada pak MN  dan sanak sapalanta  atas hal hal yang tidak
> berkenan. Wassalam.
>
> Dunil Zaid, 70,5. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg.
>
>
>
>
>
>
>
> 2013/9/6 JePedotCom <[email protected]>
>
>> Pak MN dan Dunsanak Palanta RN
>>
>> Sesuai dengan pandangan saya jika memang begitu kuat arus penolakan oleh
>> masyarakat kota Padang (khusus) nya dan masy sumbar (ranah minang) umumnya
>> termasuk para perantau celah yang pas adalah tahap awal memverifikasi serta
>> menginventarisasi semua proses legalitas dan perijinannya sesuai dengan
>> undang2 dan peraturan yang ada serta bagaimana SOP nya setiap surat ijin
>> diterbitkan oleh instansi terkait yang ditanda tangani oleh pejabat buat
>> check listnya (ada dan tidak ada)
>>
>> Pak MN yang terhormat
>>
>> Ini sekedar masukan saja dijaman birokrasi kita dengan para pengampil
>> keputusan (otoritas) mulai dari yang paraf sampai yang paling akhir
>> membubuhkan tanda tangan semua serba "kemaruk" itulah kondisi nayata jaman
>> sekarang
>>
>> Disuatu kesempatan saya pernah obrol2 santai dengan seorang pejabat
>> tentunya saya sudah akrab dan bisa bersenda gurau sama dia tapi secara
>> informal
>>
>> Saya bertanya pandangan dia sebagai pejabat bagaimana birokrasi menyikapi
>> sebuah surat terbuka dari seorang tokoh yang nota bene pernah berada
>> dikekuasaan baik eksekutif dan legislatif yang menentang atau menolak
>> sebuah kebijakan investasi
>>
>> Jawaban dia ringan dan santai saja
>>
>> "Buang-buang energi dan waktu menanggapinya..paling kalopun sampai
>> kepajabat no 1 didaerah ditarok begitu saja dimeja entah dibaca atau tidak
>> dan terkadangpun tak sampai, buang energi dan waktu  tidak bisa di
>> disposisikan untuk ditindak lanjuti karena tidak ada dasar hukumnya kecuali
>> ada temuan terukur data dan fakta dilampirkan ini memang harus disikapi.
>>
>> Kalau dia merasa tokoh dan pernah dikekuasaan sekarang sudah pensiun maaf
>> saja bukan kami yang datang-datang ke beliau jika menyangkut kebijakan atau
>> keputusan yang nota bene telah kami tuangkan paraf dan tanda tangan , tapi
>> mari datang ke kantor "ngopi-ngopi" serta berbicara jika ada masukan, lain
>> cerita hubungan silahturahhim sesama manusia dan dia seorang tokoh yang
>> pernah dikekuasaan memang kami yang lebih muda pantas mendatangi beliau
>> tapi diluar konteks urusan kenegaraan/birokrasi.
>>
>> ***
>>
>> Jadi Pak MN rasa2nya yang paling pas memberi "tekanan" agar mega proyek
>> LG ini di kota Padang banyak ditolak masyarakat berbagai, perorangan,
>>  elemen2, unsur, lembaga dan ormas baik di ranah maupun dirantau agar
>> ditinjau secara konprehensif semua proser perijinan dan legalitas LG
>>
>> Maaf terlalu agak naif Bapak, berkoar2 menyuruh para pejabat terima suap/
>> gratifikasi bersumpah2 segala, jawaban mereka sederhana saja " apa
>> kapasitas anda, apa dasar hukum anda menyuruh bersumpah, kalau urusan
>> dengan yang diatas nantinya dihari akhir saya juga tahu, itu urusan pribadi
>> saya" sekarang jaman "kemaruk" Pak..ada lafas rela, ridho dan ikhlasnya
>> salaman menerima hadiah dan gratifikasi paling tidak itu meringankan beban
>> psikologis mereka lebih nyaman menerima grafitasi, mau apa segala sesuatu
>> misalnya sesuai dengan peraturan yang berlaku..komplit dan syah..lalu yang
>> paraf sampai tanda tangan dikasih uang saya pikir jarang yang menolak,
>> kecuali tidak prosedural ada cacat dipaksakan "main belakang" itu saya
>> pikir baru bermasalah dan menyalahgunakan kewenangan bisa diproses secara
>> hukum ketika ada hitam diatas putih terutama dokumen2 yang mereka paraf
>> sampai tanda tangan.
>>
>> Lalu singkirkan sentimen atas sentimen terhadap pengusaha pribumi maupun
>> non pri (siapapun apakah cina wni, cina beneran dari negara Cina, india WNI
>> atau india beneran dari negara India sana , arab, usa, eropa dll) karena
>> ada undang2 dan aturan yang berlaku dan demi hukum semua berhak
>> berinvestasi tanpa pandang bulu kecuali undang2 dan peraturannya diubah ada
>> menyebutkan semisal China WNI, India WNI, Arab WNI dilarang keras
>> berinvestasi di NKRI
>>
>> Jadi tolak LG berinvestasi dengan berbagai pertimbangan yang
>> mengkwatirkan itu di kota Padang lebih melihat, meneliti secara detail
>> segala perijinan dan legalitasnya dulu disamping tentunya memberikan
>> tekanan moral dengan tensi yang tinggi secara militan
>>
>> Selamat Pagi Semua semoga yang terbaik bagi Kota Padang yang ditakutkan
>> di tingkat masyarakat banyak terjadi kekakacuan, tindakan anarkis,
>> bentrokan fisik, pengusa LG itu apalah mereka punya segalanya tinggal
>> angkat kaki apa susahnya..kalau sudah banyak uang mereka keluarkan tahap
>> awal sederhana saja mereka menyikapi dengan berkata "ya sudah lah buang
>> sial"
>>
>>
>> Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>>   1. Email besar dari 200KB;
>>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke