Waalaikumsalam w.w. Sanak Asmardi Arbi,
 
Tarimo kasih. Memang sangajo ambo pakai istilah 'panyusunan' Sejarah 
Minangkabau, karano buku 'Sejarah Minangkabau' nan ditabikkan dek Drs 
M.A.Mansoer dkk tahun 1970 dipersiapkan tagageh-gageh sajo, sahinggo mungkin 
dirasokan kini banyak kakurangannyo.
 
Tambahan lai, salamo 38 tahun sasudah tabiknyo buku tu alah banyak bahan baru 
-- atau masalah baru -- nan dapek sarato paralu ditampuang, supayo nan 
mudo-mudo punyo pamahaman nan langkok tentang Sejarah Minangkabau.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]



--- On Sun, 1/18/09, Asmardi Arbi <[email protected]> wrote:


From: Asmardi Arbi <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Gelar Sangsako Adat untuk Persatuan Bangsa.
To: [email protected]
Cc: " SUDra. Adriyetti AMIR" <[email protected]>, "Dr. Gusti 
ASNAN" <[email protected]>
Date: Sunday, January 18, 2009, 10:36 PM



Assalamu'alaikum wr.wb.
 
 
Ambo sapandapek da Saaf, mudah-mudahan Penyusunan Sejarah Minangkabau indak 
diplesetkan jadi Pelurusan Sejarah Minangkabau nan salamoko diistilahkan  jadi 
" canggu " urang Minangkabau.
 
Wassalam,
 
Asmardi Arbi ( L 67+ Jkt )
 
 




From: Dr.Saafroedin BAHAR 
Sent: Saturday, January 17, 2009 8:18 AM
To: [email protected] 
Cc: SUDra. Adriyetti AMIR ; Dr. Gusti ASNAN 
Subject: [...@ntau-net] Re: Gelar Sangsako Adat untuk Persatuan Bangsa.






Waalaikumsalam w.w. Angku Azmi Dt Bagindo dan para sanak sa palanta,
 
Pertanyaan-pertanyaan Angku rancak, dan paralu dijaniahkan dalam rangka 
marumuskan adat [dan kebudayaan ]   Minangkabau, khususnya dalam kaitan jo 
aspek kelembagaan dari ABS SBK.
 
Mungkin baiak dimuloi jo pembahasan dalam LAKM dan LKAAM.
 
Sacaro pribadi ambo bapandapek masalah ko paralu dikaji dalam rangka panyusunan 
Sejarah Minangkabau, nan alah mulai ditangani dek Fakultas Sastra Universitas 
Andalas.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]



--- On Sat, 1/17/09, azmi abu kasim azmi abu kasim 
<[email protected]> wrote:


From: azmi abu kasim azmi abu kasim <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Gelar Sangsako Adat untuk Persatuan Bangsa.
To: [email protected]
Date: Saturday, January 17, 2009, 12:06 AM







 






 
Lembang Alam


2009/1/16 Datuk Endang <[email protected]>






Pak Abraham Ilyas dan Ibu Hifny yth.
Apa yang Pak Abraham sampaikan menimbulkan perenungan yang panjang bagi saya. 
Terdapat kata-kata yang tidak pada patutnya, sehingga perlu dicek dan kroscek 
sehingga tidak menimbulkan masalah dan mengaburkan sejarah.
 
Pertama, istilah gelar sangsako 'adat', perlu dipertanyakan adat apa dan adat 
dimana. Sehingga seharusnya frasa itu berbentuk: sangsako adat ... [apa] ... 
[dimana]. Sangsakonya apa, sakonya apa, pusakonya apa. Kemudian lebih lanjut 
perlu dikenali sistem adatnya bagaimana. Apakah mengenal hukum nan ampek, apa 
cupak usalinya (saya kira ini bisa dijawab) dan apa saja cupak buatannya. Di 
dalam beberapa versi tambo, saya belum menemukan adat model begini.
 
Kedua, Pemangku 'Daulat' Yang Dipertuan, ini juga perlu diperjelas makna 
'daulat'. Daulat terhadap orang-orang yang mana, juga daulat terhadap wilayah 
apa. Karena 'daulat' adalah salah satu unsur dalam Konvensi Montevidio. Yang 
jelas dari sejarah yang pernah saya kembangkan, daulat itu sudah habis pada 
masa Perang Paderi. Kalau terbentuk 'daulat' pada era generasi ke-3, kiranya 
perlu diperjelas mengenai siapa dan dimana itu.
 
Ketiga, istilah 'mewakili seluruh Pucuak Adat Alam Minangkabau' perlu 
diperjelas, karena saya baru kali ini mendengar istilah ini. Raja terakhir 
Pagaruyung tidak pernah menggunakan istilah ini. Kemudian diperjelas apa itu 
Pucuak Adat, siapa-siapa saja orangnya. Klaim ini sangat berbahaya. Yang 
terpenting adalah kata-kata 'mewakili', ini mengingatkan saya dengan perjanjian 
penyerahan Minangkabau kepada Belanda; jaan sampai tuneh tumbuah di nan salah.
 
Keempat, istilah 'Limbago Tertinggi Pucuak Adat Alam Minangkabau', belum pernah 
saya dengar, termasuk LKAAM sepertinya tidak pernah menggunakan istilah ini. 
Apakah kemarin acaranya berlangsung di Bukit Marapalam?, kalau iya, 'sedikit' 
agak relevan. Namun tabuah larangan di tampek ambo indak babuni.
 

 




 









--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke