Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Sanak Tan Lembang sarato sanak sapalanta RN nan mulie,



Sato pulo sakaki lai ka bulieh sanak

Rang tuo-tuo bapituah :

“Mangecek di bawah-bawah

Mandi di baruah-baruah”



Ciek lai :

“Mulutmu harimaumu

Nan akan mengerkah kepalamu”



Wassalam



Masrur Siddik

L / >67, Bandung


2009/5/25 Eri Bagindo Rajo <[email protected]>

> Assalamualaikum WW Tuan Tan Lembang dan Sidang Palanta RN
>
> Iyo bana panyampaian tuan.
>
>  Masih tangiang nasehat Mamak Kanduang sangkek ambo
> masih baraja manggaleh jo baliau, kato baliau "Bahaso Manunjuakkan Bangso".
> Nasihat baliau sataruihnyo "kok mangecek paliharokan Lidah, kok bajalan
> paliharo Kaki"
> Caliak / kana  rantiang nan ka ma impok, caliak/ kana aka nan ka manyaua.
>
> Wassalamualaikum WW
> Erinos Muslim Tanjung Bgd Rajo (51+)
> Asli urang Lambah ngarai Sianok
>
>
>
>  ------------------------------
> *Dari:* Boediman Moeslim <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Cc:* Indra Jaya Piliang <[email protected]>; Frida Hussein <
> [email protected]>; [email protected]
> *Terkirim:* Senin, 25 Mei, 2009 11:48:13
> *Topik:* [...@ntau-net] LALU LALANG
>
>  Assalamu'alaikum warrahmatullahi wa barrakatuh.
> Suatu hal yang sangat di"ridhai" Allah adalah bila kita berbicara selalu
> menyenangi hati lawan bicara kita. Memang apa yang dikemukakan oleh bahasa
> yang lalu lalang benar adanya. Kita perlu mengemukakan apa adanya. Tapi,
> kadang-kadang tidak semua kejujuran itu perlu diungkapkan. Kita berbicara
> bertempat-tempat. Kalaulah hal itu akan menyinggung perasaan orang lain
> mungkin akan lebih baik kita berucap memiringkan sedikit. Seperti kata-kata:
> "Oi, tadi wak den mancaliak si A di kakinya ado tukak gadang. Wah, pokok e
> gadang tukak tu". Bahasa yang seperti ini mungkin akan lain diterima oleh
> yang mendengar bila diucapkan dengan: " Tadi wak den (walaupun memakai wak
> den juo) basobok jo si A, ado luko agak saketek maleba di kakinyo (walaupun
> gadang)". Mungkin kita perlu mengambil pelajaran dari orang-orang tua kita
> dulu, bagaimana berbahasa yang baik. Memang ungkapan-ungkapan yang kita
> dengar benar-benar kita dengar dari yang mengungkapkan. tapi, mungkin kita
> perlu menyitir bahasa-bahasa tersebut. Karena ada petuah dari pewaris bahwa
> Bahasa menunjukkan bangsa. Dalam kondisi yang begini-begini akhir-akhir ini,
> kadang-kadang kita tidak lagi mengenal bahasa yang baik. Kita melihat
> kerjaan TV-ONE terhadap petinggi kita, bagaimana TV ONE mengemas suatu
> komunikasi dua belah pihak yang tadinya tidak bersinggungan se akan-akan
> berada dalam satu moment. Begitu hebatnya kemasan yang dibuat sehingga kita
> tidak tau lagi benar-salahnya. Bagi kita yang masih menganut ADAT KETIMURAN
> mungkin hal ini masih sulit diterima. Karena kita masih menganut SOCIAL
> CULTURE yang berbeda dengan paham barat. Tapi, mungkin inilah PENGARUH
> GLOBAL yang mungkin sudah merasuk ke sendi-sendi kita yang tidak tau lagi
> KIBLAT kita. Apakah ini yang dikatakan demokrasi? Saya rasa urang minang lah
> lamo bademokrasi. Mari kita mainkan dengan cantik bahasa kita agar kita
> selalu diincar oleh bangsa lain karena kita memiliki negara yang
> bermartabat. Maaf, hal ini hanya merupakan sampel saja. Masih banyak
> bahasa-bahasa nan bagalau yang kadang-kadang kita lupa bahwa kita masih
> berbudaya dan beretika, dan lupa bahwa kita pernah menjadi anak SURAU.
>
> Wassalam,
> Tan Lembang basuku Piliang (L, 52+)
> Lembang, Bandung
>
> ------------------------------
> Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa
> mendapatkan semuanya. <http://id.mail.yahoo.com>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke