utk mantari, pengakuan pak JK, ketika ditanya wartawan Jakarta Post soal bisnis 
keluarga dan saya hadir di rmh Pak JK, bhw bisnis keluarganya hanya 5% yg 
berhubungan langsung dengan pemerintah. sisanya, 95% adalah bisnis yg sudah 
berlangsung tiga generasi, sejak zaman sebelum kemerdekaan. 

bisnis itu meliputi perhotelan, kendaraan, pers, dllnya. sudah 10 thn pak JK 
menyerahkan bisnis keluarga kepada keluarganya. "Kepada anak sy, sy katakan 
agar kirim uang bulanan kepada kami, karena gaji wapres sebesar Rp 40 Jt tdk 
cukup untuk bayar macam-macam," katanya. 

dan lagi, Nabi Muhammad adalah seorg pebisnis. Usman bin Affan seorg pebisnis, 
sementara Umar adalah seorg jenderal.  sy kira para ustad bisa mengambil dari 
hadist, betapa menjadi seorg pebisnis malah disuruh oleh ajaran Islam. ada  9 
rezeki dari bisnis, hanya 1 yg dari usaha yg lain, begitu kata kakak sy yg PKS. 

ijp

--- On Sun, 5/24/09, Frida Hussein <[email protected]> wrote:

> From: Frida Hussein <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Re: Jusuf Kalla
> To: [email protected]
> Date: Sunday, May 24, 2009, 7:08 AM
> 
> 
> 
> #yiv1054049865 .hmmessage P
> {
> margin:0px;padding:0px;}
> #yiv1054049865 {
> font-size:10pt;font-family:Verdana;}
> 
> 
>  
> Sangat disayangkan dengan mengetahui sedikit data tentang
> JK, atau yang lainnya,  langsung menyimpulkan sebagai
> golput. Untuk memilih calon Presiden yang diinginkan bacalah
> dulu visi dan misi si calon dan apa saja yang telah
> dilakukan dan yang akan dilalkukan si calon. Syafii
> Ma'arif, mantan pemimpin Muhammadiyah, juga
> mengatakan"pilihlah yang terbaik diantara yang
> terjelek". Dan menurut Syafii Ma'arif JK adalah
> Presiden yang sebenarnya. Tidak lama lagi, JK akan benar
> benar menjadi The Real President.(baca detik com tanggal 19
> Mai 2009.). Tidak mungkin mantan pemimpin organisasi yang
> besar bisa mengemukakan pernyataan di atas kalau tidak
> mengetahui siapa itu JK, dan apa saja yang telah diperbuat
> beliau untuk seluruh rakyat Indonesia. Jadi tidak
> berdasarkan ukuran "kalau kelamaan bicara keluar air
> liurnya.". Saya kok kurang setuju ini merupakan faktor
> penentu dalam pemilihan presiden. 
> Sekian dari saya.
> 
> > To: [email protected]
> > Subject: [...@ntau-net] Jusuf Kalla
> > From: [email protected]
> > Date: Sun, 24 May 2009 06:43:50 +0000
> > 
> > SBY pengendali setir. JK penginjak gas. Sri Mulyani
> penginjak rem. Begitu banyak orang menganalogikan pemerintah
> kita saat ini. 
> > 
> > Kali ini sang penginjak gas hendak menjadi sopir juga.
> Sang sopir saat ini, mengambil orang yang bertipikal
> penginjak rem juga.
> > 
> > Saya tak pernah bertemu langsung dengan JK. Kalau
> Wiranto pernah. Kita sama-sama antre di tempat check in
> bandara. Ia bersama keluarganya ketika itu. Karena
> pesawatnya masih lama, di sebuah lounge kami bertemu lagi.
> Kebetulan saya kenal anaknya. Walaupun tidak begitu dekat.
> Saya hanya menyapa, lalu bersalaman. Saya memisahkan diri ke
> smoking area. Saya tak bisa membuka obrolan dengan
> "orang besar" seperti itu.
> > 
> > Jujur, saya masih berniat golput di pilpres ini.
> Jagoan saya, Kwik Kian Gie, tak ada dalam daftar kandidat.
> Tapi kemaren saya ngobrol dengan seorang kawan. Ia katanya
> akan memilih JK di pilpres ini. Ia seorang sunda. Well
> educated. Berekonomi bagus. Alasannya, orang ini (JK) tahu
> apa yang ia mau. Berani mengambil keputusan yang cepat. Cuma
> satu yang tak ia suka dari JK. Suka ada sedikit busa di
> bibirnya, kalau kelamaan berbicara.
> > 
> > Di kesempatan lain, saya pernah bertemu dengan seorang
> kawan lama. Ia seorang staf kedutaan Indonesia di sebuah
> negara. Ia pernah mendampingi rombongan Pak JK ketika
> berkunjung ke sana. Pak JK bersitegang dengan pemimpin
> negara tersebut menyoal alumunium peredam suara jalan tol.
> Pak JK ngotot, agar Indonesia diizinkan mengekspor yang
> sudah jadi saja. Bukan berbentuk bahan baku seperti saat
> ini. Negara tersebut berkepentingan juga dalam melindungi
> industrinya. 
> > 
> > Teman saya ini sangat kagum dengan kengeyelan Pak JK.
> Tapi ada satu yang membuat teman saya ini agak ilfil, adalah
> ketika dichalenge tentang kemampuan perusahaan Indonesia
> membuat peredam dengan baik dan tepat waktu dalam
> penyelesaian. Pak JK menyebutkan perusahaan milik adiknya
> pasti bisa. Kenapa harus perusahaan adiknya yang diberikan
> contoh. Ini agak membuat ilfil katanya.
> > 
> > Ada sebuah cerita lagi dari seorang teman auditor. Ia
> pernah mengaudit perusahaan kalla dan bosowa group. Saya
> tanya apakah perusahaan itu sehat. Kawan saya bilang,
> perusahaan itu untung dan sehat. Cuma laporannya agak kurang
> rapih. Agak sering menggampangkan urusan administrasi.
> Dokumen-dokumennya agak kurang komplit. Jadi ia sering
> berantem ketika mengaudit. Walaupun disclaimer yang
> diberikan di akhir audit tetap bagus.
> > 
> > Ini adalah secuil informasi yang saya dapat tentang
> urang sumando kita, Pak JK. Mudah-mudahan bisa memperkaya
> pengetahuan kita tentang Pak JK.
> > 
> > Piss.
> > MS
> > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> > 
> 
> > 
> 
> 
> 


      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke