Limapuluh Kota, Padek—Ka­bar tak sedap muncul sehari jelang Hari Pendidikan
Nasional (Hardiknas). Belum hilang di inga­tan publik pada kasus
pe­mer­­kosaan siswa MTS Mu­ham­madiyah Kubang dan SMAN 1 Guguak, kini
muncul pula kabar memprihatinkan, yakni arisan seks di kalangan pelajar SMA.

Kabar itu awalnya diperoleh Padang Ekspres dari aktivis Se­rikat Petani
Indonesia (SPI) Eka Kurniawan Sago Indra, semasa ia ber­kampanye sebagai
ca­leg Par­tai NasDem un­tuk DPRD Sum­bar, beberapa waktu lalu.

Namun, kabar itu kini se­makin menyebar luas, se­telah pe­ngurus MUI,
or­mas Islam, dan LKAAM Limapuluh Kota, meng­gelar pertemuan di kawa­san
Medan Nan Bapaneh, Ta­ran­­tang, Harau, Kamis (1/5).

Dalam pertemuan yang di­ha­diri Ketua MUI Buya Safri­zon Azwar, Ketua BAZDA
Haji Jayus­man, Wakil Ketua NU Su­dir­man Sair, Sekretaris IKADI Hen­dra
Bakti, pengurus Mu­ham­ma­diyah Hamdi Samah, Ketua PERTI Zulkifli Dt Rajo
Mang­kuto, pengurus LDS Nurak­mal, dan 7 pengurus LKAAM dipim­pin Abdul
Aziz Dt Gindo Malano itu terungkap, ada 3 pelajar yang baru-baru ini tidak
ikut ujian nasional (UN), karena hamil di luar nikah.

Setelah ditelusuri, ketiga pe­lajar di wilayah selatan Kabu­paten Limapuluh
Kota itu ter­nyata hamil di luar nikah akibat ikut arisan seks. “Seperti
layak­nya sebuah arisan, dalam arisan seks ini, mereka awalnya mem­buat
komunitas sendiri. Lalu, meng­gelar pertemuan, me­nga­dakan undian dan
mencabut loting,” kata Ketua Bazda Haji Jayusman, dalam pertemuan itu.

Selain kasus arisan seks, MUI Li­mapuluh Kota juga men­dapat in­­formasi
sahih dari Dinas Ke­se­­ha­tan, terkait adanya 200 pe­rem­­puan yang hamil
di luar ni­kah, da­lam beberapa waktu ter­ak­hir.
”Kasus arisan seks ini awal­nya terungkap dari data Dinkes soal 200
perempuan yang hamil di luar nikah,” ujar Ketua MUI Safrizon Azwar.

Dalam pertemuan tersebut, pe­­ngurus ormas Islam dan LKAAM juga membahas
sejum­lah fenomena lain terkait pe­nyakit masyarakat. Termasuk, du­gaaan
maraknya judi dan adanya tempat produksi tuak.

Untuk itu pula, para pe­ngu­rus Islam dan LKAAM, menge­luarkan pernyataan
sikap yang ditebar lewat media massa.

Dalam pernyataan sikapnya, para pengurus ormas Islam dan LKAAM melihat,
maraknya ka­sus seks bebas, kejahatan seks ter­hadap anak dan berbagai
ma­cam pekat, tidak hanya meng­­aki­bat­kan rusaknya sosial mas­yarakat dan
dapat mengancam kehidu­pan masyarakat. Tapi le­bih fatal, dapat menyebabkan
mur­ka Allah SWT, seperti di­ungkapkan dalam Al-Quran, Surat Al-Anfal Ayat
25. “Kami, sangat prihatin terhadap kasus maksiat dan pekat di Lima­puluh
Kota. Kami minta, peme­rintah daerah dan muspida atau ForumKomunikasi
Pim­pinan Dae­­­rah (FKPD), mem­berikan per­hatian yang serius terhadap
ber­bagai masalah maksiat dan pekat ini,” harap Buya Safrizon Azwar dan
Abdul Aziz Dt Gindo Malano.

Untuk meminimalisir kasus-kasus maksiat dan amoral di Limapuluh Kota, Buya
Safrizon dan Abdul Aziz Dt Gindo Mala­no, ormas Islam bersama LKAAM,
mendorong  tegaknya kembali hukum moral (sanksi adat) di berbagai nagari.
”Kami juga mengimbau niniak mamak, alim ulama, c­a­diak pandai, bundo
kan­duang, untuk memagari diri dan anak kemanakan kita, dari segala ma­cam
bentuk maksiat atau pe­kat. Kita selamatkan kam­pung kita ini dari krisis
moral yang terjadi,” ingat Buya Safrizon Azwar dan Abdul Aziz Dt Gindo
Malano. (*)

Padang Ekspres • Jumat, 02/05/2014 09:54 WIB • Fajar Rillah Vesky • 2984
klik
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=50817--



*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke