Dunsanak Sadonyo. Bbrp hari nan lalu ambo malewakan paper Linda Pluto yang berjudul Paper berjudul "PARIWISATA SUMATERA BARAT, Kondisi saat ini dan Analisanya. Sebagai konklusi, Linda mengusulkan tiga solusi yang perlu diprioritaskan, > yaitu (1) adanya institusi yang mengelola pariwisata secara proper; (2) > fokusnya jelas - tidak nyablak kemana2; dan (3) pendidikan masyarakat.
Tapi sementara itu, rupanya Linda sudah berinisiataif sendiri - tanpa perlu masuk ke birokrasi, ataupun masuk koran - mengupayakan apa yang dikatakannya prioritas. Mungkin untuk butir pertama, memang diluar kontrol nya, tapi untuk yang keuda dan ketiga dilakukan, tanpa promosi. Di bawah ambo copykan tanggapan Linda waktu ambo minta ijin malewakan papernyo: Riri BEkasi, l, 47 > From: linda pluto [mailto:[email protected]] > Sent: Friday, September 25, 2009 8:47 AM > To: [email protected] > Subject: RE: [...@ntau-net] Bumi Minangkabau Dahsyat, Tapi Kok Sepi Turis! > Aduh jadi terharu pak,sebuah pemikiran yg sangat susah u.direalisasikan,sy ga > mau byk bicara u.saat ini karena sy akan berikan bukti aja,saat ini sy > berusaha fokus saja pada 1 lokasi yaitu 'merapi' sy lht potensi > daerah itu sangat2 besar,sy sempat melakukan penelitian bersama anak ipb yg > berasal dr sumbar yg sy minta secara hati ke hati u.penelitian di merapi > tentang potensinya,yg bersedia share hasil penelitian tanpa menerima uang > penggantian biaya penelitian sepeserpun, hasil sdg dlm proses,cuman dari > analisa object daerah tujuan wisata,merapi punya nilai 30 atau sangat baik, > lembaga wisata yg terdiri dari pemuda desa kotobaru beranggotakan 10 orang yg > menamakan MAC yg nantinya akan berperan sbg pengelola sudah terbentuk bulan > april lalu,dan sedang dlm proses pembenahan administrasi,cuman aga susah > juga,sy waktu itu coba mengajak bersama2 dinas pariwisata propinsi mengelola > merapi ini tp janjian berkali2 justru ga bisa ketemu juga ma yg bersangkutan > dan akhirnya sy berjuang sendiri,diluar jam kantor alias sabtu-minggu sy > pergi ke kotobaru hanya sekedar ingin meyakinkan para masyarakat bahwa > 'pengelolaan object wisata dan bukan sekedar eksploitasi adalah > penting' dan alhamdulillah setelah 1 th sejak sept th kemaren sy > mulai,menurut sy ada sebuah hasil meski blm terlhat nyata, rencana > selanjutnya adalah tahap awal dr pengelolaan merapi ini adalah upaya > membersihkan gunung yg konon menjadi asal muasal masyarakat minang ini,dari > tumpukan sampah baik yg di atas gunung maupun di jalan menuju gunung, sy msh > bingung mau masukin proposal kemana u.biaya operasional,masalah personel yg > akan bantu membersihkan gunung,anak2 kelompok pecinta alam sumbar-riau sudah > bersedia membantu, setelah gunung bersih qt bisa pasang tarif berapapun > u.orang yg mau naek merapi. > Sebagai informasi jumlah pengunjung merapi kalo 17 agt atau thx baru bisa > mencapai 8000 orang dan wisman tiap bulan lebih 30 orang yg naek ke merapi. > Dg kondisi ini sy takut pamor merapi akan semakin turun jika sampah semakin > banyak dan akan terus bertambah sampah2 disana jika ga ada yg mengelolanya, > mohon doa dan dukungan sekalian masukan untuk semua ini,jika nanti project yg > sekarang msh dibiayai pribadi ini berhasil mkn bisa diterapkan di daerah laen > di sumbar On Sep 25, 7:55 am, "Riri Mairizal Chaidir" <[email protected]> wrote: > > > Di WSTB ada satu paper yang menarik tentang "mengapa" dan "bagaimana jalan > keluarnya". Paper berjudul "PARIWISATA SUMATERA BARAT, Kondisi saat ini dan > Analisanya > > ----Sebuah pemikiran ---- tulisan Erlinda CK (Linda Pluto) ini mengemukakan > secara gamblang tentang kondisi pariwisata Sumbar dan penyebab "tidak > menariknya"" > > Sebagai konklusi, Linda mengusulkan tiga solusi yang perlu diprioritaskan, > yaitu (1) adanya institusi yang mengelola pariwisata secara proper; (2) > fokusnya jelas - tidak nyablak kemana2; dan (3) pendidikan masyarakat. > > Paper "Linda Pluto" ini isinya sangat padat, tetapi cara penyajiannya sangat > sederhana. Sayangnya, mungkin karena "kesederhanaan"nya, paper ini tidak > menarik para "ahli" di kalangan urang awak. Para ahli awak lebih tertarik > dengan teori2 yang tidak jelas pembuktiannya seperti trickle-down effect, > multiplier effect dst. > > Paper lengkapnya saya copykan di bawah (posting ini saya cc kan ke Linda, > sebagai permintaan ijin ya, tengkiu) > > Riri > > Bekasi, l, 47 > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
