Assalamu'alaikum ww,

Wak taruihan ka Palanta dek masuaknyo ka Japri.

 

Salam

Batuduang Ameh (42)

 

From: Abraham Ilyas [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, September 02, 2009 10:30 AM
To: Madahar (madahar)
Subject: Re: [...@ntau-net] Pemerintah Pusat perlu belajar ke Sumbar

 

Maaf kepado seluruh anggota milis nan mambaco postingan ambo, khususnyo
dinda Madahar yang mengingatkan ambo. Ado kesalahan ambo manulih kutiko
mengutip tanggal tulisan di harian Kompas. Yang benar dikutip dari Hr.
Kompas 31 Agustus 2009.

Salam

Abraham Ilyas 

 

On 9/1/09, Madahar (madahar) <[email protected]> wrote: 

Pak Abraham, apo mukasuiknyo Desember 2008 ? pak.

 

Salam

Batuduang Ameh 942)

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Abraham Ilyas
Sent: Tuesday, September 01, 2009 10:44 AM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Pemerintah Pusat perlu belajar ke Sumbar

 

Dunsanak di palanta nan ambo hormati.

Di tengah tengah kurangnya publikasi tentang prestasi/keberhasilan
pemerintah propinsi Sumatera Barat, maka ada isi artikel yang sangat
membanggakan ambo selaku urang awak.

Tulisan ekonom Faisal Basri yang dimuat hr. Kompas 31 Desember 2009 ambo
kutipkan sbb: 

Sepatutnya pemerintah pusat belajar dari kasus Sumatera Barat. 

Provinsi ini ternyata mampu "memboikot" pengadaan benih padi hibrida
impor yang dipasok oleh pusat. 

Kota Padang Panjang beberapa bulan lalu telah dideklarisikan sebagai
kota organik. 
Gerakan-gerakan petani lokal mandiri yang tak pernah menikmati subsidi
pupuk karena telah bertekad mengembangkan sistem  pertanian organik
(bukan cuma menggunakan pupuk organik) tak kunjung disapa.

Artikel dari ekonom Faisal Basri yang berjudul Perangkap Pangan tsb.
ambo raso sangat bagus. Bagaimana rentannya kebijaksanaan negara kita
saat ini di dalam bidang pangan. Untuk yang belum sempat membaco ambo
ringkaskan sbb.

1. Masalah kebebasan petani jaman reformasi sekarang, yang tak mungkin
lagi dikomando untuk menanam padi, guna berkorban demi ketahanan pangan.

2. Pememerintah pusat melakukan liberalisasi produk-produk pertanian.
Cabai merah, wortel dll. dari Cina membanjiri negara kita. 

3. Peningkatan produksi nasional tidak menjamin berkurangnya impor.
Jagung dari Amerika di Lampung lebih murah dari jagung Gorontalo.
Masalah ini karena hambatan transportasi, pungli dsb.

4. Salah urus pabrik (tidak adanya keterbukaan manajemen) untuk
peningkatan produksi gula. Misalnya ttg kebijaksanaan impor gula.

5. Tidak (belum) ada perlakuan khusus, yang karena sifat memiliki peran
strategis perlu dibuatkan. Perlu ada bank pertanian atau Skema-skema
kredit inovatif perlu segera dihadirkan.

Kita yakin, urang awak nan tingga di kampuang nanti akan tetap mambuek
samba lado indak dari lado nan diimpor dari Cino, kalau saja adagium
adat salingka nagari tetap kita pakai.

 

Sesuai dengan dengan manfaat dan mudhoratnya, maka adat salingka nagari
akan bisa menyelamatkan anak-kemenakan kita dari bujukan-rayuan
pemerintah pusat yang tidak sesuai dengan budaya kita (saluanglah nan ka
manyampaikannyo ...)

 

Maaf dan selamat berpuasa

Wallahualam

Abraham Ilyas 64 th.

www.nagari.org <http://www.nagari.org/> 


 


 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke