Ralat :



*HAMILNYA 200 ORANG REMAJA DAN ARISAN SEK  DILUAR NIKAH DI KAB 50 KOTA *


*mestinyo:**    HAMILNYA 200 ORANG REMAJA  DILUAR NIKAH DAN ARISAN SEK DI
KAB 50 KOTA *



Pada 2 Mei 2014 16.55, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis:

> *HAMILNYA 200 ORANG REMAJA DAN ARISAN SEK  DILUAR NIKAH DI KAB 50 KOTA*
>
>
>
> Peristiwa yang terjadi di *KAB** Lima Puluh Kota* itu tidak berdiri
> sendiri, kejadian ini mungkin juga disebabkan beberapa hal:
>
> 1.  Pernikahan yang tertunda.
>
> 2.  Beredarnya obat perangsang birahi secara vulgar di face book yang
> menjadi media remaja bacibong-cibong sekarang ini.
>
> 3.  Kelalian orang tua, bisa jadi, kalau bagi petani yang kedua orang tua
> kesawah, pulangnya kalau sudah hampir magrib, sulit untuk dibebankan
> spenuhnya kepada orang tua. Namun yang punya anak adalah orang tua.
>
> 4.  Kelalalaian lingkungan bisa jadi, karena masing-masing sudah sibuk
> dngan urusan perus sendiri-sendiri.
>
>
>
> Pernikahan saisuak laki-laki umua 15 dan padusi umua 12 alah bakaluarga
> mereka, memproduksi ana-anak normal sabagaimano biaso.
>
>
>
> Carito urang tuo dikampuang:
>
> Nenek, mande, mande tuo,mande ketek/tante nikah pado umua 12-13 tahun.
>
>
>
>
>
> Mereka  hidup normal beranak pinak  selama L/k 65-70 th.
>
> Jadi pernikahan sesudah balig itu tak ada masalah.
>
>
>
> Hanya kemudian datanglah bule  dengan segalo pesanannyo.
>
> Perkawinan umur balig yang dikenal dengan perkawinan dini tu sebaiknyo
> ditunda dengan segala dalih ilmiah yang dijual ke si Melayu pribumi.
>
>
>
> Akhirnya banyak nan maiyokan ajakan bule ko.
>
>
>
> Kemudian datang kristenisasi ditambah dengan program KB bertambahlah tahun
> penundaan perkawinan bagi remaja.
>
>
>
> Bagi yang bisa mengendalikan diri bisa menahan gejolak semangat mudanya
> sampai ke jenjang perkawinan, bagi yang tidak, inilah yang melaksanakan
> kawin bebas.
>
>
>
> Dalam keadaan remaja dengan umur perkawinan tertunda itu, disuguhi pula
> dengan iklan dan berbagai obat perangsang dari Dr Boyke, jelas iklan obat
> ini tambah mendorong kawin bebas.
>
>
>
> Apakah dalam pertemuan para pemuka masyarakat Ninik mamak , Ormas Islam
> termasuk Alim Ulama di Pikumbuah tanggal 1 Mei 2014 tu, disinggung
> mengnenai peredaran obat perangsang nan tapampang tiok hari di face book.
>
>
>
> Begitu face book dibuka maka maka dibagian tengah  langsung pemirsa
> dikenalkan dengan gadis-gadis peraga obat perangsang dengan menggunakan Dr
> Boyke di iklannya.
>
>
>
> Saya sangat khawatir, jiak tidak dibendung atau kita tidak bersorak
> menolak bersama kehadiran iklan  dan yang mefasilitasi iklan tersebut
> masuk ke ranah publik secara telanjang, pesta sek akan terjadi terus
> menerus dimana saja di Indonesia ini.
>
>
>
> Pesta sek yang telah menghamili 200 orang di  Kab.Lima Puluh Kota itu
> hanya mungkin gunung es  menunggu  kecairannya diseluruh Kabupaten
> Sumatera Barat.
>
>
>
> Sebentar lagi oknum para ahli mungkin akan menciptakan obat perangsang
> bagi wanita.  Beberapa Oknum para ahli banyak mencari jalan pintas untuk
> cari kaya tanpa perlu mengindahkan keselamatan generasi kedepan.
>
>
>
> Kalau obat ini tercipta, diiklankan dan dipasarkan bebas, tak tahulah apa
> yang akan terjadi dengan remaja-remaja  kita.
>
>
>
> Bahayanya kepada remaja,  karena semangat keingin tahuannya otomatis
> mereka mau akan mencoba-coba seperti halnya dengan Narkoba, bila ini
> terjadi, ibarat senapan sudah siap  tembak, bagi yang tak bisa
> mengendalikan diri tentu akan membabi buta mencari sasarannya. Akhirnya
> terjadilah pesta sek itu.
>
>
>
> Untuk mencegah ini semua kembalilah ke jalan Allah dan cara yang baik dari
> nenek moyang kita.
>
>
>
> Apa yang dilakukan yang dianjurkan Nabi dan apa pula yang telah dilakukan
> nenek moyang kita adalah jalan yang benar adanya.
>
>
>
> Namun demikian penentangannya juga cukup kuat, mungkin karena pesanan atau
> memang pemikiran sehat dan itu masih bisa diperdebatkan.
>
>
>
> Yang jelas penentangannya tersalur melalui Negara dengan keluarnya UU
> melarang perkawinan dini, dan menetapkan umur perkawinan jauh melebihi umur
> balig seseorang  pada hal umur balig sekitar 12 tahun
>
>
>
>
>
> Untuk jadi renungan kita semua apakah UU perkawinan itu cocok dengan umat
> islam, apalagi dengan pelarangan pernikahan dini dengan  ancaman penjara
>
>
>
> Wass,
>
>
>
> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>
>
> Pada 2 Mei 2014 16.15, Zubir Amin <[email protected]> menulis:
>
>  Mokasih Nofend St Mudo informasinyo.
>> Sabagai urang nn nenek moyangnyo baasa dari Pikumbuah cq Sarilamak,io
>> sangat mauruik dado JB komah.
>> Ndak tabayang ado arisan seks(julo2 seks) dikalangan siswa/i SMA di
>> daerah Pikumbuah tu.Alun tanang deburan jantuang JB akibat perkosaan
>> jahannam berjamaah nn menimpa siswi Mts Kubang n siswi SMAN Gu guak,kini
>> adolo barito bhw ado 200 orang perempuan hamil diluar nikah.La haula wala
>> quu wata billah.
>> Lah kakaram dunia komah nampak 'e. Namun walau coman tun bana keadaannyo,
>> sabalun azab Allah swt datang manimpa kito, marilah kito paara ortu
>> khususnyo nan ado di Pikumbuah,n pemuka masyarakat,para guru n aparat
>> terkait lainnyo secara basamo bahu membahu mengawasi pergaulan anak2 mudo
>> ini.
>> Jaan tasingguang surang ayah or Ibu kalau anaknyo dite gur oleh salah
>> seorang pemuka masyarakat diateh kalau anaknyo berbuat a- susila or kurang
>> sopan.
>> Himbauan ini berlaku juga kpd ortu disaantero Sumbar krn JB yakin 'pekat'
>> ini nn baru ketahuan di Pikumbuah itu, tidak tertutup kemungkinan pekat tu
>> ada pula didaerah lain di Sumbar dlm skala n kwantitas nn babedo n alun
>> ketahuan.
>> JB,DtRJ,75thn labiah,kini lah di Bonjer,Jakbar.
>> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>> ------------------------------
>> *From: * "Nofend St. Mudo" <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Fri, 2 May 2014 14:48:54 +0700
>> *To: *RN - Palanta RantauNet<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *[R@ntau-Net] 200 Perempuan Hamil di Luar Nikah, Ada Pelajar
>> Arisan Seks di Limapuluh Kota
>>
>> Limapuluh Kota, Padek—Ka­bar tak sedap muncul sehari jelang Hari
>> Pendidikan Nasional (Hardiknas). Belum hilang di inga­tan publik pada kasus
>> pe­mer­­kosaan siswa MTS Mu­ham­madiyah Kubang dan SMAN 1 Guguak, kini
>> muncul pula kabar memprihatinkan, yakni arisan seks di kalangan pelajar SMA.
>>
>> Kabar itu awalnya diperoleh Padang Ekspres dari aktivis Se­rikat Petani
>> Indonesia (SPI) Eka Kurniawan Sago Indra, semasa ia ber­kampanye sebagai
>> ca­leg Par­tai NasDem un­tuk DPRD Sum­bar, beberapa waktu lalu.
>>
>> Namun, kabar itu kini se­makin menyebar luas, se­telah pe­ngurus MUI,
>> or­mas Islam, dan LKAAM Limapuluh Kota, meng­gelar pertemuan di kawa­san
>> Medan Nan Bapaneh, Ta­ran­­tang, Harau, Kamis (1/5).
>>
>> Dalam pertemuan yang di­ha­diri Ketua MUI Buya Safri­zon Azwar, Ketua
>> BAZDA Haji Jayus­man, Wakil Ketua NU Su­dir­man Sair, Sekretaris IKADI
>> Hen­dra Bakti, pengurus Mu­ham­ma­diyah Hamdi Samah, Ketua PERTI Zulkifli
>> Dt Rajo Mang­kuto, pengurus LDS Nurak­mal, dan 7 pengurus LKAAM dipim­pin
>> Abdul Aziz Dt Gindo Malano itu terungkap, ada 3 pelajar yang baru-baru ini
>> tidak ikut ujian nasional (UN), karena hamil di luar nikah.
>>
>> Setelah ditelusuri, ketiga pe­lajar di wilayah selatan Kabu­paten
>> Limapuluh Kota itu ter­nyata hamil di luar nikah akibat ikut arisan seks.
>> “Seperti layak­nya sebuah arisan, dalam arisan seks ini, mereka awalnya
>> mem­buat komunitas sendiri. Lalu, meng­gelar pertemuan, me­nga­dakan undian
>> dan mencabut loting,” kata Ketua Bazda Haji Jayusman, dalam pertemuan itu.
>>
>> Selain kasus arisan seks, MUI Li­mapuluh Kota juga men­dapat in­­formasi
>> sahih dari Dinas Ke­se­­ha­tan, terkait adanya 200 pe­rem­­puan yang hamil
>> di luar ni­kah, da­lam beberapa waktu ter­ak­hir.
>> ”Kasus arisan seks ini awal­nya terungkap dari data Dinkes soal 200
>> perempuan yang hamil di luar nikah,” ujar Ketua MUI Safrizon Azwar.
>>
>> Dalam pertemuan tersebut, pe­­ngurus ormas Islam dan LKAAM juga membahas
>> sejum­lah fenomena lain terkait pe­nyakit masyarakat. Termasuk, du­gaaan
>> maraknya judi dan adanya tempat produksi tuak.
>>
>> Untuk itu pula, para pe­ngu­rus Islam dan LKAAM, menge­luarkan pernyataan
>> sikap yang ditebar lewat media massa.
>>
>> Dalam pernyataan sikapnya, para pengurus ormas Islam dan LKAAM melihat,
>> maraknya ka­sus seks bebas, kejahatan seks ter­hadap anak dan berbagai
>> ma­cam pekat, tidak hanya meng­­aki­bat­kan rusaknya sosial mas­yarakat dan
>> dapat mengancam kehidu­pan masyarakat. Tapi le­bih fatal, dapat menyebabkan
>> mur­ka Allah SWT, seperti di­ungkapkan dalam Al-Quran, Surat Al-Anfal Ayat
>> 25. “Kami, sangat prihatin terhadap kasus maksiat dan pekat di Lima­puluh
>> Kota. Kami minta, peme­rintah daerah dan muspida atau ForumKomunikasi
>> Pim­pinan Dae­­­rah (FKPD), mem­berikan per­hatian yang serius terhadap
>> ber­bagai masalah maksiat dan pekat ini,” harap Buya Safrizon Azwar dan
>> Abdul Aziz Dt Gindo Malano.
>>
>> Untuk meminimalisir kasus-kasus maksiat dan amoral di Limapuluh Kota,
>> Buya Safrizon dan Abdul Aziz Dt Gindo Mala­no, ormas Islam bersama LKAAM,
>> mendorong  tegaknya kembali hukum moral (sanksi adat) di berbagai nagari.
>> ”Kami juga mengimbau niniak mamak, alim ulama, c­a­diak pandai, bundo
>> kan­duang, untuk memagari diri dan anak kemanakan kita, dari segala ma­cam
>> bentuk maksiat atau pe­kat. Kita selamatkan kam­pung kita ini dari krisis
>> moral yang terjadi,” ingat Buya Safrizon Azwar dan Abdul Aziz Dt Gindo
>> Malano. (*)
>>
>> Padang Ekspres • Jumat, 02/05/2014 09:54 WIB • Fajar Rillah Vesky • 2984
>> klik
>> http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=50817--
>>
>>
>>
>> *Wassalam*
>>
>>
>>
>> *Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
>> SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola  *
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke