Riri, mungkin akan menarik  jika ada di antara kita yang mengenal salah satu 
pemilik atau eks pemilik RMP ini menanya bagaimana pengalaman dan harapannya 
tentang bisnis yang digelutinya itu. Jika beliau ada waktu, rasanya pak Mochtar 
Naim tepat untuk mengadakan hal itu, karena dulu beliau pernah menulis tentang 
'manajemen restoran Padang'.
 
Saya belum tahu apakah para pemilik RMP ini mempunyai semacam asosiasi atau 
tidak. Kelihatannya kok tidak ada, seperti bisnis 'urang awak' pada umumnya.
 
Dapat saya jelaskan bahwa MAPPAS atau WSTB belum siap untuk melakukan hal itu, 
karena yang satu hanya kumpulan pemeduli -- semacam pengamat -- dan yang lain 
sedang dalam proses pembentukan.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]



--- On Fri, 1/23/09, Riri Chaidir <[email protected]> wrote:


From: Riri Chaidir <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Dominasi Rumah Makan Padang di Medan Berakhir
To: [email protected]
Date: Friday, January 23, 2009, 8:28 PM



Defyan, Pak Saaf, dan dunsanak sadonyo.
 
Ambo kurang tertarik kalau pembahasan tentang RMP ini melebar kemana2. Kalau 
sekedar memberikan latar belakang atau contoh kasus yang relatif sama, OK lah.
 
Bukan apa2, saya cuma takut nanti kalau orang2 menganggap saya terlalu cerdas, 
sehingga semua orang berebut meng-hire saya untuk membantu menyelesaikan semua 
masalah di republik ini. Nak kalau itu terjadi, bilo lo waktu ambo basuo jo 
dunsanak di palantako lai.
 
Kalau boleh kita kembali ke topik awalnya. RMP yang menurut artikel Antara itu 
sudah menurun dominasinya. Di situ disebutkan 3 "masalah (kesehatan, rasa 
pedas, dan harga). Terlepas dari apakah pendapat itu benar atau salah, ada 
beberapa pendapat dari dunsanak, mengenai plus minusnya RMP.
 
Nah, sekarang tinggal, apakah para pebisnis RMP itu sendiri memang merasa 
"terganggu" dengan pemberitaan2 bernada minor tersebut? Kalau iya, mereka 
harusnya yang mengatasinya. Tapi mungkin juga mereka tidak terganggu (ini kalau 
saya lihat dari 3 faktor penyebab yang disebutkan di artikel tersebut kan sudah 
lama).
 
Kalau memang ini menjadi concern kita, sebaiknya ini "disalurkan" ke pihak yang 
lebih kompeten. Saya juga tidak tahu, apakah pengusaha RMP itu punya semacam 
asosiasi atau bagaimana. Tapi mungkin mereka bagian dari PHRI? 
 
Atau karena rumah makan sudah dianggap bagian dari pariwisata, ya MAPPAS atau 
WSTB lah, pak Saaf, mungkin bisa menindaklanjutinya. Kita bisa supply bahan2 
dari diskusi RN, mungkin 
 
Itu kalau pendapat saya
 
 
Riri
Bekasi, L 46
 
 
 
 
 
 

 
 

 
2009/1/23 Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>






Waalaikumsalam w.w. Sanak Defiyan Cori dan para sanak sa palanta,
 
Tantu sajo masih tabuka paluang gadang untuak kito basamo mambahas labiah 
lanjuik masalah RMP ko. Pandapek ambo kan alun tantu batua. 
 
Rasonyo ado manfaatnyo kalau nanti ado di antaro nan mudo-mudo maadokan 
penelitian nan baiyo bana tantang  RMP ko, sabagai pambandiang dari kesan 
pribadi kito surang-surang. Akan labiah langkok, labiah mandasar, labiah 
obyektif. [ Atau memang alah ado, hanyo kito nan alun tahu? ]



Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]




--- On Fri, 1/23/09, Defiyan Cori <[email protected]> wrote:



From: Defiyan Cori <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Dominasi Rumah Makan Padang di Medan Berakhir
To: [email protected]
Date: Friday, January 23, 2009, 8:49 AM 










Assalaamuálaikum Wr. Wb.
Mudah2an Pak Saaf dan sanak lain yang budiman masih bisa menerima masukan dari 
ambo ko, InsyaALLAH ambo ndak punyo mukasuik apo2 salain mamajukan nagari nan 
denai cito. Sabab ambo hanyo urang ketek sajo...nan pernah hiduik padiah baraja 
dan badiskusi di zaman otoritarian SOEHARTO yang militeristik didikan KNIL tu 
dan model kepemimpinan ndak jauah beda jo Bulando dan Soekarno, walau lebih 
halui saketek...
 







 








 
 




























--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke