salam sanak di Palanta Ambo indak inbox dalam politik Indonesia ko,cuma ambo baco surek KH Muhamad Najih kepada Bapak H Suryadharma Ali (Ketum PPP) yang menarek saya sampaikan bahwa Jalaluddin Rahmat (tokoh Syiah) calon Menteri Agama RI ??????/
Ditempat saya Di Malaysia Syiah dikatogorikan amalan sesat dan di haramkan oleh Kantor agama dan kerajaan malaysia hanya sebagai Info sajo HD St Barbanso Kuala Lumpur 2014-05-16 8:06 GMT+08:00 asfarinal2000 via RantauNet < [email protected]>: > nampak e para pak K.H. ko ndak lo ngarati sia pemilik saham gadang Partai > Gerindra hahaha. Hasyim saudara kanduang nan sadarah sa amak ko adolah > Kristen fanatik nan cubolah cek pejabat teras Gerindra itu penganut > penginjil tulen. iko kalau awak bapikia sempit bahwa mahujat mambabi buta > tampa kenal bana sia para kandidat. > urang gaek padusi Prabowo dari lahia sampai maningga pun Kristen. Dan iko > berita e sahih. Jadi ba a kini para pak K.H ko. jadi e bagalau ye hehhehehe > lah mantua makan buah simalokamo. > Berarti faham nan dipiliah ndak do nan 100% boneh ka Islaman e > > > Nanang, nan bakapalo 4 di jkt > > Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network. > *From: *Maturidi Donsan > *Sent: *Thursday, 15 May 2014 20:58 > *To: *[email protected] > *Reply To: *[email protected] > *Subject: *[R@ntau-Net] SURAT K. H. MUHAMMAD NAJIH MAIMOEN ZUBAIR KE > SURYADARMA ALI > > > *SURAT K. H. MUHAMMAD NAJIH MAIMOEN ZUBAIR KE SURYADARMA ALI* > > > Dari face book > > > Sanak dilapanta n.a.h > > > Mudah-mudahan ada gunanya bagi umat islam. > > > Mano nan namuah mangunyah-nguyah manjalang PILPRES 9 Juli nanti. . > > > Kepada YTH. ; > Bpk. H. Suryadharma Ali (Ketua Umum PPP) > Di- JAKARTA > > السلام عليكم ورحمة الله وبركاته > بسم الله الرحمن الرحيم > الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه > أجمعين. أما بعد: > > TOLAK KOALISI PPP DENGAN PDI-P-JOKO WIDODO > > Setelah mengamati perkembangan politik lewat media masa, kami menolak > kalau PPP berkoalisi dengan PDI-P yang mengusung Jokowi sebagai Capres. Hal > ini kami sampaikan, karena kami melihat ada indikasi sebagian elit politik > PPP yang mewacanakan berkoalisi dengan partai tersebut. > Sebagai satu-satunya Partai Islam yang masih konsis ber-Amar Ma’ruf Nahi > Munkar, platform PPP jelas berbeda dengan ideologi dan platform PDI-P. > Betapa gigihnya PPP menolak aliran-aliran sesat di Indonesia, > memperjuangkan RUU Pornoaksi-Pornografi, UU Pendidikan dan UU lainnya yang > berbau Islami. Sementara PDIP adalah partai yang anti Islam. Hal itu > dibuktikan dari berbagai produk legislasi Islami yang dijegal oleh PDIP. > Semua RUU yang diajukan PPP ke DPR dan berbau Islami pasti PDI menolaknya. > UU Pendidikan mereka walk out, UU Bank Syariah, UU Ekonomi Syariah mereka > tidak setuju, UU Pornoaksi-Pornografi juga mereka tidak setuju. Sekarang UU > Jaminan Produk Halal untuk makanan dan obat-obatan mereka juga tidak > setuju. Selain itu, dalam pemilu 2014 lalu, PDI-P memasang 52% caleg non > Muslim dalam Daftar Caleg Tetap-nya. > > PDI-P sendiri merupakan fusi dari partai Nasionalis dan partai Kristen > seperti IPKI, PNI, Murba, Partai Katolik, dan Parkindo (Partai Kristen > Indonesia). Kemenangan PDI-P-Jokowi berarti kemenangan Barat, konglomerat > hitam China, Syi’ah, liberal, disamping menjadikan peluang Jalaluddin > Rahmat (tokoh Syi'ah) menjadi Menteri Agama RI, berarti Syi'ah akan > memegang kebijakan UU yang berhubungan dengan UU Pendidikan Agama Islam dan > Pesantren. > Dalam PDI-P ada ragam ideologi, yakni Islam, Syi'ah, Liberal, Kristen, > Nasionalis, Sosialis dan Komunis. Jika Partai Islam dan Tokoh Islam > berkoalisi dengan PDI-P-Jokowi, maka neo-Komunis gaya baru akan benar-benar > terwujud dengan pola baru NASIONALIS, RELIGIUS dan SYI’AH. > > Di sisi lain, pencapresan Jokowi yang memunculkan ide koalisi non > transaksional, kerjasama yang tidak didasari bagi-bagi jabatan. Ini jelas > menguntungkan PDI-P. semua kebijakan politik dan pemerintahan yang di > dalamnya termasuk berhubungan dengan pendidikan Islam dan Pesantren akan > mereka kuasai dan kendalikan, hal ini akan semakin membatasi langkah dan > mempersempit gerak umat Islam dalam berdakwah dan menyampaikan aspirasi > politik. Berkoalisi dengan PDI-P dan memilih Jokowi berarti ikut andil > dalam mewujudkan point-point di atas…! > > Melihat perolehan suara saat ini, PPP harus mampu berusaha memegang > jabatan Menteri Pendidikan dan Menteri Agama RI, sabagai bentuk aspiratif > merespon keinginan umat yang bertujuan untuk mengayomi kepentingan umat > Islam secara konstitusional. Karena inilah sebenarnya akar dari perjuangan > PPP dalam ber-Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. > > Saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemimpin alternatif, tegas dan bersih > untuk menindaklanjuti sekaligus mencegah terjadinya kasus korupsi > diberbagai instansi pemerintahan, menegoisasi ulang kontrak Freeport yang > selama ini didominasi pihak asing, berwawasan strategis dan berpikiran > global diatas konsep "amar ma'ruf nahi mungkar" sebagai pondasinya. > Kami menilai Bpk. Prabowo Subianto dalam hal ini mampu, InsyaAllah. Beliau > mempuyai kapasitas, kapabilitas dan integritas tinggi serta tidak mudah > diintervensi dalam semua urusan dan pemikiran. Karena dalam kepemimpinan > segala keputusan dan kebijakan tidak boleh didekte oleh pihak lain. Ini > terbukti dengan ketegasan kepemimpinan beliau dalam struktur pengrekrutan > di tubuh TNI. Kedekatannya kepada ulama, memberikan pesan bahwa semua > keputusan dan kebijakan pemerintahan akan didiskusikan dulu dan memohon > pertimbangan serta fatwa para ulama. Untuk cawapresnya, kita berdo’a kepada > Allah SWT semoga mendapatkan pasangan yang baik dan maslahah. > > Semua ini kami sampaikan, sebagai wujud tanggung jawab kami dan para ulama > lainnya untuk menyampaikan sebuah kebenaran. Karena sekarang ini bukan lagi > perang antar partai, tapi sudah sampai perang terhadap ideologi dan agama. > Hampir semua partai-partai Islam sudah bergabung, berkoalisi dan menjadi > mitra partai sekuler, tinggal PPP yang menjadi harapan umat untuk menjaga > akidah umat Islam. Sebagai bagian dari PPP, kami mengajak kepada umat, > tokoh-tokoh PPP, bahwa para ulama dan tokoh penting bangsa ini melahirkan > PPP dengan niat tulus menyatukan komitmen keummatan, merespon aspirasi > umat, PPP menjadi alat perjuangan umat Islam dan masyarakat secara umum. > Karena, pemilihan azas dan lambang partai tidak mereka dapatkan dari hasil > diskusi bahkan tidak juga dari sebuah mimpi. Azas dan lambang PPP diperoleh > dari hasil munajat kepada Allah SWT melalui shalat istikhoroh. Keberadaan > partai ini wajib kita pelihara dan menjaga keutuhannya. Karena hanya partai > inilah warisan dari ulama-ulama kuno. Semoga Allah SWT selalu memberikan > pertolongan dan kekuatan kepada umat Islam, amin ya rabbal a’lamin. > > والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته > > Sarang, 10 Rojab 1435 H./ 10 Mei 2014 M. > > K. H. MUHAMMAD NAJIH MAIMOEN ZUBAIR > > Top of Form > > Suka <https://www.facebook.com/> · · > Bagikan<https://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=2&appid=2305272732&p%5B0%5D=100002912152177&p%5B1%5D=1073743486&share_source_type=unknown> > > Bottom of Form > > > > Wass, > > > Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia Duri Riau > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
