Kalau Gadang rugi dari labo, secara ekonomis tantu usaho itu indak di taruihkan
Kalau di etong galeh lai balabo, kironyo pokok nan tamakan, itu caro maurusnyo 
nan di perbaiki.Tapi kalau akibat yg di timbulkannya  babahayo seperti  di 
lintasan yg jarang di lalui itu orang tak menyangka Kereta akan lewat sehingga 
terjadi Tabrakan.  Atau kalau empang-empang tak ada di lintasan Kereta   itu 
namanya dhalimAgama kita mengajarkan  jika mudharatnya lebih besar dari 
manfaatnya  sebaiknya pekerjaan itu ditinggalkan,Berilah pertimbangan yg benar 
pada pengambil keputusan  jangan sampai  "arang habis besi binasa.  Minyak 
habis sambal tak enak".Pikir itu pelita hati. Pikir-pikir dahulu sebelum 
terlanjur , syair sebuah laguJangan sampai kalau sudah jatuh korban 
bergelimpangan, nanti kita saling menyalahkan satu sama lainDisaat uang sulit 
dan ekonomi susah, perlu kita perhitungkan , apa betul yg sebenarnya yg 
dibutuhkan rakyat SUMBAR Agar setiap rupiah yg di keluarkan  seharusnya 
menambah rupiah yg tersimpan.Saya setuju dg apa yg
 disampaikan sanak  Z Chaniagosalam teriring do'aK Suheimi 
--- Pada Ming, 1/2/09, Z Chaniago <[email protected]> menulis:
Dari: Z Chaniago <[email protected]>
Topik: [...@ntau-net] Re: Mak Itam, Ekonomis atu prestise
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 1 Februari, 2009, 7:51 PM

Assalamu'alaikum Ww
 
Ambo taringek ka salah satu keluh kesah 'REKAN SEPERJALANAN' di KRL Jabotabek 
di website komunitas KRL Mania ... www.krlmania.com yang beberapa hari ini 
down.... menanggapi Mak Itam dan teman-temannya di ranah yang di danai sekian  
rupiah yang hanya menghabiskan dana tersebut namun hanya mengangkut penumpang 
dalam sebulan ekuivalen dengan HANYA satu Gerbong KRL Lintas Bogor-Beos ataupun 
Bekasi-Beos dalan satu rit perjalanan....

 
Mungkint tidak Inline dengan pandapek SEBAGIAN BESAR adidunsanak di RN......, 
tetapi sebagai salah satu pengguna KRL yang dimana si Z sebagai salah satu 
'urang awak' yang ada di gerbong ITU... bukan di Mak Itam atau si Binuang 
etc.... 

bukan salah satu orang yang tidak sanggup bangga untuk cuma melihat foto 
lokomotif di lembah anai yang hanya menarik satu-dua gerbong kosong yang jadi 
objek latihan fotografi, 
bukan salah satu yang bukan anak dari angku sep... ataupun kondektur kereta 
api zaman dahulu...seakan jasa angku sep atau kondektur kereta api jadul 
tersebut tidak pernah sepadan dengan nikmat gaji dan fasilitas yang diterima

bukan salah seorang anak dari lingkungan seputaran stasiun kereta, lingkungan 
sekitar rel yang dilewati dari Sawahlunto ke Padang.....
 
si Z cuma kebetulan kerja di salah satu perusahaan otomotif dari suatu 
nagari yang kadang dituduh ' malakukan galeh ' dengan berpendapak lain 
dari INLINE.... namun melupakan bahwa suatu nagari itu telah MENGHIBAHKAN 72 
SET KERETA API kepada PT KAI jauh dari sekedar rencana multiplier effect yang 
masih angan-angan dibanding fungsi dari 72 Set KRL yang saat ini telah dipakai 
puluhan ribu orang untuk beraktifitas ekonomi...

 
Nah kini di zaman pra 9 April ini , saya ingin bertanya beberapa orang yang 
mungkin nyaris pernah tiap hari mendengan sempoyan 35 antara Gerbatama UI 
sampai Pondok Cina.... seperti Bung IJP, Kanda Andrinof, Kanda Miftah Sabri, 

ataupun anak kereta dan mantan anak kereta seperti Ronald P Putra dll ... apo 
pandangan anda tentang Kereta Api di Sumbar .. 

Ekonomis atau Egois ?
 
Wassalam

Z Chaniago 

 
Pada tanggal 30/01/09, Romi elang Fernando <[email protected]> menulis:


Di Saat Krisis global yang makin mengikis perekonomian indonesia, dan kemajuan 
teknologi semakin maju sedangkan masyarakat Sumatera Barat di sibukkan dengan 
hiruk pikuk kedatangan "Mak Itam" Lokomotif kereta yang telah lama mengabdi di 
Sumatera Barat.dan dirindukan oleh masyarakat Sumatera Barat. Kereta Api Uap 
alias Mak Itam akan mulai beroperasi pada bulan januari ini dengan rute 
padang-Sawahlunto. Menikmati perjalanan Wisata bersama Mak Itam di Sawahlunto, 
sudah barang tentu sangat menyenangkan. Karena selain merasakan keunikan 
suasana di atas Kendaraan bersejarah itu, wisatawan sekaligus dapat menikmati 
keindahan alam daerah tersebut.

 
Dengan penambahan lokomotof kereta ini benarkah memberikan tambahan harapan 
bagi perekonomian masyarakat atau malah memperbanyak subsidi yang harus 
dibayarkan pemerintahan di Sumatera Barat?

 
 


 








      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke