Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Angku Masoed Abidin, Sama-sama Maaf, bukan MENGGANGGU, tetapi perlu untuk MELURUSKAN bahan Sejarah. Pembicaraan mengenai sejarah dan mengetengahkan sumber-sumbernya tidak harus dilakukan tagageh-gageh dengan ganggguan tamu dan setan.
Sekedar tambahan samping pelurusan juga, Nancy Tanner tidak hanya "pernah datang ke Sumbar tahun 1969-1970" tetapi pernah tinggal di Bukittinggi 1962/63-1966 masuk kampung keluar kampung di Sumatera Barat, Nias, dan Aceh, mempelajari Budaya Minangkabau. Disertasinya "Minangkabau Disputes", University of California Berkely, 1970, 600+ halaman, adalah salah satu sumber yang diperlukan bagi para penelaah ABS-SBK. Kalau yang Angku Masoed Abidin maksudkan memang Audrey R. Kahin and George McT. Kahin yang "amat bijak bercerita ini" dengan buku mereka Subversion as Foreign Policy; The Secret Eisenhower and Dulles Debacle in Indonesia; New York Press, New York; 1995; mereka bukanlah "penulis sejarah yang kurang memahami sejarahnya" seperti Angku ketengahkan. Karya mereka ini adalah hasil research selama empat puluh tahun dengan banyak menggunakan sumber-sumber utama yang belum pernah diketahui orang sebelumnya (newly classified secret documents plus countless personal interviews with many of the participants). Buku ini adalah sumber yang tidak boleh tidak harus dibaca, dipelajari, ditelaah dengan serius dan teliti, oleh para penelaah Sejarah mengenai periode sekitar PRRI. Salam, -- Sjamsir Sjarif --- In [EMAIL PROTECTED], Masoed Abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Alaikum salam wa Rahmatullahi wa Barakatuh, > > Maaf Angku, > Memang karajo capek tu disaratoi setan. > > Dek tagageh mangetik, ado lo tamu, nan ka dimukasuik sabananyo indak Nancy Tunner nan memang panah datang ka Sumbar di tahun 1969- 1970 tu doh, tapi na di mukasuik ka diketik tadi tu adalah AUDREY R. Kahin dan George Mc.T.Kahin. > > MAAF KAN SAKALI LAI, DEK MANGGANGGU ANGKU "HAMBOCIEK". > > Wassalam, > Buya HMA > > hambociek <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, > Angku Masoed Abidin, > > Kok buliah ambo batanyo, bilo Nancy Tanner "amat bijak bercerita > ini"? Tolong berikan referensi cerita bijaknya itu, kalau ada. > Terima kasih banyak. > > Salam, > -- Sjamsir Sjarif > --- In [EMAIL PROTECTED], Masoed Abidin > wrote: > > > > Asslamu'alaikum Warahmatullahi wa barakatuh' > > > > Pak Abraham dan dunsanak kasadonyo, > > > > PRRI suatu pergolakan di daerah Sumatera Tengah (meliputi > Sumbar, Riau dan Jambi), kemudian diikuti beberapa daerah lainnya di > Nusantara, sehingga menjadi perjuangan semesta. > > > > Pergolakan itu bukan ciptaan asing, apalagi CIA sebagai > diungkapkan oleh beberapa penulis sejarah yang kurang memahami > sejarahnya dari sisi idealis. Nancy Tunner dan Kahin amat bijak > bercerita ini. > > > > ......... > > Terimakasih, > > Wassalam, > > HMA --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
