Apakah menurut Andinof surat dibawah ini bohong.

Kalau  Andrinof  meragukan lebih baik dicek ke DPP PPP, pak Surya Darma Ali
dan cross cek ke  KH Maimun Zubair sampai dimana kebenaran surat ini, kalau
ternyata bohong bisa ditelusuri siapa yang memasukkan ke face book. Dan
bisa ke Bareskrim.

Saya kira Andrinof punya perangkat untuk pengecekan itu.


Wass,

Maturidi (L/75)



Kepada YTH. ;
Bpk. H. Suryadharma Ali (Ketua Umum PPP)
Di- JAKARTA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه
أجمعين. أما بعد:

TOLAK KOALISI PPP DENGAN PDI-P-JOKO WIDODO

Setelah mengamati perkembangan politik lewat media masa, kami menolak kalau
PPP berkoalisi dengan PDI-P yang mengusung Jokowi sebagai Capres. Hal ini
kami sampaikan, karena kami melihat ada indikasi sebagian elit politik PPP
yang mewacanakan berkoalisi dengan partai tersebut.
Sebagai satu-satunya Partai Islam yang masih konsis ber-Amar Ma’ruf Nahi
Munkar, platform PPP jelas berbeda dengan ideologi dan platform PDI-P.
Betapa gigihnya PPP menolak aliran-aliran sesat di Indonesia,
memperjuangkan RUU Pornoaksi-Pornografi, UU Pendidikan dan UU lainnya yang
berbau Islami. Sementara PDIP adalah partai yang anti Islam. Hal itu
dibuktikan dari berbagai produk legislasi Islami yang dijegal oleh PDIP.
Semua RUU yang diajukan PPP ke DPR dan berbau Islami pasti PDI menolaknya.
UU Pendidikan mereka walk out, UU Bank Syariah, UU Ekonomi Syariah mereka
tidak setuju, UU Pornoaksi-Pornografi juga mereka tidak setuju. Sekarang UU
Jaminan Produk Halal untuk makanan dan obat-obatan mereka juga tidak
setuju. Selain itu, dalam pemilu 2014 lalu, PDI-P memasang 52% caleg non
Muslim dalam Daftar Caleg Tetap-nya.

PDI-P sendiri merupakan fusi dari partai Nasionalis dan partai Kristen
seperti IPKI, PNI, Murba, Partai Katolik, dan Parkindo (Partai Kristen
Indonesia). Kemenangan PDI-P-Jokowi berarti kemenangan Barat, konglomerat
hitam China, Syi’ah, liberal, disamping menjadikan peluang Jalaluddin
Rahmat (tokoh Syi'ah) menjadi Menteri Agama RI, berarti Syi'ah akan
memegang kebijakan UU yang berhubungan dengan UU Pendidikan Agama Islam dan
Pesantren.
Dalam PDI-P ada ragam ideologi, yakni Islam, Syi'ah, Liberal, Kristen,
Nasionalis, Sosialis dan Komunis. Jika Partai Islam dan Tokoh Islam
berkoalisi dengan PDI-P-Jokowi, maka neo-Komunis gaya baru akan benar-benar
terwujud dengan pola baru NASIONALIS, RELIGIUS dan SYI’AH.

Di sisi lain, pencapresan Jokowi yang memunculkan ide koalisi non
transaksional, kerjasama yang tidak didasari bagi-bagi jabatan. Ini jelas
menguntungkan PDI-P. semua kebijakan politik dan pemerintahan yang di
dalamnya termasuk berhubungan dengan pendidikan Islam dan Pesantren akan
mereka kuasai dan kendalikan, hal ini akan semakin membatasi langkah dan
mempersempit gerak umat Islam dalam berdakwah dan menyampaikan aspirasi
politik. Berkoalisi dengan PDI-P dan memilih Jokowi berarti ikut andil
dalam mewujudkan point-point di atas…!

Melihat perolehan suara saat ini, PPP harus mampu berusaha memegang jabatan
Menteri Pendidikan dan Menteri Agama RI, sabagai bentuk aspiratif merespon
keinginan umat yang bertujuan untuk mengayomi kepentingan umat Islam secara
konstitusional. Karena inilah sebenarnya akar dari perjuangan PPP dalam
ber-Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

Saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemimpin alternatif, tegas dan bersih
untuk menindaklanjuti sekaligus mencegah terjadinya kasus korupsi
diberbagai instansi pemerintahan, menegoisasi ulang kontrak Freeport yang
selama ini didominasi pihak asing, berwawasan strategis dan berpikiran
global diatas konsep "amar ma'ruf nahi mungkar" sebagai pondasinya.
Kami menilai Bpk. Prabowo Subianto dalam hal ini mampu, InsyaAllah. Beliau
mempuyai kapasitas, kapabilitas dan integritas tinggi serta tidak mudah
diintervensi dalam semua urusan dan pemikiran. Karena dalam kepemimpinan
segala keputusan dan kebijakan tidak boleh didekte oleh pihak lain. Ini
terbukti dengan ketegasan kepemimpinan beliau dalam struktur pengrekrutan
di tubuh TNI. Kedekatannya kepada ulama, memberikan pesan bahwa semua
keputusan dan kebijakan pemerintahan akan didiskusikan dulu dan memohon
pertimbangan serta fatwa para ulama. Untuk cawapresnya, kita berdo’a kepada
Allah SWT semoga mendapatkan pasangan yang baik dan maslahah.

Semua ini kami sampaikan, sebagai wujud tanggung jawab kami dan para ulama
lainnya untuk menyampaikan sebuah kebenaran. Karena sekarang ini bukan lagi
perang antar partai, tapi sudah sampai perang terhadap ideologi dan agama.
Hampir semua partai-partai Islam sudah bergabung, berkoalisi dan menjadi
mitra partai sekuler, tinggal PPP yang menjadi harapan umat untuk menjaga
akidah umat Islam. Sebagai bagian dari PPP, kami mengajak kepada umat,
tokoh-tokoh PPP, bahwa para ulama dan tokoh penting bangsa ini melahirkan
PPP dengan niat tulus menyatukan komitmen keummatan, merespon aspirasi
umat, PPP menjadi alat perjuangan umat Islam dan masyarakat secara umum.
Karena, pemilihan azas dan lambang partai tidak mereka dapatkan dari hasil
diskusi bahkan tidak juga dari sebuah mimpi. Azas dan lambang PPP diperoleh
dari hasil munajat kepada Allah SWT melalui shalat istikhoroh. Keberadaan
partai ini wajib kita pelihara dan menjaga keutuhannya. Karena hanya partai
inilah warisan dari ulama-ulama kuno. Semoga Allah SWT selalu memberikan
pertolongan dan kekuatan kepada umat Islam, amin ya rabbal a’lamin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sarang, 10 Rojab 1435 H./ 10 Mei 2014 M.

K. H. MUHAMMAD NAJIH MAIMOEN ZUBAIR


Pada 17 Mei 2014 06.02, Andrinof A Chaniago <[email protected]> menulis:

> Saya meragukan status Kyai Haji bapak ini. Dalam Islam, sangat dikecam
> menjadi penyebar kabar bohong. Kalau menjadi penyebar kabar bohong, kita
> akan digolongkan menjadi pengikut Abdullah bin Ubay dengan sanksi ancaman
> yang sangat keras.
> Berpolitiklah dengan baik dan islami.
> Terima kasih.
>
> Andrinof
>
>
>
> 2014-05-15 20:58 GMT+07:00 Maturidi Donsan <[email protected]>:
>
>>
>> *SURAT  K. H. MUHAMMAD NAJIH MAIMOEN ZUBAIR KE SURYADARMA ALI*
>>
>>
>>  Dari face book
>>
>>
>> Sanak dilapanta n.a.h
>>
>>
>> Mudah-mudahan ada gunanya bagi umat islam.
>>
>>
>> Mano nan namuah mangunyah-nguyah manjalang PILPRES 9 Juli nanti. .
>>
>>
>> Kepada YTH. ;
>> Bpk. H. Suryadharma Ali (Ketua Umum PPP)
>> Di- JAKARTA
>>
>> السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
>> بسم الله الرحمن الرحيم
>> الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه
>> أجمعين. أما بعد:
>>
>> TOLAK KOALISI PPP DENGAN PDI-P-JOKO WIDODO
>>
>> Setelah mengamati perkembangan politik lewat media masa, kami menolak
>> kalau PPP berkoalisi dengan PDI-P yang mengusung Jokowi sebagai Capres. Hal
>> ini kami sampaikan, karena kami melihat ada indikasi sebagian elit politik
>> PPP yang mewacanakan berkoalisi dengan partai tersebut.
>> Sebagai satu-satunya Partai Islam yang masih konsis ber-Amar Ma’ruf Nahi
>> Munkar, platform PPP jelas berbeda dengan ideologi dan platform PDI-P.
>> Betapa gigihnya PPP menolak aliran-aliran sesat di Indonesia,
>> memperjuangkan RUU Pornoaksi-Pornografi, UU Pendidikan dan UU lainnya yang
>> berbau Islami. Sementara PDIP adalah partai yang anti Islam. Hal itu
>> dibuktikan dari berbagai produk legislasi Islami yang dijegal oleh PDIP.
>> Semua RUU yang diajukan PPP ke DPR dan berbau Islami pasti PDI menolaknya.
>> UU Pendidikan mereka walk out, UU Bank Syariah, UU Ekonomi Syariah mereka
>> tidak setuju, UU Pornoaksi-Pornografi juga mereka tidak setuju. Sekarang UU
>> Jaminan Produk Halal untuk makanan dan obat-obatan mereka juga tidak
>> setuju. Selain itu, dalam pemilu 2014 lalu, PDI-P memasang 52% caleg non
>> Muslim dalam Daftar Caleg Tetap-nya.
>>
>> PDI-P sendiri merupakan fusi dari partai Nasionalis dan partai Kristen
>> seperti IPKI, PNI, Murba, Partai Katolik, dan Parkindo (Partai Kristen
>> Indonesia). Kemenangan PDI-P-Jokowi berarti kemenangan Barat, konglomerat
>> hitam China, Syi’ah, liberal, disamping menjadikan peluang Jalaluddin
>> Rahmat (tokoh Syi'ah) menjadi Menteri Agama RI, berarti Syi'ah akan
>> memegang kebijakan UU yang berhubungan dengan UU Pendidikan Agama Islam dan
>> Pesantren.
>> Dalam PDI-P ada ragam ideologi, yakni Islam, Syi'ah, Liberal, Kristen,
>> Nasionalis, Sosialis dan Komunis. Jika Partai Islam dan Tokoh Islam
>> berkoalisi dengan PDI-P-Jokowi, maka neo-Komunis gaya baru akan benar-benar
>> terwujud dengan pola baru NASIONALIS, RELIGIUS dan SYI’AH.
>>
>> Di sisi lain, pencapresan Jokowi yang memunculkan ide koalisi non
>> transaksional, kerjasama yang tidak didasari bagi-bagi jabatan. Ini jelas
>> menguntungkan PDI-P. semua kebijakan politik dan pemerintahan yang di
>> dalamnya termasuk berhubungan dengan pendidikan Islam dan Pesantren akan
>> mereka kuasai dan kendalikan, hal ini akan semakin membatasi langkah dan
>> mempersempit gerak umat Islam dalam berdakwah dan menyampaikan aspirasi
>> politik. Berkoalisi dengan PDI-P dan memilih Jokowi berarti ikut andil
>> dalam mewujudkan point-point di atas…!
>>
>> Melihat perolehan suara saat ini, PPP harus mampu berusaha memegang
>> jabatan Menteri Pendidikan dan Menteri Agama RI, sabagai bentuk aspiratif
>> merespon keinginan umat yang bertujuan untuk mengayomi kepentingan umat
>> Islam secara konstitusional. Karena inilah sebenarnya akar dari perjuangan
>> PPP dalam ber-Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.
>>
>> Saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemimpin alternatif, tegas dan
>> bersih untuk menindaklanjuti sekaligus mencegah terjadinya kasus korupsi
>> diberbagai instansi pemerintahan, menegoisasi ulang kontrak Freeport yang
>> selama ini didominasi pihak asing, berwawasan strategis dan berpikiran
>> global diatas konsep "amar ma'ruf nahi mungkar" sebagai pondasinya.
>> Kami menilai Bpk. Prabowo Subianto dalam hal ini mampu, InsyaAllah.
>> Beliau mempuyai kapasitas, kapabilitas dan integritas tinggi serta tidak
>> mudah diintervensi dalam semua urusan dan pemikiran. Karena dalam
>> kepemimpinan segala keputusan dan kebijakan tidak boleh didekte oleh pihak
>> lain. Ini terbukti dengan ketegasan kepemimpinan beliau dalam struktur
>> pengrekrutan di tubuh TNI. Kedekatannya kepada ulama, memberikan pesan
>> bahwa semua keputusan dan kebijakan pemerintahan akan didiskusikan dulu dan
>> memohon pertimbangan serta fatwa para ulama. Untuk cawapresnya, kita
>> berdo’a kepada Allah SWT semoga mendapatkan pasangan yang baik dan maslahah.
>>
>> Semua ini kami sampaikan, sebagai wujud tanggung jawab kami dan para
>> ulama lainnya untuk menyampaikan sebuah kebenaran. Karena sekarang ini
>> bukan lagi perang antar partai, tapi sudah sampai perang terhadap ideologi
>> dan agama. Hampir semua partai-partai Islam sudah bergabung, berkoalisi dan
>> menjadi mitra partai sekuler, tinggal PPP yang menjadi harapan umat untuk
>> menjaga akidah umat Islam. Sebagai bagian dari PPP, kami mengajak kepada
>> umat, tokoh-tokoh PPP, bahwa para ulama dan tokoh penting bangsa ini
>> melahirkan PPP dengan niat tulus menyatukan komitmen keummatan, merespon
>> aspirasi umat, PPP menjadi alat perjuangan umat Islam dan masyarakat secara
>> umum.
>> Karena, pemilihan azas dan lambang partai tidak mereka dapatkan dari
>> hasil diskusi bahkan tidak juga dari sebuah mimpi. Azas dan lambang PPP
>> diperoleh dari hasil munajat kepada Allah SWT melalui shalat istikhoroh.
>> Keberadaan partai ini wajib kita pelihara dan menjaga keutuhannya. Karena
>> hanya partai inilah warisan dari ulama-ulama kuno. Semoga Allah SWT selalu
>> memberikan pertolongan dan kekuatan kepada umat Islam, amin ya rabbal
>> a’lamin.
>>
>> والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
>>
>> Sarang, 10 Rojab 1435 H./ 10 Mei 2014 M.
>>
>> K. H. MUHAMMAD NAJIH MAIMOEN ZUBAIR
>>
>> Top of Form
>>
>> Suka <https://www.facebook.com/> · · 
>> Bagikan<https://www.facebook.com/ajax/sharer/?s=2&appid=2305272732&p%5B0%5D=100002912152177&p%5B1%5D=1073743486&share_source_type=unknown>
>>
>> Bottom of Form
>>
>>
>>
>>  Wass,
>>
>>
>> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia Duri Riau
>>
>>
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke