Sanak, sebagai info tambahan:
kebetulan saya dapat cerita langsung dari Pak Joni, urang awak nan dapek 
Kalpataru, bagaimana Faisal Basri tiga hari dua malam "Baraja" dg pak Joni dan 
Pak Tani anggota Pak Joni nan menggalakkan Pertanian Organik.
Saya dulu sudah berkali-kali juga ekspos Pak Joni dan menjadikannyo sosok di 
KOMPAS.
gagasan dan ide Pak Joni begitu banyak. Mulai dari Institut Pertanian Organik, 
sekolah lapangan bagi petani dari berbagai kota di Indonesia.
antara lain ide/penemuan yang dikembangkan oleh Pak Joni dan kawan-kawan adalah:
1. ada 20-an agens hayati yang sudah ditemukan, predator alami untuk 
memberantas hama.
2. Pupuk Cikam (cirik kambiang), yang membuat profesor dan doktor di Unand 
baraja dan malu hati jo petani.
3. Padi Tanam Sabatang, yang bisa meningkatkan produksi padi hingga 11 ton per 
hektar, dan banyak nilai tambah lainnya.
4. Dulu Pak Joni satu-satunya Kepala Dinas yg punya wakil (atas permintaan Pak 
Joni), Sebab ia ingin total bakarajo demi pertanian. 
5, Kini, dengan berbagai caro, Pak Joni terus memotivasi petani. Ado koran 
petani, ado radio petani, sampai petani bisa mambuek puisi bagai.
6. Kalau sempat pulang kampuang Rayo ko, caliak makan tangan Pak Joni di Nagari 
Aia Angek, bagaimana ia membina dan menumbuhkembangkan pertanian organik.
Kalau kito ingin kamajuan di bidang pertanian, karena itu sumberdaya alam yang 
kito punyo, menurut saya, Pak Joni sangat layak jadi Gubernur Sumbar periode 
setelah gamawan.

salam, yurnaldi

--- On Tue, 9/1/09, Abraham Ilyas <[email protected]> wrote:

> From: Abraham Ilyas <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Pemerintah Pusat perlu belajar ke Sumbar
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, September 1, 2009, 10:44 AM
> Dunsanak di palanta nan ambo hormati.
> Di tengah tengah kurangnya publikasi tentang
> prestasi/keberhasilan pemerintah propinsi Sumatera Barat,
> maka ada isi artikel yang sangat membanggakan ambo selaku
> urang awak.
> Tulisan ekonom Faisal Basri yang dimuat hr. Kompas 31
> Desember 2009 ambo kutipkan sbb: 
> Sepatutnya pemerintah pusat belajar dari
> kasus Sumatera Barat. 
> Provinsi ini ternyata mampu
> "memboikot" pengadaan benih padi hibrida impor
> yang dipasok oleh pusat. 
> Kota Padang Panjang beberapa bulan lalu
> telah dideklarisikan sebagai kota organik. 
> Gerakan-gerakan petani lokal
> mandiri yang tak pernah menikmati subsidi pupuk
> karena telah bertekad mengembangkan sistem  pertanian
> organik (bukan cuma menggunakan pupuk organik) tak kunjung
> disapa.
> 
> Artikel dari ekonom Faisal Basri yang berjudul Perangkap
> Pangan tsb. ambo raso sangat bagus. Bagaimana rentannya
> kebijaksanaan negara kita saat ini di dalam bidang pangan.
> Untuk yang belum sempat membaco ambo ringkaskan sbb.
> 
> 1. Masalah kebebasan petani jaman reformasi sekarang,
> yang tak mungkin lagi dikomando untuk menanam padi, guna
> berkorban demi ketahanan pangan.
> 2. Pememerintah pusat melakukan liberalisasi
> produk-produk pertanian. Cabai merah, wortel dll. dari Cina
> membanjiri negara kita. 
> 3. Peningkatan produksi nasional tidak menjamin
> berkurangnya impor. Jagung dari Amerika di Lampung lebih
> murah dari jagung Gorontalo. Masalah ini karena hambatan
> transportasi, pungli dsb.
> 4. Salah urus pabrik (tidak adanya keterbukaan
> manajemen) untuk peningkatan produksi gula. Misalnya ttg
> kebijaksanaan impor gula.
> 5. Tidak (belum) ada perlakuan khusus, yang karena sifat
> memiliki peran strategis perlu dibuatkan. Perlu ada bank
> pertanian atau Skema-skema kredit inovatif perlu segera
> dihadirkan.
> Kita yakin, urang awak nan tingga di kampuang nanti
> akan tetap mambuek samba lado indak dari lado nan diimpor
> dari Cino, kalau saja adagium adat salingka
> nagari tetap kita pakai.
>  
> Sesuai dengan dengan manfaat dan mudhoratnya, maka
> adat salingka nagari akan bisa menyelamatkan anak-kemenakan
> kita dari bujukan-rayuan pemerintah pusat yang tidak sesuai
> dengan budaya kita (saluanglah nan ka manyampaikannyo
> ...)
> 
>  
> Maaf dan selamat berpuasa
> Wallahualam
> Abraham Ilyas 64 th.
> www.nagari.org
> 
>  
> 
> > 
> 
> 
> 


      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke