Izin kan ambo  melihat nya dr suduik pandang "kebijakan publik dan
permainan kekuasaan", bgmn suatu kebijakan publik di laksanakan
berkenaan dgn "kekuasaan", apakah kita yg rakyat badarai juga bisa
memasukkan kepentingan kita  dlm kebijakan publik tsb.

Bg sanak2 yg berminat/hobby ke pariwisataan dan perkertapian,
dirancang lah proposal utk meningkatkan  kunjungan pariwisata , salah
satu nya juga dgn meng aktif kan kereta api,..melalui Lembah Anai..
dsb, .. bla.. bla...Diadakan lobby2 pada pengambil keputusan
:kemungkinan akan berkembangnya Ke pariwsataan kita pada masa2
mendatang. yg berarti mendapatkan pendapatan daerah. Memang pada awal
nya perlu subsidi, working capital dari pemerintah dulunya, dan nanti
kan meraup pendapatan yg lumayan,..dst.. bla.. bla..
Disnilah point nya, bagi yg berkuasa bisa saja mengeluarkan dana utk
sesuatu atas nama pembangunan, apakah itu efficient, economis,
mendatang kan lapanagan kerja,, itu dijawab  nanti.. Yg jelas ini
pembanguan...ini pembanguanan loh!!
Krn sistem kita belum memberikan kesempatan pd rakyat badarai utk
ambil bgn dlm proses pengambilan  keputusan (hanya melalui DPRD)
disinilah mencuat "missing link" apakah pembangunan itu mendatang
kerja bg rakyat dpl. meningkatkan kesejahteraan rakyat.?
 Dan tudingan2 "pembanguan yg bersifat egois, prestise, legacy dan
mercusuar bermuculan di permukaan.

Secara singkat apa yg dapat kita lakukan? Pendapat saya : bg sanak2 yg
caleg, kalau berhasil nanti nya duduk diatas sana, usulkanlah dan
ciptakan lah UU/PP yg mengharuskan " setiap pembanguanan Yg ber milyar
rupiah harus di public hearing kan, di debat publikkan kalau perlu
diadakan voting oleh rakyat, tidak hanya d DPRD saja. Krn dgn ada nya
dengar publik tsb, akan tersingkap pertanyaan : Apakah ada data
stastistik yg memperkirakan kira2 berapa datang wisatawan ke SUMBAR
sepuluh thn lagi?

Kemudian juga akan bisa diungkapkan bhw, dari pada mendatang kan Mak
Itam, lbh baik dana nya di berikan utk kredit mikro usaha kecil
rakyat.? dll.Ini proposal kami dgn kredit mikro ini.mari kita
bertanding adu proposal.
Dengan public hearing  itu, pada pembangunan lain  juga akan terdengar
komentar2, Mesjid Nurul Iman, Muhammayah perlu bantuan tangan
pemerintah, tp kok pak Gubernur mau bangun lagi Mesjid Raya dgn APBD
100 milyar.? Ini data statistik nya, Mesjid Nuruk Iman dan Muhammyah,
Ganting sdh penuh berdesakakn sehingga tak representative lagi.OK. U
be quite, ha ha.

Wass Muzirman Tanjung.
---------------------------------------------------------------------------------


2009/2/1 Z Chaniago <[email protected]>:
> Assalamu'alaikum Ww
>
> Ambo taringek ka salah satu keluh kesah 'REKAN SEPERJALANAN' di KRL
> Jabotabek di website komunitas KRL Mania ... www.krlmania.com yang beberapa
> hari ini down.... menanggapi Mak Itam dan teman-temannya di ranah yang di
> danai sekian  rupiah yang hanya menghabiskan dana tersebut namun hanya
> mengangkut penumpang dalam sebulan ekuivalen dengan HANYA satu Gerbong
> KRL Lintas Bogor-Beos ataupun Bekasi-Beos dalan satu rit perjalanan....
>
> Mungkint tidak Inline dengan pandapek SEBAGIAN BESAR adidunsanak di
> RN......, tetapi sebagai salah satu pengguna KRL yang dimana si Z sebagai
> salah satu 'urang awak' yang ada di gerbong ITU... bukan di Mak Itam atau si
> Binuang etc....
> bukan salah satu orang yang tidak sanggup bangga untuk cuma melihat foto
> lokomotif di lembah anai yang hanya menarik satu-dua gerbong kosong yang
> jadi objek latihan fotografi,
> bukan salah satu yang bukan anak dari angku sep... ataupun kondektur kereta
> api zaman dahulu...seakan jasa angku sep atau kondektur kereta api jadul
> tersebut tidak pernah sepadan dengan nikmat gaji dan fasilitas yang diterima
> bukan salah seorang anak dari lingkungan seputaran stasiun
> kereta, lingkungan sekitar rel yang dilewati dari Sawahlunto ke Padang.....
>
> si Z cuma kebetulan kerja di salah satu perusahaan otomotif dari suatu
> nagari yang kadang dituduh ' malakukan galeh ' dengan berpendapak lain
> dari INLINE.... namun melupakan bahwa suatu nagari itu telah MENGHIBAHKAN 72
> SET KERETA API kepada PT KAI jauh dari sekedar rencana multiplier effect
> yang masih angan-angan dibanding fungsi dari 72 Set KRL yang saat ini telah
> dipakai puluhan ribu orang untuk beraktifitas ekonomi...
>
> Nah kini di zaman pra 9 April ini , saya ingin bertanya beberapa orang yang
> mungkin nyaris pernah tiap hari mendengan sempoyan 35 antara Gerbatama UI
> sampai Pondok Cina.... seperti Bung IJP, Kanda Andrinof, Kanda Miftah Sabri,
> ataupun anak kereta dan mantan anak kereta seperti Ronald P Putra dll ...
> apo pandangan anda tentang Kereta Api di Sumbar ..
> Ekonomis atau Egois ?
>
> Wassalam
> Z Chaniago
>
> Pada tanggal 30/01/09, Romi elang Fernando <[email protected]> menulis:
>>
>> Di Saat Krisis global yang makin mengikis perekonomian indonesia, dan
>> kemajuan teknologi semakin maju sedangkan masyarakat Sumatera Barat di
>> sibukkan dengan hiruk pikuk kedatangan "Mak Itam" Lokomotif kereta yang
>> telah lama mengabdi di Sumatera Barat.dan dirindukan oleh masyarakat
>> Sumatera Barat. Kereta Api Uap alias Mak Itam akan mulai beroperasi pada
>> bulan januari ini dengan rute padang-Sawahlunto. Menikmati perjalanan Wisata
>> bersama Mak Itam di Sawahlunto, sudah barang tentu sangat menyenangkan.
>> Karena selain merasakan keunikan suasana di atas Kendaraan bersejarah itu,
>> wisatawan sekaligus dapat menikmati keindahan alam daerah tersebut.
>>
>> Dengan penambahan lokomotof kereta ini benarkah memberikan tambahan
>> harapan bagi perekonomian masyarakat atau malah memperbanyak subsidi yang
>> harus dibayarkan pemerintahan di Sumatera Barat?
>>
>>
>>
>>
>> >>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke