Waalaikumsalam ww. Lai batua sanak, ada banyak yang terlewat pada era-era sebelum itu, lebih tepatnya adalah era Budha yang melahirkan di antaranya Candi Muara Takus itu. Budha cenderung berkembang di dataran rendah. Pada waktu kunjungan ke Bonjol dulu, saya juga merasakan bila Budha dulu berkembang pesat di tempat ini, terutama di daerah cekungan Bukit Barisan, mulai dari lembah Alahan Panjang sampai ke Rao (rawa). Ada ditemukan beberapa batu basurek, dan katanya juga di Rao juga ada petilasan biara, yang batu-batunya kemudian digunakan untuk membangun benteng Amerongen. Kalau era menhir, memang lebih jauh. Kalau era abad 5 s/d 7, bisa dirujuk Prasasti Kedukan Bukit sebagai prasasti tertua (683 M), yang terjemahannya: "bahagia pada tahun saka 605 hari kesebelas - bulan terang bulan waisaka dapunta hyang naik di - perahu mengadakan perjalanan. pada hari ke tujuh bulan terang - bulan jyestha dapunta hyang berangkat dari "minanga" - tambahan beliau membawa tentara dua laksa - tiga ratus dua belas banyaknya, datang di mukha upang - dengan senang hati pada hari kelima bulan terang bulan asada - dengan lega gembira datang membuat wanua - perjalanan jaya sriwijaya memberikan kepuasan". Istilah 'Minanga' ini menimbulkan perdebatan di antara ahli sejarah. Selanjutnya dapat dibaca buku "Periodisasi Sejarah Sriwijaya", karya Arfan Ismail, Unanti Press, 2003. Apakah Minanga merupakan cikal bakal istilah Minangkabau? Namun belum ada sejarawan yang mengaitkan Minanga dengan Minangkabau. Bila ada pendapat yang kuat, maka Dapunta Hyang yang mendirikan dinasti Sriwijaya adalah berasal dari Minangkabau. Saat ini belum ada usaha yang serius untuk menggali bahan-bahan arkeologi yang ada, termasuk sekitar Muara Takus. Dalam era yang sama memang telah tumbuh Kerajaan Melayu di Jambi yang tipikal Hindu. Para pengembara Cina menyebutkan, sebelum ke Sriwijaya mereka menyempatkan diri terlebih dahulu belajar bahasa Melayu di Melayu. Jadi memang ada 2 kerajaan besar pada era itu, yaitu Melayu (Hindu) dan Sriwijaya (Budha). Sementara Minangkabau begitu-begitu saja; tidak tersentuh oleh kedua kekuatan itu. Dari sini mudah-mudahan sanak sudah dapat menalikan beberapa hubungan, di antaranya hakekat Ekspedisi Pamalayu, apakah penaklukan oleh Singhasari (Hindu), ataukah permintaan bantuan militer karena sudah ada ancaman dari Syailendra dan Cina (Budha)? Sampai disini Uli Kozok dalam bukunya juga sudah mulai ragu. Perlu patut dicatat bila posisi geografis kerajaan-kerajaan Sumatera masa itu jauh lebih strategis dibandingkan Jawa, sehingga lebih terbuka terhadap dunia luar yang berarti mengalami peradaban (dan teknologi) yang lebih maju. Sementara demikian dulu sanak, untuk bahan pemikiran lebih lanjut. Wassalam, -datuk endang
--- On Tue, 1/20/09, Arman Bahar <[email protected]> wrote: From: Arman Bahar <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Resume : Tambo - Silsilah Kerajaan - Gelar Sangsako Adat (penutup) To: [email protected] Date: Tuesday, January 20, 2009, 8:28 PM Assalamualaikum ww Ada yang luput dari pengamatan para penulis sejarah menelisik tentang Melayu Minangkabau selama ini akibatnya semakin ditelisik semakin terasa ada yang hilang Rasanya gak adil kalau titik awal kita adalah Pamalayu dengan aktor utamanya Sri Tribhuana Raja Mauliwarmadhewa (1270-1297) sang ayahanda Dara Jingga dan Dara Petak dari kerajaan Darmasraya yang kemudian memunculkan Adhityawarman (1294-1375) dan anaknya Ananggawarman (1348-1417) tepatnya akhir zaman Singosari dan awal Mojopahit Lantas pertanyaan-nya tidak adakah masa sebelum itu diseputar negeri ini yang menorehkan sejarah? Bukankah kearah selatan ada Sriwijaya dan Melayu (kuno) Jambi dan kearah timur ada Candi Muara Takus di Tigobaleh Koto Kampar Riau? Tidak yakinkah kita bahkan dinegeri ini jauh sebelum kurun waktu yang disebut dalam tambo tentang kedatangan Maharaja Diraja telah ada pula sebuah komunitas nenek moyang negeri ini yang boleh kita percayai sebagai komunitas tertua yang pernah ada tepatnya di Balubuih, Mahek, Ranah, Koto Tinggi dan Koto nan Godang Kabupaten 50 Kota dimana terdapat lebih 100an mehir berbagai bentuk dan posisi yang sampai sekarang belum ada keberanian para ahli mengutak-atiknya Kalau ini bisa diungkapkan berarti asal nenek moyang kita dari puncak gunung Merapi bakalan tereleminasi dengan sendirinya sebagai yang disebut Ibu Hifni Dimano titiak palito Dibalaik telong nan berapi Dimano asa mulo niniak kito Iolah dari puncak gunuang Marapi Okelah kita terima saja sementara ini bahwa asal nenek moyang kita itu dari puncak gunung Merapi, tapi tentu ada proses gimana mereka bisa sampai kesana, turun dari langit rasanya enggak ah, turun dari kapal langsung merapat kepuncak gunung yang kala itu hanya laut luas tak bertepi lalu tampak dari jauh puncak Merapi segedang telur itik kayaknya ntar kita diketawa-in ahli geologi iya kan lantas gimana nih ??? Kalau kita langsung telisik ke menhir yang di Balubuih Payakumbuah itu mungkin jauh amat, gimana yang agak dekat2 dikit tapi lebih tua dikit dari Mojopahit dan Damarsraya, yaa kira2 sezaman Sriwijaya kira2 abad 5 sampai 7 lah gitu itung2 masih satu periode dengan zaman Rasulullah SAW di Jazirah Arab sono Wasalam armansamudra --- On Tue, 20/1/09, Hifni H.Nizhamul <[email protected]> wrote: From: Hifni H.Nizhamul <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Resume : Tambo - Silsilah Kerajaan - Gelar Sangsako Adat (penutup) To: [email protected] Date: Tuesday, 20 January, 2009, 9:04 AM .............cut..... kan alah dibaaco duh ........... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
