Bung JePe yang kritis konstruktif,
Ambo bisa mamahami pandapek/komentar bung JePe tantang Tulisan Pak MN:
"Lima Alasan Kenapa Proyek LG Harus Ditolak".
Kito dipalanta ko sarancaknyo batarimokasih jo basyukur, pak MN nan ala
baumua 80 tahun tu masih mampu marumuskan 5 argumentasi untuak manulak
proyek LG di Padang, tantu badasarkan pangalaman2 baliau salamo
bakacimpuang di bidang politik. Justeru kito nan labiah mudo dari baliau
ikuik aktif mancari jo mangumpuakan data jo fakta/bukti untuak
mandukuang argumentasi2 baliau tasabuik nan samo2 kito rasokan pulo
salamoko baa praktek2 kolusi antaro Pengu ASA jo PenguSAHA nan acok
baujuang jo praktek2 kolusi antaro PenJABAT jo PenjaHAT, nan akhie2nyo
malamahkan NKRI jo manyangsarokan rakyat. .Bukankah alah ado bukti Ormas
Aisyiah jo LKAAM nan mamulangkan baliak pitih nan ditarimonyo dari LG,
apo ndak masuak gratifikasi tu? Rasonyo kurang bijak kito mandorong
baliau untuak maagiah data2 jo bukti2 langkok, apolai kamanyuruah baliau
nan ala sagaektu ikuik pulo aktif bademo.pulang baliak Jakarta-Padang.
Mari kito buktikan dipalantako bahaso urang Minang itu bisa bakarajo
samo, kan labiah rancak. Maaf kalau tanggapan amboko indak sasuai jo sanak.
Wassalam,
Asmardi Arbi , 72, Kampai, Tangsel. Asa rang gaek Pasisia.
On 09/09/2013 06:19, JePedotCom wrote:
Pak ZD dan Duns Palanta RN
Menilik data yang Pak ZD sampaikan yaitu penduduk Sumbar yang beragama
Kristen (protesten dan khatolik) 2 persen (tahun 2010) atau 109.681 orang
Yang jadi pertanyaan kita dari jumlah 109.681 orang teraebut berapa
orang jika ada orang yang bersuku minang menjadi penduduk Sumbar yang
Kristen ?
Saya memang tidak punya data statistik atas hal tersebut, tapi saya
sebagai orang yang bersuku minang lahir, remaja dan besar di Kota
Padang sejak SMA paling tidak secara pengalaman pribadi belum pernah
saya sekalipun sampai detik ini yang namanya kenalan saya suku/anak
minang di Sumbar yang beragama Kristen, itu artinya bisa lah dikatakan
dalam angka tersebut jumlah Kristen penduduk Sumbar disumbangkan
terbesar dari penduduk Mentawai (secara adm pemerintahan masuk
propinsi Sumbar), nonpri atau cina Padang (istilahnya), orang/suku
Batak yang beragama Kristen jadi penduduk tetap Sumbar yang disensus
serta suku2 lain di nusantara yang didaerah asalnya majoriti kristen
yang menjadi penduduk tetap (ber KTP) Sumbar.
Saya memang melihat keberatan 5 poin keberatan Pak MN yang disampaikan
beliau secara tertulis lebih penekanannya kepada Sentimen yang berbau
SARA dalam arti siapa yang menguasai negara ini, pribumi-non pribumi,
agama. Seakan langit mau runtuh saja oleh Pak MN atas proyek LG ini
sementara beliau berdomisili di Jakarta masih mending berada di Padang
ikut demo2 terbuka, orasi bersama semua elemen masyarakat yang menolak
keberadaa LG berinvestasi di kota Padang, beliau berteriak
diseberangan lautan dari jakarta melalui surat terbuka, surat2 lainnya
saya fikir ini tidak fair juga dalam menyelesaikan sebuah masalah pro
dan kontra di Kota Padang kalau beliau seorang dan atau kapasitasnya
tokoh ranah minang yang peduli , lalu ketika diundang oleh pihak pemda
tidak datang alasan tiket rasa2nya bagi saya kurang masuk akal dimana
penerbangan ke Padang saat2 sekarang bukan pada jadwal sibuk (liburan)
dan banyak maskapai penerbangan secara reguler ke Padang dari Jakarta
dan dari ujung jari bisa dipesan melalui web maskapai secara online.
Bagi saya pribadi secara hati nurani tentu lebih cendrung jangan LG
yang berinvestasi RS Modern di Kota Padang, apasalahnya otoritas
mengajak pengusaha yang Islami dalam bidang ini salah satunya pemilik
RS Awal Bross yang cukup banyak dan maju dalam berinvestasi RS di
berbagai kota besar di Indonesi, kita semuanya sebagai anak manusia
suku minang tentunya prihatin juga masalah pro dan kontra ini terhadap
kurang pekanya pihak pemda Sumbar dan pemkot Padang dalam
mempertimbangkan dampak pro dan kontra di masyarakat banyak jika LG
yang diajak atau diundang berinvestasi di Kota Padang walau "demi
hukum" di NKRI ini semua orang apapun suku dan rasnya, melalu badan
hukum (CV, PT, Koperasi dll) punya hak yang sama untuk melakukan
usaha-usaha ekonomi di bidang apapun sesuai undang-undang dan
peraturan yang berlaku.
Jika memang terasa disini oleh pihak pengusaha (LG) ada nuansa "suap
dan gratifikasi" pada pejabat-pejabat. Seperti yang disampaikan Pak MN
tentu kita tidak bisa juga menuduh secara terbuka melalui surat tanpa
dilampir data2 dan bukti2, apalagi menyuruh bersumpah2 segala apa
dasar hukumnya, apa kapasitas kiita menyuruh pejabat2 tsb bersumpah
menerima atau tidak gratifikasi.
Semoga semua pihak bisa melihat ini lebih arif dan bijaksana dari
segala aspek dan ada ketegasan yang berkekuatan hukum dilaksanakan
atau tidak mega proyek LG di Kota Padang sehingga ditingkat masyarakat
banyak yang pro dan kontra tidak terjadi bentrokan fisik, chaos dan
tindakan anarkis yang nota bene masyarakat banyak juga yang jadi
korban bukan para elite, bukan Pak MN dan bukan kita2 members palanta
RN ini.
Wass-Jepe, L- 48 ThnPowered by Telkomsel BlackBerry®
------------------------------------------------------------------------
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.