Mokasih Nofend St Mudo informasinyo.
   Sabagai urang nn nenek moyangnyo baasa dari Pikumbuah cq Sarilamak,io sangat 
mauruik dado JB komah.
   Ndak tabayang ado arisan seks(julo2 seks) dikalangan siswa/i SMA di daerah 
Pikumbuah tu.Alun tanang deburan jantuang JB akibat perkosaan jahannam 
berjamaah nn menimpa siswi Mts Kubang n siswi SMAN Gu guak,kini adolo barito 
bhw ado 200 orang perempuan hamil diluar nikah.La haula wala quu wata billah.
   Lah kakaram dunia komah nampak 'e.                       Namun walau coman 
tun bana keadaannyo, sabalun azab Allah swt datang manimpa kito, marilah kito 
paara ortu khususnyo nan ado di Pikumbuah,n pemuka masyarakat,para guru n 
aparat terkait lainnyo secara basamo bahu membahu mengawasi pergaulan anak2 
mudo ini.
   Jaan tasingguang surang ayah or Ibu kalau anaknyo dite gur oleh salah 
seorang pemuka masyarakat diateh kalau anaknyo berbuat a- susila or kurang 
sopan.
   Himbauan ini berlaku juga kpd ortu disaantero Sumbar krn JB yakin 'pekat' 
ini nn baru ketahuan di Pikumbuah itu, tidak tertutup kemungkinan pekat tu  ada 
pula didaerah lain di Sumbar dlm skala n kwantitas nn babedo n alun ketahuan.
    JB,DtRJ,75thn labiah,kini lah di Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "Nofend St. Mudo" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 2 May 2014 14:48:54 
To: RN - Palanta RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] 200 Perempuan Hamil di Luar Nikah, Ada Pelajar Arisan
 Seks di Limapuluh Kota

Limapuluh Kota, Padek—Ka­bar tak sedap muncul sehari jelang Hari Pendidikan
Nasional (Hardiknas). Belum hilang di inga­tan publik pada kasus
pe­mer­­kosaan siswa MTS Mu­ham­madiyah Kubang dan SMAN 1 Guguak, kini
muncul pula kabar memprihatinkan, yakni arisan seks di kalangan pelajar SMA.

Kabar itu awalnya diperoleh Padang Ekspres dari aktivis Se­rikat Petani
Indonesia (SPI) Eka Kurniawan Sago Indra, semasa ia ber­kampanye sebagai
ca­leg Par­tai NasDem un­tuk DPRD Sum­bar, beberapa waktu lalu.

Namun, kabar itu kini se­makin menyebar luas, se­telah pe­ngurus MUI,
or­mas Islam, dan LKAAM Limapuluh Kota, meng­gelar pertemuan di kawa­san
Medan Nan Bapaneh, Ta­ran­­tang, Harau, Kamis (1/5).

Dalam pertemuan yang di­ha­diri Ketua MUI Buya Safri­zon Azwar, Ketua BAZDA
Haji Jayus­man, Wakil Ketua NU Su­dir­man Sair, Sekretaris IKADI Hen­dra
Bakti, pengurus Mu­ham­ma­diyah Hamdi Samah, Ketua PERTI Zulkifli Dt Rajo
Mang­kuto, pengurus LDS Nurak­mal, dan 7 pengurus LKAAM dipim­pin Abdul
Aziz Dt Gindo Malano itu terungkap, ada 3 pelajar yang baru-baru ini tidak
ikut ujian nasional (UN), karena hamil di luar nikah.

Setelah ditelusuri, ketiga pe­lajar di wilayah selatan Kabu­paten Limapuluh
Kota itu ter­nyata hamil di luar nikah akibat ikut arisan seks. “Seperti
layak­nya sebuah arisan, dalam arisan seks ini, mereka awalnya mem­buat
komunitas sendiri. Lalu, meng­gelar pertemuan, me­nga­dakan undian dan
mencabut loting,” kata Ketua Bazda Haji Jayusman, dalam pertemuan itu.

Selain kasus arisan seks, MUI Li­mapuluh Kota juga men­dapat in­­formasi
sahih dari Dinas Ke­se­­ha­tan, terkait adanya 200 pe­rem­­puan yang hamil
di luar ni­kah, da­lam beberapa waktu ter­ak­hir.
”Kasus arisan seks ini awal­nya terungkap dari data Dinkes soal 200
perempuan yang hamil di luar nikah,” ujar Ketua MUI Safrizon Azwar.

Dalam pertemuan tersebut, pe­­ngurus ormas Islam dan LKAAM juga membahas
sejum­lah fenomena lain terkait pe­nyakit masyarakat. Termasuk, du­gaaan
maraknya judi dan adanya tempat produksi tuak.

Untuk itu pula, para pe­ngu­rus Islam dan LKAAM, menge­luarkan pernyataan
sikap yang ditebar lewat media massa.

Dalam pernyataan sikapnya, para pengurus ormas Islam dan LKAAM melihat,
maraknya ka­sus seks bebas, kejahatan seks ter­hadap anak dan berbagai
ma­cam pekat, tidak hanya meng­­aki­bat­kan rusaknya sosial mas­yarakat dan
dapat mengancam kehidu­pan masyarakat. Tapi le­bih fatal, dapat menyebabkan
mur­ka Allah SWT, seperti di­ungkapkan dalam Al-Quran, Surat Al-Anfal Ayat
25. “Kami, sangat prihatin terhadap kasus maksiat dan pekat di Lima­puluh
Kota. Kami minta, peme­rintah daerah dan muspida atau ForumKomunikasi
Pim­pinan Dae­­­rah (FKPD), mem­berikan per­hatian yang serius terhadap
ber­bagai masalah maksiat dan pekat ini,” harap Buya Safrizon Azwar dan
Abdul Aziz Dt Gindo Malano.

Untuk meminimalisir kasus-kasus maksiat dan amoral di Limapuluh Kota, Buya
Safrizon dan Abdul Aziz Dt Gindo Mala­no, ormas Islam bersama LKAAM,
mendorong  tegaknya kembali hukum moral (sanksi adat) di berbagai nagari.
”Kami juga mengimbau niniak mamak, alim ulama, c­a­diak pandai, bundo
kan­duang, untuk memagari diri dan anak kemanakan kita, dari segala ma­cam
bentuk maksiat atau pe­kat. Kita selamatkan kam­pung kita ini dari krisis
moral yang terjadi,” ingat Buya Safrizon Azwar dan Abdul Aziz Dt Gindo
Malano. (*)

Padang Ekspres • Jumat, 02/05/2014 09:54 WIB • Fajar Rillah Vesky • 2984
klik
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=50817--



*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke