Sanak Arman yth, nampakno sanak alah banyak menggali bahan dan informasi 
sejarah. Kironyo sampai ka nan tapokok untuak memahami dinamika maso itu, dan 
baa pesan itu sampai ka kito kini.
Sabananyo ado banyak pendekatan nan dapek dilakukan untuak mengkaji masalah 
sejarah iko, nan alun banyak dicubo oleh sejarawan kito. Jadi indak sekedar 
bapadoman pado naskah/catatan, bukti arkeologi, kaba, dll; tamasuak di 
antaronyo memahami aspek lokasi atau geomorfologi sarato sistem kepercayaan 
maso itu. Nan Dobbin cucua-papakan contoh menggunakan pendekatan geomorfologi 
dan aktivitas ekonomi lokal, tanyato banyak sejarawan kito nan indak sampai ka 
situ kajiannyo.
Aspek geomorfologi dan sistem kepercayaan manuruik ambo relatif dapek menjadi 
dasar dalam penilaian sejarah, karano bukti itu indak banyak bergeser/berubah 
karono zaman. Dan nan lain hal itu merupakan motivasi urang saisuak untuak 
melakukan aktivitas kehidupan maso itu. Nan lain nan agak tetap adolah 'peta 
bintang' (ilmu falaq), nan biaso pulo dipidomani oleh urang dahulu. Kok sampai 
pendalaman sanak ka peta bintang itu, mangko basuolah sanak pado hubungan 
Melayu-Sriwijaya-Majapahit-Minangkabau.
Nan di ambo sendiri bukanlah pakar, indak ado dasar pendidikan sejarah dan 
profesi, jadi hanyo pengamat saja. Kabatulan di LAKM ambo ditugaskan untuak 
mengamati sejarah dan tambo. Tapi kalau basuo sanak jo ambo, mangko tagalak 
sengeang sanak, picayolah, babeda buni, bantuak, sarato isi.
Baitu dulu talabiah takurang.
 
Wassalam,
-datuk endang


--- On Wed, 1/21/09, Arman Bahar <[email protected]> wrote:

From: Arman Bahar <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Resume : Tambo - Silsilah Kerajaan - Gelar Sangsako 
Adat (penutup)
To: [email protected]
Date: Wednesday, January 21, 2009, 10:58 AM







Assalamualaikum ww 
  
Suai ambo Datuak Endang tidak hanya didaerah Bonjol hampir sebagian wilayah 
Sumatera Tengah ini sampai kedaerah Sumatera Utara dan Aceh adalah sebaran 
agamo urang saisuak namun yang lebih berkembang sebagaimana kita lihat tentu 
kearah Selatan pulau ini 
  
Ambopun suai pulo jo sanak Defian Cori bahwa sejarah Ranah ini kita telisik 
perkurun atau periode masing2, kalau selama ini kita terarah sekitar abad 11 
dan 12 tidak salah kalau kita coba pula ke sebelum itu sedikit 
  
Kalau dihulu Sungai Kamwar (sekarang dieja Kampar) +/-2km tapal batas Kabupaten 
50 Kota Sumbar terdapat Candi Budha Muara Takus maka kearah utara sedikit 
didesa Simagambat Mandailing Sumatera Utara terdapat pula situs candi yang 
diketemukan 1920 oleh Bosch dan Schinger (arkeolog Belanda) demikian pula di 
Padang Bolak, Padang Lawas, Barumun, Sosa dan banyak tempat lain-nya 
  
Lebih ke utara lagi di Aceh ada banyak situs candi didaerah ini, namun yang 
terkenal adalah 2 buah candi Indera Purwa tempat beribadat kaum lelaki dan 
Indera Pur(w)i tempat beribadat kaum perempuan (+/- 25km arah timur Banda Aceh) 
kemudian diubah menjadi Mesjid dizaman Kesultanan Lamuri Aceh abad ke12 dan 
sekarang bernama Masjid Raya Indrapuri 
  
Bagaimana dengan Ranah Bundo, selain candi Muara Takus dekat tapal batas 
Kabupaten 50 Kota ada lagi 2 situs komplek candi di Kabupaten Padang Pariaman 
yang disebut Candi Mahligai dan Candi Puti Sangka® Bulan (ado dunsanak nan tau 
dima posisi tapeknyo?) 
  
Sebetulnya ada banyak situs candi di Sumatera Barat yang namun karena tidak ada 
yang ngurus maklum kan anak nagari lah masuak Islam sadonyo hinggo lenyap 
tinggal puing2 yang sulit dilacak kembali seperti di Pagaruyuang itu sendiri, 
Biaro, Lembah Bujang dll 
  
Jadi tidak salah kalau Prof. Slamet Mulyono mengatakan bahwa pada awalnya telah 
ada penguasa2 atau kerajaan2 silih berganti sekitar gunung Merapi Sumatera 
Tengah sejak awal abad pertama masehi entah itu bernama kerajaan Pasumayam Koto 
Batu, Kerajaan Bungo Satangkai, Kerajaan Bukik Batu Patah dan Damarsraya yang 
dilanjutkan dengan Pagaruyuang dan kerajaan2 dibawah takluknya yang kemudian 
coba berdiri sendiri seperti Kerajaan Tiku, Pariaman Nan Tongga Magek Jabang, 
Indrapuro, Sungai Pagu, Gasib, Gunung Sahilan, Tambusai dan banyak lainnya 
  
Kembali kezaman saisuak pada permulaan masehi disekitar Merapi ini sudah ada 
kerajaan yang disebut dengan Kerajaan Kuntala dan Kerajaan Melayupura (Melayu 
Kuno) sekitar perbatasan Sumbar Jambi sekarang yang eksis lebih kurang 3 abad 
lalu muncul kerajaan Swarnabhumi sekitar abad ke5 
  
Kerajaan Sriwijaya yang belum bernama Sriwijaya juga berasal dari sekitar 
gunung Merapi yang kemudian pindah keselatan sebagai disampaikan mak Datuak 
Endang dengan Prasasti Kedukan Bukit (683M) itu “Bahagia pada tahun saka 605 
hari kesebelas - bulan terang bulan waisaka dapunta hyang naik di - perahu 
mengadakan perjalanan. pada hari ke tujuh bulan terang - bulan jyestha dapunta 
hyang berangkat dari "minanga" - tambahan beliau membawa tentara dua laksa - 
tiga ratus dua belas banyaknya, datang di mukha upang - dengan senang hati pada 
hari kelima bulan terang bulan asada - dengan lega gembira datang membuat wanua 
- perjalanan jaya sriwijaya memberikan kepuasan" 
  
Bisakah kita mulai starting point kita menelisik sejarah Ranah Bundo ini mulai 
dari “Dapuntahyang” saja dulu, mudah2an bisa yaa, kan ada Datuak Endang pakar 
kita 
  
Wasalam 
Armansamudra



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke