Sanak Palanta Rantaunet yang yang peduli dengan ABS-SBK,

Alhamdulillah pak Andrinof sudah menjawab. Untuk itu kita ucapkan terimakasih atas kejujurannya. Kita boleh yakin sekarang bahwa isi surat KH Maimun Zubair tidak ada yang bohong secara keseluruhan karena tidak ada yang dikomentari beliau sebagai berita bohong.

Contoh yang dinyatakan berita bohong hanya soal nama aslinya Joko Widodo. Sedangkan soal nama asli tidak ada didalam isi surat KH Maimun Zubair tsb. Keraguan beliau tentang status KH dari Maimun Zubair tentu beliau sudah check ke DPP PPP, sesuai saran kanda Maturidi, jadi sudah clear pula.

Jadi penyebaran surat KH Maimun Zubair sudah boleh diteruskan tanpa dibayangi ancaman penggolongan sebagai pengikut Abdullah bin Ubay dengan sanksinya yang berat. Niat kita hanyalah untuk menyelamatkan bangsa dan negara serta umat Islam yang sama2 kita cintai.

Untuk sementara mari kita hindari penyebaran nama aslinya Joko Widodo untuk menghargai peringatan beliau sampai kita bisa tahu riwayat hidup keluarganya yang lebih detail dan sebenarnya. Perlu juga diwaspadai kemungkinan penyebaran nama asli Joko Widodo seperti yang beliau klarifikasi sebagai berita bohong itu datang dari Tim kampanye mereka sendiri untuk menjebak umat Islam untuk berbuat dosa.



Wassalam,.
AA

On 17/05/2014 22:37, Andrinof A Chaniago wrote:
Saya hanya ingin mengingatkan tentang cara mempengaruhi orang lain dengan menyebar kabar bohong yang sangat dikecam di dalam Islam. Contoh menyebarkan kabar bohong: menyebarkan info bahwa Joko Widodo nama aslinya Herbertus (ditambah dengan nama Cina).

Silahkan mempengaruhi orang lain dengan cara yang benar dan islami.
Sekian. Terima kasih.

Andrinof



2014-05-13 9:42 GMT+07:00 Asmardi Arbi <[email protected] <mailto:[email protected]>>:

    Kanda Maturidi n.a.h.

     Ambo setuju jo saran kanda. Ada dua hal dari angku Andrinof.: 1.
    Maragukan status KH dari Maimun Zubair , 2.Isi surat merupakan
    kabar bohong.  Sejauh yang kita pada umumnya ketahui, isi surat
    sebagian besar  adalah data dan fakta.

    Angku Andrinof nampaknya cukup dalam ilmu agamanya.Oleh karenanya
    kita juga minta tolong , tunjukkanlah kepada kami bagian yang mana
    yang merupakan kabar  bohong dari isi berita itu. Selamatkanlah
    sanak kita di RN ini dari penggolongan jadi pengikut Abdullah bin
    Ubay yang katanya akan dapat sanksi yang keras, harap angku
    Andrinof  juga jelaskan apa dalilnya sanksi itu.

    Mari kita tunggu jawaban dari pak Andrinof. Mari kita tolong
    menolong dalam kebajikan dan taqwa dan mari kita tidak tolong
    menolong dalam kejahatan dan dosa.

    Wassalam,

    Asmardi Arbi, 72+, Kampai, asal Pessel, tinggal di Tangsel.







    On 17/05/2014 15:07, Maturidi Donsan wrote:

    Apakah menurut Andinof surat dibawah ini bohong.

    Kalau  Andrinof meragukan lebih baik dicek ke DPP PPP, pak Surya
    Darma Ali dan cross cek ke  KH Maimun Zubair sampai dimana
    kebenaran surat ini, kalau ternyata bohong bisa ditelusuri siapa
    yang memasukkan ke face book. Dan bisa ke Bareskrim.

    Saya kira Andrinof punya perangkat untuk pengecekan itu.


    Wass,

    Maturidi (L/75)



    Kepada YTH. ;
    Bpk. H. Suryadharma Ali (Ketua Umum PPP)
    Di- JAKARTA

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    بسم الله الرحمن الرحيم
    الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله
    وصحبه أجمعين. أما بعد:

    TOLAK KOALISI PPP DENGAN PDI-P-JOKO WIDODO

    Setelah mengamati perkembangan politik lewat media masa, kami
    menolak kalau PPP berkoalisi dengan PDI-P yang mengusung Jokowi
    sebagai Capres. Hal ini kami sampaikan, karena kami melihat ada
    indikasi sebagian elit politik PPP yang mewacanakan berkoalisi
    dengan partai tersebut.
    Sebagai satu-satunya Partai Islam yang masih konsis ber-Amar
    Ma’ruf Nahi Munkar, platform PPP jelas berbeda dengan ideologi
    dan platform PDI-P. Betapa gigihnya PPP menolak aliran-aliran
    sesat di Indonesia, memperjuangkan RUU Pornoaksi-Pornografi, UU
    Pendidikan dan UU lainnya yang berbau Islami. Sementara PDIP
    adalah partai yang anti Islam. Hal itu dibuktikan dari berbagai
    produk legislasi Islami yang dijegal oleh PDIP. Semua RUU yang
    diajukan PPP ke DPR dan berbau Islami pasti PDI menolaknya. UU
    Pendidikan mereka walk out, UU Bank Syariah, UU Ekonomi Syariah
    mereka tidak setuju, UU Pornoaksi-Pornografi juga mereka tidak
    setuju. Sekarang UU Jaminan Produk Halal untuk makanan dan
    obat-obatan mereka juga tidak setuju. Selain itu, dalam pemilu
    2014 lalu, PDI-P memasang 52% caleg non Muslim dalam Daftar Caleg
    Tetap-nya.

    PDI-P sendiri merupakan fusi dari partai Nasionalis dan partai
    Kristen seperti IPKI, PNI, Murba, Partai Katolik, dan Parkindo
    (Partai Kristen Indonesia). Kemenangan PDI-P-Jokowi berarti
    kemenangan Barat, konglomerat hitam China, Syi’ah, liberal,
    disamping menjadikan peluang Jalaluddin Rahmat (tokoh Syi'ah)
    menjadi Menteri Agama RI, berarti Syi'ah akan memegang kebijakan
    UU yang berhubungan dengan UU Pendidikan Agama Islam dan Pesantren.
    Dalam PDI-P ada ragam ideologi, yakni Islam, Syi'ah, Liberal,
    Kristen, Nasionalis, Sosialis dan Komunis. Jika Partai Islam dan
    Tokoh Islam berkoalisi dengan PDI-P-Jokowi, maka neo-Komunis gaya
    baru akan benar-benar terwujud dengan pola baru NASIONALIS,
    RELIGIUS dan SYI’AH.

    Di sisi lain, pencapresan Jokowi yang memunculkan ide koalisi non
    transaksional, kerjasama yang tidak didasari bagi-bagi jabatan.
    Ini jelas menguntungkan PDI-P. semua kebijakan politik dan
    pemerintahan yang di dalamnya termasuk berhubungan dengan
    pendidikan Islam dan Pesantren akan mereka kuasai dan kendalikan,
    hal ini akan semakin membatasi langkah dan mempersempit gerak
    umat Islam dalam berdakwah dan menyampaikan aspirasi politik.
    Berkoalisi dengan PDI-P dan memilih Jokowi berarti ikut andil
    dalam mewujudkan point-point di atas…!

    Melihat perolehan suara saat ini, PPP harus mampu berusaha
    memegang jabatan Menteri Pendidikan dan Menteri Agama RI, sabagai
    bentuk aspiratif merespon keinginan umat yang bertujuan untuk
    mengayomi kepentingan umat Islam secara konstitusional. Karena
    inilah sebenarnya akar dari perjuangan PPP dalam ber-Amar Ma’ruf
    Nahi Mungkar.

    Saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemimpin alternatif, tegas
    dan bersih untuk menindaklanjuti sekaligus mencegah terjadinya
    kasus korupsi diberbagai instansi pemerintahan, menegoisasi ulang
    kontrak Freeport yang selama ini didominasi pihak asing,
    berwawasan strategis dan berpikiran global diatas konsep "amar
    ma'ruf nahi mungkar" sebagai pondasinya.
    Kami menilai Bpk. Prabowo Subianto dalam hal ini mampu,
    InsyaAllah. Beliau mempuyai kapasitas, kapabilitas dan integritas
    tinggi serta tidak mudah diintervensi dalam semua urusan dan
    pemikiran. Karena dalam kepemimpinan segala keputusan dan
    kebijakan tidak boleh didekte oleh pihak lain. Ini terbukti
    dengan ketegasan kepemimpinan beliau dalam struktur pengrekrutan
    di tubuh TNI. Kedekatannya kepada ulama, memberikan pesan bahwa
    semua keputusan dan kebijakan pemerintahan akan didiskusikan dulu
    dan memohon pertimbangan serta fatwa para ulama. Untuk
    cawapresnya, kita berdo’a kepada Allah SWT semoga mendapatkan
    pasangan yang baik dan maslahah.

    Semua ini kami sampaikan, sebagai wujud tanggung jawab kami dan
    para ulama lainnya untuk menyampaikan sebuah kebenaran. Karena
    sekarang ini bukan lagi perang antar partai, tapi sudah sampai
    perang terhadap ideologi dan agama. Hampir semua partai-partai
    Islam sudah bergabung, berkoalisi dan menjadi mitra partai
    sekuler, tinggal PPP yang menjadi harapan umat untuk menjaga
    akidah umat Islam. Sebagai bagian dari PPP, kami mengajak kepada
    umat, tokoh-tokoh PPP, bahwa para ulama dan tokoh penting bangsa
    ini melahirkan PPP dengan niat tulus menyatukan komitmen
    keummatan, merespon aspirasi umat, PPP menjadi alat perjuangan
    umat Islam dan masyarakat secara umum.
    Karena, pemilihan azas dan lambang partai tidak mereka dapatkan
    dari hasil diskusi bahkan tidak juga dari sebuah mimpi. Azas dan
    lambang PPP diperoleh dari hasil munajat kepada Allah SWT melalui
    shalat istikhoroh. Keberadaan partai ini wajib kita pelihara dan
    menjaga keutuhannya. Karena hanya partai inilah warisan dari
    ulama-ulama kuno. Semoga Allah SWT selalu memberikan pertolongan
    dan kekuatan kepada umat Islam, amin ya rabbal a’lamin.

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Sarang, 10 Rojab 1435 H./ 10 Mei 2014 M.

    K. H. MUHAMMAD NAJIH MAIMOEN ZUBAIR



    Pada 17 Mei 2014 06.02, Andrinof A Chaniago <[email protected]
    <mailto:[email protected]>> menulis:

        Saya meragukan status Kyai Haji bapak ini. Dalam Islam,
        sangat dikecam menjadi penyebar kabar bohong. Kalau menjadi
        penyebar kabar bohong, kita akan digolongkan menjadi pengikut
        Abdullah bin Ubay dengan sanksi ancaman yang sangat keras.
        Berpolitiklah dengan baik dan islami.
        Terima kasih.

        Andrinof




--

--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke