Tarimo kasih kembali Riri. Rumusan nan singkek padek itu timbua karano alah 
panek mancubo untuk mencari konsistensi dan koherensi dari iduik 
'baminang-minang' -- bak kato pak Fasli Jalal -- dan indak maju-maju, atau 
kalau maju, basiingsuik. 
Ya sudahlah. Ruponyo dek urang awak salamoko memang indak paralu bana punyo 
wawasan nan konsisten jo koheren doh. Nan saling batantangan pun oke-oke sajo. 
'Angguak anggak geleang amuah, dalam duo tangah tigo, unjuak nan indak 
babarikan'. 
Antah kok nan kadatang, baa ko lah. Wallahualambissawab.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, 
Pariaman.)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" 
Alternate e-mail addresses: 
[email protected];




________________________________
From: Riri Chaidir <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Sent: Tuesday, April 21, 2009 4:41:07 PM
Subject: [...@ntau-net] Re: ABS-SBK di Gorontalo


Pak Saaf,
 
Tarimokasi banyak, Pak. 
 
Posting pak Saaf nan iko pendek, tapi padek. Kadang2 memang tapikia dek ambo, 
tapi salamoko alun bisa merumuskannyo dalam statements pendek.
 
Duo hal nan ambo ambiak jadi pelajaran: kita kok kelihatannya bangga dengan 
kontradiksi dan inkonsistensi itu dantak usahlah diusahakan untuk benar-benar 
mengerti secara logika, coba saja mengerti secara 'minang' … (quotation marks 
nan manguruang kato ‘minang’ pun lakek di perhatian ambo)
 
Again, makasih, pak Saf
 
Riri
Bekasi, L, 46
 
 

________________________________

From:[email protected] [mailto: [email protected] ] On Behalf 
Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: Tuesday, April 21, 2009 3:35 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: ABS-SBK di Gorontalo
 
Riri,
Nah di situlah hebatnya, Riri. Perhatikanlah baik-baik -- cukup dalam wacana di 
RN ini saja -- apa masalah yang selalu diperdebatkan dan siapa yang mendebat 
secara berkepanjangan setiap upaya untuk menjabarkan ABS SBK itu secara koheren 
dan konsisten, dan argumen apa yang selalu dikeluarkan.
Dalam buku saya 'Masih Ada Harapan' (2004) saya mengutip pendapat Prof Amri 
Marzali yang mengatakan bahwa kehidupan kita orang Minangkabau memang penuh 
kontradiksi dan inkonsistensi, dan hebatnya, kita kok kelihatannya bangga 
dengan kontradiksi dan inkonsistensi itu.
Jadi tak usahlah diusahakan untuk benar-benar mengerti secara logika, coba saja 
mengerti secara 'minang', apapun artinya itu. Akar masalahnya terletak pada 
disainnya, sejak 'dari sono'-nya. 
Bagi saya pribadi, diterimanya -- atau tak ditentangnya lagi -- 'Ranji ABS SBK' 
sudah cukup. 
Mengenai hal-hal lain yang lebih mendasar, saya serahkan saja kepada para 
pakarnya, kepada para 'stakeholders' lain seperti pada kaum muda dan kaum 
perempuan Minang, dan akhirnya kepada perkembangan zaman. 
[Saya kan berkali-kali mengatakan saya bukan ahli adat dan juga bukan ahli 
agama.]
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta ; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, 
Pariaman.)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" 
Alternate e-mail addresses: 
[email protected];
[email protected]
[email protected]
 
 
 
 

________________________________

From:Riri Chaidir <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, April 21, 2009 3:02:31 PM
Subject: [...@ntau-net] Re: ABS-SBK di Gorontalo
Pak Saaf.
Kalau begitu,  harusnya (dengan logika dangkal saya) segala issues yang tidak 
berkaitan dengan sistem kekerabatan harusnya ga ada masalah lagi. 
Jadi harusnya orang2 awam seperti saya bisa dengan jelas melihat “ini adat 
minangkabau” atau “ini bukan” …
Tapi rasanya kok belum2 juga ya …
 
Riri
 

________________________________

From:[email protected] [mailto: [email protected] ] On Behalf 
Of Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: Tuesday, April 21, 2009 11:45 AM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: ABS-SBK di Gorontalo
 
Riri dan para sanak sa palanta,
Kebetulan, salah seorang mahasiswa saya pada Program Pascasarjana UGM tahun 
2007 yang lalu berasal dari Gorontalo, dan membenarkan bahwa masyarakat di sana 
berpegang pada ABS SBK, seperti juga di Bengkulu, Riau, dan Brunai.
Hanya bagusnya, mereka tak menghadapi komplikasi seperti di Sumatera 
Barat, karena baik masyarakatnya maupun agama islam mengajarkan sistem 
kekerabatan patrilineal. Berbeda dengan kita di Sumatera Barat yang menganut 
sistem kekerabatan matrilineal.
Dengan kata lain, masalah ABS SBK di Sumatera Barat bukan pada Rukun Iman dan 
atau Rukun Islam, tetapi pada sistem kekerabatan, dan seiring dengan itu, pada 
hukum waris. Dan -- susahnya -- jika sudah bicara mengenai dua hal ini, maka 
berhentilah semua wacana, kita akan berbicara berputar-putar tak habis-habisnya 
seperti dapat dibuka kembali pada arsip Rantau Net ini.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta ; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, 
Pariaman.)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" 
Alternate e-mail addresses: 
[email protected];
[email protected]
[email protected]
 
 
 
 

________________________________

From:Riri Chaidir <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, April 21, 2009 10:59:48 AM
Subject: [...@ntau-net] Re: ABS-SBK di Gorontalo
Kelihatannya masyarakat Gorontalo Bukan hanya mengenal, tetapi malah lebih 
jauh. 
 
Ini juga dicantumkan dalam dokumen2 pemerintahan, ada yang menyebutkan Adat 
bahkan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pemerintahan.(Profil Daerah Gorontalo 
di website Depdagri, 
http://www.depdagri.go.id/konten.php?nama=Daerah&op=detail_provinsi&id_prov=13&dt=nilai&nm_prov=Gorontalo).
 
Nah, saya tidak tahu, apakah di Sumbar sikap masyarakat dan pemerintahnya 
sampai kesini atau masih terbatas wacana2 di palanta
 
 
Riri
Bekasi, L 46
 
 
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto: [email protected] ] On 
Behalf Of Lies Suryadi
Sent: Tuesday, April 21, 2009 7:57 AM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] ABS-SBK di Gorontalo
 
 
 
Dunsanak di lapau sakalian,
Ambo baco di koran, liek di tipi, masyarakat Gorontalo juo mengenal ABS-SBK. 
Ha...baa pulo konsep mereka tu? Mungkin lai ado sanak di lapau nan tau.
 
Wassalam.
Suryadi
 
 
 







[email protected]
[email protected]
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke