Waalaikumsalam WrWb

Bundo, sabalunyo mohon maaf dek karano ambo partamo mamfwd berita ko ka
Palanta
tantu bagi ambo, indak ado niak saketek pun kito ingin manjelekan suatu
daerah/wilayah dg mangirim kaba iko ka palanta. Tapi memang seperti itulah
kurang labiahnyo nan tajadi dikampuang awak bundo, dan memang pado dasarnyo
ado (prilaku) macam iko ditiok2 daerah dikampuang awak.

Sebagai tambahan, iko laporan nan ditulis haruan hari ko tentang kasus
diateh, semoga dg banyak awak tau, semakin banyak awak nan prihatin, dan
selalu maingekan dunsanak awak dikampuang tentang bahanyanyo kebebasanan
anak mudo kini.

Wassalam.


KASUS ARISAN SEKS PELAJAR
DISELIDIKI<http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/31364-kasus-arisan-seks-pelajar-diselidiki>[image:
PDF]<http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/31364-kasus-arisan-seks-pelajar-diselidiki?format=pdf>[image:
Cetak]<http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/31364-kasus-arisan-seks-pelajar-diselidiki?tmpl=component&print=1&layout=default&page=>[image:
Surel]<http://harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=35074d48cb155af0cac991d92efed9cc917d6eaf>

*DINAS PENDIDIKAN SUMBAR TURUNKAN TIM KE LIMAPULUH KOTA*

Kasus arisan seks pelajar yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Limapuluh
Kota membuat gusar kalangan pendidik. Karena itu, Dinas Pendidikan Sumbar
akan menurunkan tim untuk menyelidiki kasus tersebut.

*PADANG, HALUAN —* Dinas Pendidikan Suma­tera Barat akan menu­runkan tim
untuk menel­usuri kasus arisan seks yang dilakukan pelajar di Kabupaten
Limapuluh Kota. Permasalahan ini dinilai sudah melukai hati rakyat Sumatera
Barat.

“Kita akan cek, data itu benar apa tidak. Karena informasi yang didapat
dari Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota bahwa informasi terjadinya
arisan seks ini baru didapat dari Dinas Kesehatan,” terang Kepala Dinas
Pendidikan Sumbar Syamsulrizal dite­mui usai me­ngikuti kegia­tan ziarah
kubur pe­ringa­tan Hari Pen­­didikan Na­sio­­nal, Jumat (2/5).

Melihat kon­disi ini, Syam­sulrizal mene­kankan agar ke­pala daerah bisa
menekan orang tua untuk me­mastikan anak­nya sudah bera­da di rumah pa­da
pukul 18.00 WIB. Tidak lagi berkeliaran di malam hari. Termasuk orang tua
juga mesti punya ilmu dan waktu untuk mengurus anak.

“Terkait tindakan apa yang akan kita lakukan di lapangan, kita akan
koordinasi dengan Bupati dan Kepala Dinas, namun untuk sanksi itu menjadi
kewenangan daerah,” te­rang Syamsulrizal.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi yang digelar MUI, LKAAM dan lembaga
kemasyarakatan lainnya di Limapuluh Kota terungkap terjadinya arisan seks
yang dila­kukan oleh pela­jar SMA. Hal ini diketahui ketika ada siswi yang
tidak me­ngi­kuti UN ka­re­na hamil di luar nikah.  Ti­dak sampai di sana,
siswi yang hamil ini terlibat dalam arisan seks yang dilaksanakan oleh
komunitasnya. Tidak hanya itu, data Dinas Kesehatan Limapuluh Kota didapat
bahwa sekitar 200 orang perempuan hamil di luar nikah di daerah tersebut.

*Pol PP Padang Waspada*

Terjadinya arisan seks yang dilakukan oleh siswa di Kabupaten Lima Puluh
Kota membuat Satuan

Polisi Kota Padang waspada. Satpol PP Kota Padang akan melakukan razia
intensif untuk para siswa di Kota Padang. Selain itu Satpol PP Kota Padang
meminta masyarakat untuk memberikan informasi jika ada menemukan keadaan
tersebut.

“Sejauh ini belum ada kejadian tersebut di Kota Padang. Mudah-mudahan tidak
sampai terjadi di Kota Padang ini,”ujar Kasatpol PP Kota Padang Andre
Algamar, Jumat (2/5).

Dijelaskan oleh Andre bahwa kelakuan nakal para remaja di Kota Padang hanya
baru sebatas kumpul-kumpul sampai larut malam. “Dari hasil razia yang kita
lakukan, kebanyakan mereka terjaring saat berkumpul atau duduk-duduk sampai
larut malam,” ujar Andre lagi.

Untuk menghindari terjadinya arisan seks seperti yang terjadi di Kabupaten
Lima Puluh Kota,  Satpol PP Padang rutin mela­kukan razia bagi para
pelajar, baik pagi, siang, maupun malam hari.

Selain itu Andre juga meminta kepada masyarakat untuk selalu memberikan
informasi kepada  Satpol PP. “Satpol PP selalu terbuka untuk menerima
infor­masi dari masyarakat. Jika masyarakat mengetahui kejadian arisan seks
tersebut, segera laporkan ke Satpol PP,” ujarnya.

Setiap siswa yang terkena razia selalu diberikan pembinaan oleh Satpol PP
dan dipanggil orang tuanya. “Orang tua siswa supaya menjaga anaknya supaya
tidak sampai terjerat dalam pergaulan yang salah,” kata dia.

Untuk mengatasi siswa me­nonton video porno di warnet maka Satpol PP selalu
melaku­kan razia ke warnet-warnet. “Satpol PP akan menertibkan
warnet-warnet yang membiarkan siswa menonton video porno,” ujar Andre.

*Kontrol Lemah*

Psikolog Yuni yang ditemui di ruangannya Selasa (29/4) mengatakan, kasus
pelecehan seksual atau perbuatan asusila kepada anak saat ini, terutama
yang melibatkan anak dibawah umur sebagai korban maupun sebagai pelaku,
merupakan gambaran lemahnya fungsi kontrol sosial dan keluarga terhadap
anak. Faktor penitipan atau pengasuhan anak, maupun gangguan psikologis
merupakan faktor yang dapat memicu tindakan penyimpangan seksual oleh
anak-anak di bawah umur.

Pengalaman mendapatkan kekerasan seksual secara fisik maupun non fisik pada
anak juga bisa pemicu utama anak untuk berperilaku seksual yang belum
sepantasnya dilakukan oleh golongan usianya.

Terpisah, Kepala Dinas Pen­d­idikan Padang Indang Dewata mengatakan,
terkait perbuatan asusila terhadap anak atau sesama anak di bawah umur
harus menjadi perhatian bagi seluruh pihak.

“Untuk itu, orang tua tidah boleh menyerahkan sepenuhnya anak-anak kepada
pihak sekolah, karena kontrol dari orang tua juga sangat diperlukan,
pengaruh itu bisa saja datang dari ling­kungan sekitarnya seperti
teman-temannya,” ujarnya di Padang kemarin.

Sementara LSM Nurani Perempuan Padang menyebutkan, kejadian-kejadian
kekerasan seksual terhadap anak di Sumbar sebagai bencana. LSM yang
bergerak pada perlindungan hak-hak perempuan ini mencatat sepanjang tahun
2013 lalu, telah menerima laporan pengaduan kekerasan seksual pada anak
mayoritas dilakukan oleh orang terdekat korban atau orang disekitar
lingkungan terdekat korban.

Lebih lanjut tahun 2014 Nurani Perempuan mencatat ada tujuh pengaduan atau
laporan yang sama yakni kekerasan seksual pada anak dan remaja.
*(h/mg-san/h/eni/mg-rin)*



*http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/31364-kasus-arisan-seks-pelajar-diselidiki
<http://harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/31364-kasus-arisan-seks-pelajar-diselidiki>*

Sabtu, 03 May 2014 02:26


Pada 3 Mei 2014 04.30, Bunda Nismah <[email protected]> menulis:


> Assalamu Alaikum W. W.
> Lah 2 kali berita buruak masuak dari kampuang tacinto ambo nan banamo
> Luhak 50 Koto. Iyo mamalukan bona rasonyo barito iko. Ambo ingin bona hak
> jawab dari putra putri 50 Koto terhadap berita ko. Iyo bona atau fitnah?
> Nan mangecekkan 200 hamil ko dari mano sumbernyo. Mudah2an awak indak
> fitnah nan balobiah2kan. Sarupo nan lalu ko sampai bagai urang gaek nan
> mangaku diperkosa barami2 hanyo poi ba in de hoi jo pacarnyo tu poi ka
> Jakarta di TV. Barita tu harus dikoreksi.
> Tolong indak ado urang Payokumbuh 50 Koto nan batalingo tipih?
> Sakian mohon maaf nan sagadang2nyo
> Wassalam
> Bundo Nismah (75++)
>
> @Hayatun Nismah Rumzy#
>
>


-- 



*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke