Assalamu'alaikum. w.w. Pindahkan Ibu kota,... dek macet ... memang enak kedengarannya dan memang menggiurkan. Itulah kerja pejabat-pejabat Indonesia, tanpa mau memikirkan penyebabnya. Tanpa mau menyadari akibat perbuatan mereka. Sama pula dengan gempa yang sering terjadi, semuanya alergi kalau disebutkan ini adalah bala Allah akibat perbuatan maksiat mereka. Mereka tidak mau disalahkan. Ooo,, ndak, iko gerakan tektonik lempeng .. ndak dapek di awak tu do.. aiii yayai... Mereka tidak menyadari setiap perbuatan buruk mereka membuat alam ini bergejolak. Dan memang mereka seperti itu, tak pernah menyadari perbuatan buruk mereka. Korupsi besar-besaran yang tak dapat dideteksi oleh para penegak hukum (sayangnya mereka juga banyak yang korupsi). ..... eh manga mak Sinaro baturo-turo ko, .... eh manga Sutan, anto co itu bana ?. Hei hei yoo,... niak ambo jalehkan. Dek ulah korupsi besar-besaran sana sini mulai dari nan ketek sampai ka nan gadang, negara menjadi tidak berduit. Padahal kalau dhitung-hitung penghasilan negara lebih dari cukup untuk membiayai negara. Lalu baa mangko urang-urang ko korupsi,... eh dek karano gaji ketek,... ....hmm lah salah pulo gaji. Kemudian dinaikkan gaji. ndak usah dihitung gaji orang besar-besar, Professor sajalah, gaji dinaikkan sampai 9 juta. Anda bayangkan kalau seandainya ada sejuta orang Professor, negara harus mengeluarkan 9 triliun tiap bulannya. Uang darimana tiap bulan dapat mengeluarkan sebanyak itu ? (kalau tidak dikorupsi, mungkin ada). Ooo... professor ma lo sajuta urang, ..ok..baik,... katakanlah guru,... gaji guru harus naik 5 juta, bayangkan negara harus mengeluarkan 5 triliun untuk sejuta orang guru tiap bulannya. Uang dari mana ?. (mungkin ada kalau tidak dikorupsi). Lalu gimana ?, negara yang tidak berduit ini harus diselengarakan, projek-projek harus dijalankan, gaji-gaji yang sudah naik tadi harus dibayarkan. Uang tidak ada,... aaaa....kata mereka, cetak pitih.... (lamak se) .... alun karek pitih lai tu.... Indak ko lah nyo tau, mancetak pitih baru adalah menyengsarakan rakyat, inflasi menyebabkan harga-harga melambung tinggi, susu tak terbeli, orang pintar cari subsidi, bayi kami kurang gizi, kecek Iwan fals. Akibatnya, jan bangga lo guru-guru dosen-dosen profesor-profresor disertifikasi, tiok pitih sertifikasi nan dimakan tu, menyengsarakan rakyat, antah badoso antah indak tu,pikia se lah. Kemudian, terjadi kemacetan ibukota. Sudah dari dulu dibilang, untuk mengatasi kemacetan ibukota harus dibangun Subway (kereta api bawah tanah). Hampir semua ibu kota negara yang padat penduduknya menggunakan Subway, termasuk Malaysia walaupun kepadatan di KL sangat jauh dibandingkan Jakarta. ...eh ma pitih... Lalu urang-urang ko bapikia,... pindahkan ibukota (lamak se). Indak parangainyo nan dipaelokkannyo doh... eh jalan pintas menuju ke sorga dunianya yang diperjuangkannya. Kalau dibangun ibu kota baru... haaa.... kan projek gadang ko mah. haa... Iyo rancak, pindahkanlah... Samo lo jo gampo, ... haa banyak projek mah... acok-acok selah gampo ko... ... ndeeh...kok tadanga lah dek urang nan kanai gampo,.... mandabiah namuah nyo tu... ... alah tu.... panek lo baturo-turo...ko... Tuhan selah nan ka tau... samo kito caliak se nantik. Orang yang bijak (cerdik) kata Nabi saw., adalah orang-orang yang mengingat kematiannya, dan ia mempersiapkan untuk itu. Wassalam St. Sinaro
--- On Thu, 8/5/10, rony <[email protected]> wrote: From: rony <[email protected]> Subject: RE: [...@ntau-net] Pindahkan Ibu Kota !!! To: [email protected] Date: Thursday, August 5, 2010, 3:44 AM Saya juga menonton diskusi Pak Andrinof bersama TVOne baru-baru ini. Salut sama argumen2 dan penjelasan2 bapak… Semoga VISI 2033 ini bisa terwujud lebih cepat mm From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of [email protected] Sent: Thursday, August 05, 2010 4:57 PM To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Pindahkan Ibu Kota !!! Akhir tahun 2008, saya bersama bbrp akademisi meluncurkan Visi Indonesia 2033. Salah satu rekomendasi di dlm naskah itu adalah memindahkan ibu kota ke Kalimantan. Dlm acara peluncuran itu dulu jg hadir Indra Jaya Piliang bersama bbrp tokoh lain. . Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! . -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
