tentang fatwa golput bagi yang tidak sepaham bukan berarti mengabaikan ulama 
tapi kalau
dikatakan mengabaikan MUI Pusat (pakai pusat ya) itu benar.
Lah kenyataannya, dua ormas islam terbesar NU dan Muhammadiyah, mereka kan punya
lembaga kajian juga, kalau di Muhammadiyah namanya majlis tarjir, selain itu 
MUI Palembang
juga menolak fatwa MUI PUSAT.

Jadi, saya rasa jangan terlalu memandang sinis juga terhadap ada pihak yang 
menolak fatwa MUI PUSAT
yang menurut saya kurang tepat.

Fatwa MUI PUSAT ini juga, hanya memperlihatkan ketidak konsistenan, coba 
perhatikan apa
tanggapan ketua MUI saat request haram golput ini muncul :

"Jangan semua dibawa ke agama. Nabi bersabda, kamu itu lebih tahu soal 
duniawiyah. Soal agama itu dari Allah dan rasulnya, tetek bengek soal dunia, 
politik, diteliti dulu, dan nggak harus difatwakan. Nanti MUI memfatwakan 
angin," papar Ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Jumat (12/12/2008)

selanutnya ia katakan:

Menurut dia, MUI tidak sembarang mengeluarkan fatwa dan ada prosedurnya. "MUI 
khawatir fatwa bisa menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal," ujar 
dia

dan dilanjutkan ...

"Permintaan fatwa tidak boleh minta difatwakan supaya halal atau haram. Jadi, 
tergantung hasil penelitian. Apakah memang sudah sejauh ini rakyat apatis, 
darimana hasil penelitian itu menyebutkan rakyat apatis," papar dia

(http://www.detiknews.com/read/2008/12/12/165440/1052872/10/mui-jangan-semua-dibawa-ke-agama)

kenyataannya? MUI memfatwakan GOLPUT haram, lalu sejauh mana MUI melakukan 
penelitian?
kalau rakyat apatis, apa yg menyebabkan rakyat apatis? jangan rakyat (ummat) 
dong yang
disudutkan jika ternyata yg membuat apatis itu adalah para peserta pemilu dan 
aparat pemerintah.
Ada juga menurut saya alasan2 yg aneh yg saya pernah dengar kenapa golput itu 
haram, katanya
nih, kalau banyak yg golput maka yg akan menang adalah calon yg tidak amanah 
dan tidak 
merepresentasikan kepentingan ummat, pertanyaan, memangnya pemerintahan 
sekarang ini
amanah dan merepresentasikan ummat dan jika duel 2004 terulang Mega-SBY. 
Selain itu, masalah baik dan tidak baik sang calon pun penilaiaannya sangat 
subjektif, yg baik
menurut MUI belum tentu baik menurut ulama yg lain, lah (maaf nih) Amien Rais 
yg 2004
lalu saja menurut saya sudah yg terbaik, tetap saja masih ada ormas islam / 
ulama yg
menganggap kurang baik atau meragukan keislamannya MAR. 

Sekarang mari kita tunggu saja fatwa MUI tentang ANGIN spt yg disebutkan beliau 
dan saya menolak
fatwa MUI PUSAT ini bukan karena saya sok tau tapi karena saya lebih bisa 
memahami pendapat
dari ulamanya Muhammadiyah dan NU. Kalau mahzab saja boleh milih masak fatwa 
ga' boleh milih.


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke