*HAMILNYA 200 ORANG REMAJA DAN ARISAN SEK DILUAR NIKAH DI KAB 50 KOTA*
Peristiwa yang terjadi di *KAB** Lima Puluh Kota* itu tidak berdiri sendiri, kejadian ini mungkin juga disebabkan beberapa hal: 1. Pernikahan yang tertunda. 2. Beredarnya obat perangsang birahi secara vulgar di face book yang menjadi media remaja bacibong-cibong sekarang ini. 3. Kelalian orang tua, bisa jadi, kalau bagi petani yang kedua orang tua kesawah, pulangnya kalau sudah hampir magrib, sulit untuk dibebankan spenuhnya kepada orang tua. Namun yang punya anak adalah orang tua. 4. Kelalalaian lingkungan bisa jadi, karena masing-masing sudah sibuk dngan urusan perus sendiri-sendiri. Pernikahan saisuak laki-laki umua 15 dan padusi umua 12 alah bakaluarga mereka, memproduksi ana-anak normal sabagaimano biaso. Carito urang tuo dikampuang: Nenek, mande, mande tuo,mande ketek/tante nikah pado umua 12-13 tahun. Mereka hidup normal beranak pinak selama L/k 65-70 th. Jadi pernikahan sesudah balig itu tak ada masalah. Hanya kemudian datanglah bule dengan segalo pesanannyo. Perkawinan umur balig yang dikenal dengan perkawinan dini tu sebaiknyo ditunda dengan segala dalih ilmiah yang dijual ke si Melayu pribumi. Akhirnya banyak nan maiyokan ajakan bule ko. Kemudian datang kristenisasi ditambah dengan program KB bertambahlah tahun penundaan perkawinan bagi remaja. Bagi yang bisa mengendalikan diri bisa menahan gejolak semangat mudanya sampai ke jenjang perkawinan, bagi yang tidak, inilah yang melaksanakan kawin bebas. Dalam keadaan remaja dengan umur perkawinan tertunda itu, disuguhi pula dengan iklan dan berbagai obat perangsang dari Dr Boyke, jelas iklan obat ini tambah mendorong kawin bebas. Apakah dalam pertemuan para pemuka masyarakat Ninik mamak , Ormas Islam termasuk Alim Ulama di Pikumbuah tanggal 1 Mei 2014 tu, disinggung mengnenai peredaran obat perangsang nan tapampang tiok hari di face book. Begitu face book dibuka maka maka dibagian tengah langsung pemirsa dikenalkan dengan gadis-gadis peraga obat perangsang dengan menggunakan Dr Boyke di iklannya. Saya sangat khawatir, jiak tidak dibendung atau kita tidak bersorak menolak bersama kehadiran iklan dan yang mefasilitasi iklan tersebut masuk ke ranah publik secara telanjang, pesta sek akan terjadi terus menerus dimana saja di Indonesia ini. Pesta sek yang telah menghamili 200 orang di Kab.Lima Puluh Kota itu hanya mungkin gunung es menunggu kecairannya diseluruh Kabupaten Sumatera Barat. Sebentar lagi oknum para ahli mungkin akan menciptakan obat perangsang bagi wanita. Beberapa Oknum para ahli banyak mencari jalan pintas untuk cari kaya tanpa perlu mengindahkan keselamatan generasi kedepan. Kalau obat ini tercipta, diiklankan dan dipasarkan bebas, tak tahulah apa yang akan terjadi dengan remaja-remaja kita. Bahayanya kepada remaja, karena semangat keingin tahuannya otomatis mereka mau akan mencoba-coba seperti halnya dengan Narkoba, bila ini terjadi, ibarat senapan sudah siap tembak, bagi yang tak bisa mengendalikan diri tentu akan membabi buta mencari sasarannya. Akhirnya terjadilah pesta sek itu. Untuk mencegah ini semua kembalilah ke jalan Allah dan cara yang baik dari nenek moyang kita. Apa yang dilakukan yang dianjurkan Nabi dan apa pula yang telah dilakukan nenek moyang kita adalah jalan yang benar adanya. Namun demikian penentangannya juga cukup kuat, mungkin karena pesanan atau memang pemikiran sehat dan itu masih bisa diperdebatkan. Yang jelas penentangannya tersalur melalui Negara dengan keluarnya UU melarang perkawinan dini, dan menetapkan umur perkawinan jauh melebihi umur balig seseorang pada hal umur balig sekitar 12 tahun Untuk jadi renungan kita semua apakah UU perkawinan itu cocok dengan umat islam, apalagi dengan pelarangan pernikahan dini dengan ancaman penjara Wass, Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau Pada 2 Mei 2014 16.15, Zubir Amin <[email protected]> menulis: > Mokasih Nofend St Mudo informasinyo. > Sabagai urang nn nenek moyangnyo baasa dari Pikumbuah cq Sarilamak,io > sangat mauruik dado JB komah. > Ndak tabayang ado arisan seks(julo2 seks) dikalangan siswa/i SMA di daerah > Pikumbuah tu.Alun tanang deburan jantuang JB akibat perkosaan jahannam > berjamaah nn menimpa siswi Mts Kubang n siswi SMAN Gu guak,kini adolo > barito bhw ado 200 orang perempuan hamil diluar nikah.La haula wala quu > wata billah. > Lah kakaram dunia komah nampak 'e. Namun walau coman tun bana keadaannyo, > sabalun azab Allah swt datang manimpa kito, marilah kito paara ortu > khususnyo nan ado di Pikumbuah,n pemuka masyarakat,para guru n aparat > terkait lainnyo secara basamo bahu membahu mengawasi pergaulan anak2 mudo > ini. > Jaan tasingguang surang ayah or Ibu kalau anaknyo dite gur oleh salah > seorang pemuka masyarakat diateh kalau anaknyo berbuat a- susila or kurang > sopan. > Himbauan ini berlaku juga kpd ortu disaantero Sumbar krn JB yakin 'pekat' > ini nn baru ketahuan di Pikumbuah itu, tidak tertutup kemungkinan pekat tu > ada pula didaerah lain di Sumbar dlm skala n kwantitas nn babedo n alun > ketahuan. > JB,DtRJ,75thn labiah,kini lah di Bonjer,Jakbar. > Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone > ------------------------------ > *From: * "Nofend St. Mudo" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Fri, 2 May 2014 14:48:54 +0700 > *To: *RN - Palanta RantauNet<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *[R@ntau-Net] 200 Perempuan Hamil di Luar Nikah, Ada Pelajar > Arisan Seks di Limapuluh Kota > > Limapuluh Kota, Padek—Kabar tak sedap muncul sehari jelang Hari > Pendidikan Nasional (Hardiknas). Belum hilang di ingatan publik pada kasus > pemerkosaan siswa MTS Muhammadiyah Kubang dan SMAN 1 Guguak, kini > muncul pula kabar memprihatinkan, yakni arisan seks di kalangan pelajar SMA. > > Kabar itu awalnya diperoleh Padang Ekspres dari aktivis Serikat Petani > Indonesia (SPI) Eka Kurniawan Sago Indra, semasa ia berkampanye sebagai > caleg Partai NasDem untuk DPRD Sumbar, beberapa waktu lalu. > > Namun, kabar itu kini semakin menyebar luas, setelah pengurus MUI, > ormas Islam, dan LKAAM Limapuluh Kota, menggelar pertemuan di kawasan > Medan Nan Bapaneh, Tarantang, Harau, Kamis (1/5). > > Dalam pertemuan yang dihadiri Ketua MUI Buya Safrizon Azwar, Ketua > BAZDA Haji Jayusman, Wakil Ketua NU Sudirman Sair, Sekretaris IKADI > Hendra Bakti, pengurus Muhammadiyah Hamdi Samah, Ketua PERTI Zulkifli > Dt Rajo Mangkuto, pengurus LDS Nurakmal, dan 7 pengurus LKAAM dipimpin > Abdul Aziz Dt Gindo Malano itu terungkap, ada 3 pelajar yang baru-baru ini > tidak ikut ujian nasional (UN), karena hamil di luar nikah. > > Setelah ditelusuri, ketiga pelajar di wilayah selatan Kabupaten > Limapuluh Kota itu ternyata hamil di luar nikah akibat ikut arisan seks. > “Seperti layaknya sebuah arisan, dalam arisan seks ini, mereka awalnya > membuat komunitas sendiri. Lalu, menggelar pertemuan, mengadakan undian > dan mencabut loting,” kata Ketua Bazda Haji Jayusman, dalam pertemuan itu. > > Selain kasus arisan seks, MUI Limapuluh Kota juga mendapat informasi > sahih dari Dinas Kesehatan, terkait adanya 200 perempuan yang hamil > di luar nikah, dalam beberapa waktu terakhir. > ”Kasus arisan seks ini awalnya terungkap dari data Dinkes soal 200 > perempuan yang hamil di luar nikah,” ujar Ketua MUI Safrizon Azwar. > > Dalam pertemuan tersebut, pengurus ormas Islam dan LKAAM juga membahas > sejumlah fenomena lain terkait penyakit masyarakat. Termasuk, dugaaan > maraknya judi dan adanya tempat produksi tuak. > > Untuk itu pula, para pengurus Islam dan LKAAM, mengeluarkan pernyataan > sikap yang ditebar lewat media massa. > > Dalam pernyataan sikapnya, para pengurus ormas Islam dan LKAAM melihat, > maraknya kasus seks bebas, kejahatan seks terhadap anak dan berbagai > macam pekat, tidak hanya mengakibatkan rusaknya sosial masyarakat dan > dapat mengancam kehidupan masyarakat. Tapi lebih fatal, dapat menyebabkan > murka Allah SWT, seperti diungkapkan dalam Al-Quran, Surat Al-Anfal Ayat > 25. “Kami, sangat prihatin terhadap kasus maksiat dan pekat di Limapuluh > Kota. Kami minta, pemerintah daerah dan muspida atau ForumKomunikasi > Pimpinan Daerah (FKPD), memberikan perhatian yang serius terhadap > berbagai masalah maksiat dan pekat ini,” harap Buya Safrizon Azwar dan > Abdul Aziz Dt Gindo Malano. > > Untuk meminimalisir kasus-kasus maksiat dan amoral di Limapuluh Kota, Buya > Safrizon dan Abdul Aziz Dt Gindo Malano, ormas Islam bersama LKAAM, > mendorong tegaknya kembali hukum moral (sanksi adat) di berbagai nagari. > ”Kami juga mengimbau niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo > kanduang, untuk memagari diri dan anak kemanakan kita, dari segala macam > bentuk maksiat atau pekat. Kita selamatkan kampung kita ini dari krisis > moral yang terjadi,” ingat Buya Safrizon Azwar dan Abdul Aziz Dt Gindo > Malano. (*) > > Padang Ekspres • Jumat, 02/05/2014 09:54 WIB • Fajar Rillah Vesky • 2984 > klik > http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=50817-- > > > > *Wassalam* > > > > *Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok > SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
