Selamat Ari Rayo Idul Fitri juo buek Ajo Duta, Pak Zulkarnain Kahar, jo Sanak 
Sapalanta,

Well, sabananyo promosi itu tetap ado Ajo Duta. Bahkan untuak buku Lonely 
Planet khusus Indonesia, Bukik alah tamasuak jadi target utama kunjungan wisata 
buek backpacker di Sumatera.
Kalo kecek kawan-kawan awak di Ranah Riau iko, urang Minang itu yang paling 
lamak, soalnyo karyawan minyak, sawik, bisnis, dsb cari pitih di Riau iko, tapi 
pitihnyo baputa dan ba abiahan di Minang. Pameo iko alah lamo tajadi dan awak 
pulo manjadi saksi dari kawan-kawan awak yang kabatulan karajo di oil business. 
Mengenai wisata, ambo setuju bana, ranah Minang labiah ancak daripado Bali, di 
Bali susah makanan, di ranah Minang sambuah. Cari pantai buek surfing ado, 
gunuang bajaja, aie tajun baserak'an..Kini tagantuang dari promosi awak 
sadonyo, indak harus dari pemerintah. Awak bisa pulo jadi "agen" perubahan 
pariwisata di kampuang awak.  Mohon maaf bilo ado nan salah


BR,


~ Aldi (L, 46) ~
Marantau di Bumi Lancang Kuning

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Zulkarnain Kahar
Sent: Friday, September 25, 2009 7:50 AM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Bumi Minangkabau Dahsyat, Tapi Kok Sepi Turis!

Selamat Ari Rayo Idul fitri Ajo Duta,  dan sanak sapalanta..

Kalau dikatakan Minangkabau sepi pengunjung tidak juga, coba saja kalau long 
weekend, kalang kabut  nyari hotel di kota Padang. Jalan jalan kota padang di 
padati oleh plat nomer BM riau.

Kalau kalah menarik dari daerah lain, mungkin karena kita terlalu banyak yang 
mau dijual tapi tak punya unggulan utama.

Seandainya saya seorang wisatawan:
Kalau  mau keSumut, pasti Danau toba adalah tujuan utama kemudian yang lain 
seperti Brastagi dan peninggalan sejarah lainnya menyusul belakangan kalau 
masih ada waktu.

Kalau saya mau ke bali, Kuta adalah target saya dan yang lain seperti ubut, 
sanur dll menyusul belakangan
Kalau saya mau melihat benteng di Scotland, saya akan ke sterling walau 
sepanjang jalan banyak juga castle castle lain yang menarik tapi nanti pulang 
saja singgah kalau ada kesempatan.

Kalau saya ke Disneyworld, saya akan ke Magic Kingdom, yang lai seperti epicot, 
Hollywood studio dan Broadway... bisa belakangan.

Kalau saya mau ke Washington sudah pasti mau lihat gedung putih dulu..
Kalau dulu orang ke Jakarta pasti mau lihat Monas baru ke sunda kelapa tapi 
sejak gencar promosi taman mini haluan pun berubah, gencar pulan promosi dunia 
fantasi taman mini tinggal kenangan karena kurang maintenance
.

Kalau saya mau ke Malaysia saya akan ke langkawi dulu, dan yang lain menyusu
Nah kalau saya mau ke Sumbar, saya bingung mau kemana dulu karena waktu dan 
dana yang terbatas.., semuanya bagus tapi tak ada yang outstanding, nah kalau 
semua bagus tak ada yang jadi ujung tombak sama juga dengan semua buruk tak ada 
yang bagus.

Ditambah lagi pitih untuk promosi cekak pula, nah pitih kurang inisiatif daerah 
dan pusat beku. diperburuk lagi dengan para konsulat dan duta besar kebanyakan 
di dipilh dari polisi, tentara dan pegawai negeri yang sudah mentok karirnya 
didalam negeri.., Apa yang bisa diharap dari orang orang seperti ini, Ngurusin 
TKI saja tak mampu apa lagi mau mempromosikan Negeri ini.

kesimpulan saya sementara kita dak punya atau tak mempersiapkan satu Icon 
ungulan yang akan menarik daerah sekitar yang lain juga wajib untuk dikunjungi.

Kalaulah semua daya dan usaha untuk lima tahun kedepan dicurahkan untuk 
membenahi kota Bukit Tinggi yang bersejarah dan punya panorama yang indah, 2015 
 Bukit tinggi akan padat dengan turis lalu lalang dan maninjau yang terlupakan 
akan kebagian rezeki pula sama dengan payakumbuh akan memperbesar jalan 
utamanya karena macet dan pariaman akan diramaikan turis melihat sunset. Tapi 
apa mau para cerdik pandai satu kata dalam perbuatan dan tujuan..

Wassalam
Zulkarnain Kahar
for good and grazy guy sky is the limit


________________________________
From: ajo duta <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, September 24, 2009 6:29:02 PM
Subject: [...@ntau-net] Bumi Minangkabau Dahsyat, Tapi Kok Sepi Turis!
Bumi Minangkabau Dahsyat, Tapi Kok Sepi Turis!
Share<http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&appid=2347471856&p%5b%5d=1125233534&p%5b%5d=136165046628>
 Yesterday at 1:46am
[cid:~WRD000.jpg]<http://www.facebook.com/mobile/?uploads> Uploaded via 
Facebook Mobile<http://www.facebook.com/mobile/?uploads>
Di Tanah Air banyak sekali tempat wisata yg sangat indah. Tapi kenapa turis yg 
datang sedikit sekali? Kenapa jumlah wisman kita pun minim. Kunjunganb saya ke 
Minang pun begitu. Masygul karena tempat2 wisata yg begitu dahsyat kok ngga 
bisa ngejual. Di mana salahnya? Apakah semua pihak terkait dah urun rembug?

Bumi Minangkabau memang sangat indah, dari Danau Di Atas, Danau Di Bawah, 2 
Lembah Harau, Jam Gadang, Pulau Sikuai yg alami di mana kita bisa melihat jelas 
ribuan ikan dari atas dermaga. Di Pantai Air Manis, Padang penduduk lokal 
meyakini bhw kapal dan Malinkundang yg bersujud membatu bukan sebatas legenda, 
sebab ada peninggalan nyatanya.
Jas Bumi Minang kaya sumber alam nan elok, danau, bukit, pulau, laut, pantai, 
lembah, ngarai dan banyak lagi. Semua dahsyat plus penduduknya ramah tamah. 
Tapi kenapa wisatawan lokal dan nasional apalagi internasional hanya sedikit 
berkunjung? Gara2 minim info dan promo? Infrastruktur yg minim dan serba buruk? 
Kurangnya kepedulian pemprov? Atau apa? Saya sering ke Bali. Saya mau katakan. 
Sumbar justru lebih memukau. Ada komen?




Keep it on screen - think before you print

________________________________
This e-mail and any information contained are confidential and legally 
privileged. It is intended solely for the use of the individual or entity to 
whom it is addressed and others authorized to receive it. If you are not the 
intended recipient, you are hereby notified that any disclosure, copying, 
distribution or taking any action in reliance on the contents of this e-mail is 
strictly prohibited and may be unlawful. If you have received this e-mail in 
error, please notify us immediately by responding to this e-mail or by 
telephone MedcoEnergi IS Division Helpdesk on +62 21 83991234 then delete this 
email including any attachment(s) from your system. MedcoEnergi does not accept 
liability for damage caused by any of the foregoing. This e-mail is from PT 
MedcoEnergi Internasional Tbk and Subsidiaries, having Registered Address at 
The Energy 52nd floor, SCBD Lot 11A, Jakarta 12190, Indonesia.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: ~WRD000.jpg>>

Kirim email ke