Di Saat Krisis global yang makin mengikis perekonomian indonesia, dan kemajuan 
teknologi semakin maju sedangkan masyarakat Sumatera Barat di sibukkan dengan 
hiruk pikuk kedatangan "Mak Itam" Lokomotif kereta yang telah lama mengabdi di 
Sumatera Barat.dan dirindukan oleh masyarakat Sumatera Barat. Kereta Api Uap 
alias Mak Itam akan mulai beroperasi pada bulan januari ini dengan rute 
padang-Sawahlunto. Menikmati perjalanan Wisata bersama Mak Itam di Sawahlunto, 
sudah barang tentu sangat menyenangkan. Karena selain merasakan keunikan 
suasana di atas Kendaraan bersejarah itu, wisatawan sekaligus dapat menikmati 
keindahan alam daerah tersebut.
 
tapi benarkah kereta api tersebut merupakan hal yang urgen bagi masyarakat 
Sumbar saat ini. berkaca dari kereta api wisata ke Kota Pariaman dengan pantai 
Godorianya. kereta tersebut melakukan operasi setiap hari, namun hanya pada 
hari-hari libur kereta tersebut di penuhi oleh penumpang. sehingga pemerintah 
harus memberikan subsidi kepada PT KAI sebesar Rp. 1,200,000 setiap kali 
operasionalnya.  dalam satu bulan pemerintah harus mengeluarkan subsidi Rp. 
36.000.000 dalam satu tahun berarti pemerintah harus mengelurkan subsidi 
sebesar Rp. 1.200.000 dikali 365 hari, berarti sejumlah Rp. 438.000.000 (empat 
ratus tiga puluh delapan juta Rupiah). Jumlah tersebut merupakan nominal yang 
cukup besar bagi masyarakat Sumbar. 
 
kereta api ini ditujukan untuk menggenjot pariwisata di Sumatera Barat dan di 
harapkan perekonomian masyarakat tempat tujuan wisata terangkatkan, atau menuju 
lebih baik. persoalannya adalah apakah manfaat ekonomi yang dirasakan oleh 
masyarakat apakah melebihi subsidi yang diberikan pemerintah terhadap 
operasional kereta api terhadap PT KAI setiap tahunnya minimal sama. disisi 
lain pemerintah juga harus memberikan pembenahan terhadap daerah tujuan wisata 
tersebut, baik pembenahan fisik maupun pembenahan terhadap masyarakat sekitar. 
penetiban terhadap pedagang, pengamen, tukang parkir dan kebersihan tenpat 
wisata. penertiban terhadap pengamen yang "setengah memalak" harus dilakukan 
oleh aparat terkait dengan memberikan penyadaran terhadap mereka.
 
Dengan penambahan lokomotof kereta ini benarkah memberikan tambahan harapan 
bagi perekonomian masyarakat atau malah memperbanyak subsidi yang harus 
dibayarkan pemerintahan di Sumatera Barat?
 
 





      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke