Taiwan Bantu Korban Gempa 400 Ribu Dolar
PadangKini.com | Jumat, 09/10/2009, 18:38 WIB
PADANG--Taiwan membantu korban gempa Sumatra Barat dengan total
bantuan 400 ribu dolar AS.
Bantuan tersebut berasal dari sumbangan Pemerintah Taiwan sebesar 200 ribu
dolar dan Palang Merah Taiwan 200 ribu dolar.
Bantuan
Pemerintah Taiwan 200 ribu dolar sebelumnya diberikan 150 ribu dolar,
kemudian ditambah 50 ribu dolar untuk meringankan beban korban gempa
7,6 SR.
Sumbangan Pemerintahan Taiwan diberikan untuk korban
gempa di Kota Padang 100 ribu dolar dan korban gempa Padangpariaman 50
ribu dolar. Sedangkan 50 ribu dolar lagi untuk merehabilitasi daerah
gempa.
Sumbangan diserahkan langsung Wakil Kepala Taipei
Economic and Trade Office, George TK Li kepada Wali Kota Padang Fauzi
Bahar dan Bupati Padangpariaman Muslim Kasim disaksikan Gubernur
Sumatra Barat Gamawan Fauzi di Posko Penanggulangan Bencana Kantor
Gubernur Sumatra Barat, di Padang, Jumat (9/10).
Sumbangan diperoleh melalui koordinasi Ketua Lembaga Persahabatan
Indonesia-Taiwan Ade Daud Nasution.
Pemerintah
Taiwan yang juga pernah diguncang gempa dahsyat 21 September 1999
selalu aktif membantu sejumlah bencana gempa dan tsunami di Indonesia.
Di antaranya gempa-tsunami Aceh dan gempa Yogya.(syof)
--- Pada Rab, 14/10/09, Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
menulis:
Dari: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] Re: Peluang Bantuan Nyaris Hilang
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 14 Oktober, 2009, 3:39 PM
Maaf, baru baca, dan ini menarik juga.
Kalau memang Taiwan mau bantu tapi nyngkut karena masalah
politik, kenapa mereka ga ngirim pake jalur lain selain G to G?
Toh barang2 dagangannya bisa sampai ke sini. Ini saya pake komputer
buatan Taiwan.
Kok ngirim dagangan bisa, ngirim bantuan harus G to G?
riri
From:
[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Andrinof
A Chaniago
Sent: Wednesday, October 14, 2009 2:54 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Peluang Bantuan Nyaris Hilang
Semua negara ASEAN menganut
prinsip One China Policy. Negara-negara yang mengakui Taiwan di dunia hanya
sekitar 24 negara. Umumnya negara-negara kecil di Pasifik Selatan, sisanya di
Karibia dan Afrika
Selatan. Taiwan adalah negara dengan cadangan devisa no 5 terbesar di dunia.
Rakyatnya sangat ramah dan bersahabat.
AACh
2009/10/14 Datuk Endang <[email protected]>
Waalaikumsalam
w.w.
Satu caro nan
mungkin adolah manitipkan bantuan itu ka salah satu nagaro (Asean) nan
mampunyoi hubungan.
Wassalam.
--- On Wed, 10/14/09, Andrinof A Chaniago <[email protected]>
wrote:
Assalamualakum
Wr. Wb.,
Upaya
mendapatkan bantuan barang-barang kebutuhan korban gempa Sumbar dari Taiwan
tampaknya buntu. Padahal, nilai dan banyaknya bantuan yang bersedia diberikan
cukup besar, yakni 10 (sepuluh) kali angkut pesawat Hercules C 130. Rencana
ini dimulai hari Kamis minggu lalu, ketika Pejabat Kepala Perwakilan Ekonomi
dan Perdagangan Taiwan (TETO), atau setingkat Dubes kalau mereka di negara
yang mengakui kedaulatan Taiwan sebagai sebuah negara, mengundang saya ketemu
sambil makan siang di sebuah restoran. Mereka besoknya ke Padang untuk
bertemu Gubernur Sumbar dan Walikota Padang.
Sebagai
negara yang mengakui Satu China, kita tentu harus memperhatikan kendala
pengiriman bantuan ini, walaupun ini adalah bantuan kemanusiaan. Karena itu,
saya harus mendorong beberapa penjaga pintu kebijakan dan pengetuk pintu
tersebut agar membantu terwujudnya rencana ini. Saya mencoba menindaklanjuti
apa yang saya bisa. Pertama, menyampaikan maksud dan tujuan ke Menhan Juwono
Sudarsono, dan kedua meyakinkan Gubernur dan Wagus Sumbar tentang pentingnya
peluang ini. Pak Wagub, Prof Marlis membalas singkat via SMS, “Terima
kasih.” Sementara, Gubernur Pak Gamawan menjawab, “Kalau
Pemerintah Pusat mengijinkan, kita bersedia menerimanya, karena pengalaman
Kepulauan Riau tentunya kita perlu hati-hati Pak Andrinof . Wassalam”.
(08 Oktober 2009).
Menhan
Pak Juwono membalas SMS saya, “Akan diusahakan melalui AsOps Panglima
TNI yang bertugas di BNPB, penjuru semua saluran bantuan. Salam, JS”.
SMS tersebut kemudian disusul dengan CC SMS Menhan yang ditujukan ke Sekjen
Dephan berikut, “Yth. Sekjen Dephan, sejauh tidak mengganggu hubungan
dengan RRC, mohon bantuan AsOps Pang TNI/BNPB…dst fwrd SMS dari
saya” (08 Oktober 2009). Untuk mendorong dan meyakinkan Gubernur,
SMS ini saya forward ke Pak Gubernur.
Untuk
lebih dapat kepastian saya kembali mengirim SMS ke Menhan, sekaligus memberi
tahun nomor kontak Pejabat TETO yang siap menghadap Sekjen Dephan. Tetapi,
sampai hari ini belum ada balasan lagi dari Menhan hingga sekarang. Saya
hanya menduga-duga berbagai kemungkinan: karena masa jabatan menteri tinggal
beberapa hari lagi, atau pihak TNI punya sikap lain sehingga tidak
menindaklanjuti memo dari Menhan, atau kemungkinan lain.
Kemarin
saya check ke Staf Senior TETO yang biasa kontak dengan saya, apakah sudah
ada pihak Dephan yang menghubungi. Ternyata, dia jawab, “Not
yet.”. Sejak ini harpan saya makin tipis. Akhirnya, saya minta tolong
ke Dino Pati Djalal, jubir Presiden untuk masalah luar negeri. Sampai saat
ini saya juga belum mendapatkan kabar.
Biasanya,
saya juga meminta bantuan beberapa anggota DPR untuk usaha-usaha seperti ini.
Tetapi, kali ini saya tidak melakukannya karena saya duga tidak akan efektif,
meningat DPR yang baru belum efektif bekerja dan Ketua Komisi II belum
dipilih.
Juga, saya duga, Posisi DPR di mata Dephan tentu sedikit berbeda disbanding
posisi DPR di mata Departemen-departemen lain.
Peluang
lain yang masih tersisa sebetulnya adalah surat dorongan dari Gubernur Sumbar
ke Pemerintah Pusat, kalau bantuan 10 kali muat C 130 itu merasa dibutuhkan.
Tetapi, dari balasan SMS Pak Gubernur saya melihat Gubernur tidak melihat ini
punya nilai penting. Kalau jumlah dan nilai ini dianggap penting, ya tinggal
berinisiatif menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB
yang saat ini sedang melakukan kontak intensif dengan Gubernur dan para
pejabat Pemda Sumbar lainnya.
Saya
mohon maaf, bila usaha ini tidak berhasil. Sebagai warga negara RI yang tahu
niat baik bangsa Taiwan, saya pribadi malu melihat rakyat Taiwan yang mau
membantu malah harus memohon-mohon untuk diberi kesempatan membantu.
Negara ini salahs atu negara paling berpengalaman dengan gempa besar
dan memiliki sistem penanganan paska gempa yang canggih yang tidak kalah
dengan Jepang.
Salam,
Andrinof
A. Chaniago
PENTING.
Pesan: Mohon kiranya email ini tidak disebarkan keluar dari milis ini.
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---