Hotel-hotel nan indak mambayia Pajak ko samo juo kategorinyo jo Pamalak yo?
http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/sumbar/42367-hotel-di-pessel-masih-banyak-belum-bayar-pajak- -- Nyit On Friday, July 31, 2015 at 3:33:28 AM UTC-7, asmun sjueib wrote: > > Aww. Menarik berbagai attitutes dan perilaku suku Minangkabau tsb.?Apokah > indak ka ado solusinyo? Kalau nak baiyo iyo tantunyo ado lah jalan nan > dapeik wak pelokin basamo-samo. Baa gak ati rang Minang? > Wass. Haasma ( Lk/70/Depok) > > > > Pada Rabu, 29 Juli 2015 8:29, "Akhir, Zainul (zainula)" < > [email protected] <javascript:>> menulis: > > > Sumbang saran dari ambo senek bisa kita berpedoman dengan Walikota > Pariaman yang dulunya punya kasus yang sama dengan Bkt namun berkat > gigihnya beliau mensosialisasikan kemasyarakat Alhamdulillah sudah banyak > berobah dan tamu yang datang tidak banyak lagi kecewa dg parkir, harga > makanan dan ticket masuk tempat wisata serta perlakuan kasar dllnya. > Mari kita minta Pemda untuk bisa merangkul semua lapisan agar bisa saling > menyadari dan memberikan dampak positif buat kita semua terutama buat > daerah dengan banyaknya uang beredar dan promosi daerah yang murah dari > mulut ke mulut . > > Mohon maaf kalua kurang berkenan > > Wassalam, > Zainul Akhir Tanjung, 53 th Pku-Riau > > *From:* [email protected] <javascript:> [mailto: > [email protected] <javascript:>] > *Sent:* Thursday, July 23, 2015 2:11 PM > *To:* [email protected] <javascript:> > *Cc:* [email protected] <javascript:> > *Subject:* Re: [R@ntau-Net] Penyakit Mamakuak yg Membudaya > > Sanak sapalanta nan ambo hormati, Bulan puaso menjelang lebaran ambo > sebagai Praktisi Wisata alah cubo Batamu yo Komisi yang membidangi Parkir > dan Wakil KETUA DPRD Bukittinggi , ado beberapa kesimpulan yang ambo > simpulkan al ; > 1. Memang betul Ada oknum aparat / preman yang beking parkir liar > 2. Muncul nya Titik parkir baru saat lebaran yang tidak menjadi tanggung > jawab Pemko > 3.secara politis wako yg mencalon kembali menjadi cawako merasa tidak > strategis juga dan takut banyak kehilangan suara nantinya Kalau tegas > membrantas kelompok2 Pemuda > 4.adanya anggapan hanya sekali setahun / anggaplah sumbangan perantau Hari > Raya buat pengangguran > > Solusi ; > 1. Menambah / menetapkan perda Titik parkir insidentil saat2 lebaran, > libur sekolah dan tahun baru > 2. Adanya tingkatan Harga sesuai Tempat parkir ( walaupun mahal tapi resmi > tidak Akan masaalah / Hukum demand supply dan uang masuk Kas Daerah ) > 3. Adanya plank merk Parkir > 4. Adanya aparat kepolisian/ Polisi Wisata yang standby di setiap Titik > parkir menjaga kenyamanan Mobil Saat di tinggal > > Tapi apapun solusi nya Tampa adanya niat politis dan politisasi , > kenyamanan Daerah adalah tergantung Pada Kepala daerahnya > > > Wassalam > Zuhrizul Chaniago > 43 / > www.lawangpark.com > www.minanghomestay.com > www.ikarsatour.com > www.mitrahrd.com > > > Sent from my iPhone > > On 23 Jul, 2015, at 6:51, Andrinof A Chaniago <[email protected] > <javascript:>> wrote: > > Sekarang mulai heboh dg perilaku pemalakan di tempat-tempat wisata di > Sumbar. Ketika saya dg posisi yg sdh menyandang jabatan menteri berbicara > menyorot scr khusus perilaku pemalakan di tempat-tempat wisata di Sumbar > beberapa waktu lalu, harusnya ditangkap bahwa masalah ini sudah serius. > Tapi, yg saya sesalkan waktu itu Walikota Padang berusaha membantah. > Akhirnya, saya buat tiga grup utk berkunjung diam-diam ke Pantai Air Manis. > Setelah fakta pemungutan uang ala preman itu dibuktikan oleh tiga grup yg > saya kirim dan muncul menjadi berita di Padang Ekspres, respon dari aparat > Pemko yg saya dengar lagi-lagi bikin jengkel. Mereka mengatakan kpd staf > saya bhw yg saya lakukan menjebak mereka. Sungguh aneh dan menjengkelkan > menemukan sikap aparat spt ini. Mrk tidak paham membedakan antara tindakan > menjebak dan membuktikan kebenaran. Sekarang, bisakah keluhan yg meluas ini > dijadikan momentum utk membasmi penyakit mental preman di tempat2 wisata di > Sumbar ini? Atau akan terus menjadi suara musiman yg tidak perlu > ditindaklanjuti? > Wass., > Andrinof A Chaniago > -- > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
