Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Maa Angku Masoed Abidin sarato Rang Lapau nan Basamo,

Sasudah kita luruskan pertanyaan saya mengenai Pemulis dan Apa nan
mereka tulis, tujuan saya semula pun ingin maluruskan "definisi" angku
satu kalimat mengenai PRRI yang saya kira tidak sesimple tu dan juga
tidak akurat: "PRRI suatu pergolakan di daerah Sumatera Tengah (meliputi
Sumbar, Riau dan Jambi), kemudian diikuti beberapa daerah lainnya  di
Nusantara, sehingga menjadi perjuangan semesta."


Saya kira angku keliru antara Pergolakan Daerah dengan PRRI. Dari
sequence of events (urutan kejadian-kejadian), angku tergbalik; bukan
PRRI yang diikuti oleh daerah-daerah lain di Nusantara.  PRRI adalah the
end product dari pergolakan-pergolakan daerah itu.

Urutannya, Pergolakan-pergolakan Daerah dalam hubungannya dengan PRRI
ini memang di mulai di Sumatera Tengah dengan diumumukannya Dewan
Banteng (20 Desember 1956, dengan tokohnya Let.kol Hussen). Dua hari
kemudian tanggal 22 Desember 1956 diikuti oleh Dewan Gajah di Sumatera
Utara (Kol Simbolan tokohnya). Sebulan kemudian 16 Januari 1957 Dewan
Garuda diumumkan oleh Let Kl Barlian di Sumatera Selatan. Dekat-dekat
waktu itu pun Dewan Lambung Mangkurat diumumkan di Kalimantan. Sebulan
kemudian sesudah itu tanggal 22 Maret 1957 Perjuangan Semesta
diproklamasikan oleh Let Kol Samual di Sulawesi dengan Dewan
Permestanya. Permesta adalah akronim istilah resmi untuk Perjuangan
Semesta yang di Sulawesi itu.

Baru kemudian, kira-kira setahun sesudah Dewan-dewan ini muncul, barulah
PRRI diumumkan pada tanggal 15 Februai 1968  sebagai end product,
persatuan idea dari pergolakan-pergolakan itu yang mencakupi
gerakan-gerakan pergolakan daerah pada tingkat nasional ini.

Salam,

--Sjamsir Sjarif

--- In [EMAIL PROTECTED], "hambociek" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
> Angku Masoed Abidin,
>
> Sama-sama Maaf, bukan MENGGANGGU, tetapi perlu untuk MELURUSKAN
> bahan Sejarah. Pembicaraan mengenai sejarah dan mengetengahkan
> sumber-sumbernya tidak harus dilakukan tagageh-gageh dengan
> ganggguan tamu dan setan.
>
> Sekedar tambahan samping pelurusan juga, Nancy Tanner tidak
> hanya "pernah datang ke Sumbar tahun 1969-1970" tetapi pernah
> tinggal di Bukittinggi 1962/63-1966 masuk kampung keluar kampung di
> Sumatera Barat, Nias, dan Aceh, mempelajari Budaya Minangkabau.
> Disertasinya "Minangkabau Disputes", University of California
> Berkely, 1970, 600+ halaman, adalah salah satu sumber yang
> diperlukan bagi para penelaah ABS-SBK.
>
> Kalau yang Angku Masoed Abidin maksudkan memang Audrey R. Kahin and
> George McT. Kahin yang "amat bijak bercerita ini" dengan buku mereka
> Subversion as Foreign Policy; The Secret Eisenhower and Dulles
> Debacle in Indonesia; New York Press, New York; 1995; mereka
> bukanlah "penulis sejarah yang kurang memahami sejarahnya" seperti
> Angku ketengahkan.
>
> Karya mereka ini adalah hasil research selama empat puluh tahun
> dengan banyak menggunakan sumber-sumber utama yang belum pernah
> diketahui orang sebelumnya (newly classified secret documents plus
> countless personal interviews with many of the participants). Buku
> ini adalah sumber yang tidak boleh tidak harus dibaca, dipelajari,
> ditelaah dengan serius dan teliti, oleh para penelaah Sejarah
> mengenai periode sekitar PRRI.
>
> Salam,
> -- Sjamsir Sjarif
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], Masoed Abidin masoedabidin@
> wrote:
> >
> > Alaikum salam wa Rahmatullahi wa Barakatuh,
> >
> > Maaf Angku,
> > Memang karajo capek tu disaratoi setan.
> >
> > Dek tagageh mangetik, ado lo tamu, nan ka dimukasuik sabananyo
> indak Nancy Tunner nan memang panah datang ka Sumbar di tahun 1969-
> 1970 tu doh, tapi na di mukasuik ka diketik tadi tu adalah AUDREY R.
> Kahin dan George Mc.T.Kahin.
> >
> > MAAF KAN SAKALI LAI, DEK MANGGANGGU ANGKU "HAMBOCIEK".
> >
> > Wassalam,
> > Buya HMA
> >
> > hambociek hambociek@ wrote:
> >
> > Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
> > Angku Masoed Abidin,
> >
> > Kok buliah ambo batanyo, bilo Nancy Tanner "amat bijak bercerita
> > ini"? Tolong berikan referensi cerita bijaknya itu, kalau ada.
> > Terima kasih banyak.
> >
> > Salam,
> > -- Sjamsir Sjarif
> > --- In [EMAIL PROTECTED], Masoed Abidin
> > wrote:
> > >
> > > Asslamu'alaikum Warahmatullahi wa barakatuh'
> > >
> > > Pak Abraham dan dunsanak kasadonyo,
> > >
> > > PRRI suatu pergolakan di daerah Sumatera Tengah (meliputi
> > Sumbar, Riau dan Jambi), kemudian diikuti beberapa daerah lainnya 
di
> > Nusantara, sehingga menjadi perjuangan semesta.
> > >
> > > Pergolakan itu bukan ciptaan asing, apalagi CIA sebagai
> > diungkapkan oleh beberapa penulis sejarah yang kurang memahami
> > sejarahnya dari sisi idealis. Nancy Tunner dan Kahin amat bijak
> > bercerita ini.
> > >
> > > .........
> > > Terimakasih,
> > > Wassalam,
> > > HMA



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke