Kalau ndak salah ambo pernah baco dulu tanahtu didapek antah si Bambang atau 
Tomi katiko zaman orde baru. 

Isna

Sent from my iPad

On 6 Jun 2014, at 18:17, Aprinal Saldi <[email protected]> wrote:

> Oh begitu ya pak..
> 
> Semoga juga nanti dia tidak membangun gereja baru diatas lahnnya yg ribuan 
> hektar yg juga berada di sumbar sana..
> entah bagaimana dia dulu dapat ribuan tanah ulayat di ranah minang ini.
> 
> dan bapak ini mendukung lagi yah, Yasmin dapat izin lagi?
> 
> 
> 
> 2014-06-03 23:48 GMT+07:00 'asmun sjueib' via RantauNet 
> <[email protected]>:
> 
> Aww.. Ambo sapandapeik jo Hashim SD satantangan kegiatan ugamo di Indonesia, 
> Bhinneka Tunggal Ika. Satiok rahayat Indonesia samo punyo hak untuk 
> beribadah, silahkan menjalankan ibadah ugamo masing-masing asalkan indak 
> provokatif. Saling menghormati dan ummat Islam harus berani menjalankan 
> ajaran ugamo dengan baik dan benar sarato barusao kareih menghormati Al Quran 
> dan Hadits dengan melaksanakannyo tanpa merusak  kehidupan  harmonis diantaro 
> ummat berugamo di Indonsia.
> Wassalam,
> Haasma Depok
> 
> 
> Pada Selasa, 3 Juni 2014 22:21, Aprinal Saldi <[email protected]> menulis:
> 
> 
> Penulis: Martahan Lumban Gaol 23:14 WIB | Senin, 02 Juni 2014
> Hashim: Prabowo Bisa Kendalikan PKS dan Buka Yasmin
> 
> 
> Hashim Djojohadikusumo saat menghadiri Diskusi Publik Gereja Mendengar Visi 
> Misi Capres 2014, yang diselenggarakan Persekutuan Gereja-gereja di 
> Indonesia, di Aula Sekolah Tinggi Teologia Jakarta, pada Senin (2/6). (Foto: 
> Martahan Lumban Gaol).
> JAKARTA, SATUHARAPANCOM - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim 
> Djojohadikusumo mengatakan bahwa Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia 
> 2014, Prabowo Subianto mampu mengendalikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 
> dan mengembalikan izin ibadah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin.
> "Saya yang beri izin Prabowo untuk berkoalisi dengan PKS. Karena saya ingat 
> Matius 10:16, yang intinya kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti 
> merpati. Karena bila Prabowo presiden, dia mampu kendalikan itu," ucap Hashim 
> saat menghadiri Diskusi Publik Gereja Mendengar Visi Misi Capres 2014, yang 
> diselenggarakan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), di aula Sekolah 
> Tinggi Teologia Jakarta, Senin (2/6).
> "Perihal GKI Yasmin, di depan puluhan pendeta, Prabowo pernah katakan, bila 
> nanti dia jadi presiden, dia akan perintahkan Kapolri (Kepala Kepolisian 
> Republik Indonesia) untuk membuka kembali GKI Yasmin," Hashim menambahkan.
> Menurut Hashim, lima tahun silam Prabowo telah berdiskusi ketika PKS ingin 
> memberikan dukungan bagi dirinya, saat itu Hashim menolak. Akan tetapi, ia 
> menyesal, karena partai yang dipilihnya untuk berkoalisi, PDI Perjuangan, 
> ternyata menipu Gerindra.
> "Lima tahun silam, Prabowo katakan bahwa PKS ingin beri dukungan, tapi saya 
> katakan bila PKS beri dukungan, saya keluar dari Gerindra dan kembali ke 
> London. Namun akhirnya saya menyesal, karena kami tertipu oleh PDI Perjuangan 
> waktu itu," kata Hashim.
> Jadi, perihal partai koalisi, ia mengharapkan agar masyarakat tidak meragukan 
> komitmen Prabowo untuk senantiasa menjunjung nilai-nilai Pancasila, meskipun 
> saat ini Gerindra berkoalisi dengan partai berbasis massa Islam.
> "Jadi jangan ragu pada komitmen Prabowo untuk tetap membela Pancasila. Karena 
> bila Prabowo tidak komit pada Pancasila, saya tidak mau mendukungnya sebagai 
> capres Republik Indonesia," adik Prabowo itu menambahkan.
> Tidak Ada FPI Gerindra
> Mengenai dugaan atau anggapan beberapa pihak yang mengatakan bahwa Partai 
> Gerindra menjalin kerja sama dengan Front Pembela Islam (FPI), Hashim 
> membantahnya.
> "Tidak ada kerja sama dengan FPI, bila terjalin kerja sama antara Gerindra 
> dan FPI, maka saya akan keluar dari partai ini," tegas Hashim.
> Menurutnya hal tersebut hanya ulah dari pihak-pihak yang tidak bertanggung 
> jawab, yang ingin menjelekkan nama Partai Gerindra.
> "Itu merupakan fitnah luar biasa bagi kami, beberapa pernyataan selalu 
> dipelintir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," Ketua Dewan 
> Pembina Kristen Indonesia Raya tersebut menambahkan.
> Pertiwi Jadi Ibu Negara
> Selanjutnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut menanggapi 
> pernyataan salah seorang penanya nan mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan 
> sosok ibu negara.
> "Bila kita butuh ibu negara, Prabowo sudah menyiapkannya, namanya pertiwi. 
> Jadi jujur saja Bapak Prabowo dan Ibu Pertiwi," tuturnya.
> Hashim pun mengambil contoh pada beberapa sosok presiden di beberapa negara 
> yang tidak memiliki ibu negara.
> "Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye,tidak pernah punya suami, Presiden 
> Filipina, Nonoy Aquino, belum pernah menikah, lalu Presiden Prancis, Francois 
> Hollande, juga tidak pernah menikah, tapi banyak anak dan pacar," tambahnya.
> Karena menurut Hashim, esensi utama sebagai Presiden Republik Indonesia ialah 
> jujur dan mampu menjalankan amanah rakyat dengan baik.
> Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja
> http://www.satuharapan.com/read-detail/read/hashim-prabowo-bisa-kendalikan-pks-dan-buka-yasmin
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
> 
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke