Suruah  sajolah Cak Nun jaan tingga di Indonesia ko lai kok ndak memenuhi 
syarat jadi negara bangsa ko (cubo pareso KTP nyo, SIM, Surek Nikahnyo jo si 
Novia Kolopaking..negara ma nan mangaluakan yo)

Padohal inyo kayo sebagai  budayawan (katanya)  yang hidup mapan dek mancari 
pitih atau bakureh dinagari ko


Banyak lai bangsa atau negara di dunia ko nan labiah parah kondisinyo dari 
negara awak (perang saudara, konflik agama,kelaparan, bencana alam, perebutan 
kekuasaan yang berdarah darah,kekuasaan militer yang diktator dsb)


Yo gak angek ati deknyo 

Terima kasih Pak Epi uraiannyo

Wass-Jepe
Salam-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: bandarost <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 1 Oct 2010 08:58:56 
To: RantauNet<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Indonesia tidak memenuhi syarat disebut sebagai 
negara



On Oct 1, 9:25 am, Darwin Chalidi <[email protected]> wrote:

.....Lebih dari itu, Cak Nun demikian ia sering disapa, juga
menuturkan,
Indonesia tidak memenuhi syarat disebut sebagai negara....

Assalamu'alaikumWW
Sanak sapalanta yang ambo hormati,

Indonesia tidak memenuhi syarat disebut sebagai negara ?
Aaahhh...yang bener aja bung...
Banyak orang Indonesia yang terkesan 'asbun', yang kata-katanya
mengesankan dia bukan sebagai anak bangsa ini, yang berdiri di luar
sistim sebagai pengamat yang innocent....yang kerjanya hanya
mengeritik dan tidak perlu terlibat dalam upaya mencari jalan
keluarnya.

Kalau Indonesia tidak memenuhi syarat sebagai negara, apakah kita
semua menjadi tidak layak pula disebut sebagai suatu bangsa?

Dimata saya, negara ini sejak lahirnya telah menghadapi berbagai
hantaman, badai dan prahara yang luar biasa....dan ternyata dengan
rahmat Allah SWT, negara ini masih tetap eksis dan tampil di dunia
International secara pasti dan mengesankan.

Beberapa tahun sejak menyatakan kemerdekaannya, negara ini telah
diobok-obok oleh Belanda dan konco2nya tercabik menjadi sejumlah
negara bagian (RIS) yang masing2 punya presiden.

Sesudah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, Belanda ikut pula
menyokong pemberontakan dengan mensuplai senjata (peristiwa
Jungslager) untuk DI/TII di Jawa Barat dan Aceh.
Sebagian Jawa Barat, Aceh,  dan Jawa Tengah (MMC) menjadi daerah yang
tidak aman dengan bermacam gangguan keamanan. Begitu juga dengan
peristiwa Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan dan RMS di Ambon.
Saya masih ingat, koran2 pada masa itu memuat berbagai foto rakyat
yang dibunuh secara sadis oleh gerombolan.

Pada tahun 50an pinggiran kota Jakarta diganggu oleh gerombolan Mat
Item yang merampok rakyat dengan semena-mena.

Percobaan pembunuhan terhadap presiden (Sukarno), peristiwa PRRI/
Permesta yang membakar sebagian Sumatera dan Sulawesi, zaman 'paduka
yang mulia' Sukarno yang diwarnai dengan 'Ganyang Malaysia' dan
peperangan di Kalimantan Utara, keluarnya RI dari PBB, yang semuanya
kemudian diakhiri dengan pemberontakan G30S/PKI.

Aneksasi Timtim dengan pertempuran yang tiada habisnya yang kemudian
diaklhiri secara tragis dengan referendum yang memalukan Indonesia.

GAM, bermacam kerusuhan rasial di berbagai bagian Indonesia, peristiwa
peledakan bom, dll, dll, dll.

Disamping itu, bangsa ini juga berkutat dengan kehancuran ekonomi
akibat krisis moneter, peristiwa rasial yang mengerikan, jatuhnya
rezim Suharto, dan perjuangan menegakkan demokrasi, perjuangan
meneggakkan hukum, kebebasan pers, otonomi daerah, dll.

Ternyata, dengan izin Allah SWT, bangsa dan negara ini dapat selamat
bertahan dari berbagai goncangan yang amat dahsyat tersebut.
Dahsyat bagi orang yang mengalami dan menghadapi hidup dengan berbagai
tekanan dan ancaman pada berbagai macam perubahan zaman tersebut, tapi
hanya sekadar 'catatan sejarah' yang tidak bermakna bagi generasi muda
yang tidak mengalaminya....

Negara ini ternyata masih eksis ! Berkali-kali keluar dengan selamat
dari hantaman krisis yang menimpanya.
Masih amat banyak pencapaian yang telah diperoleh dan dirasakan serta
dinikmati oleh sebagian besar rakyat negeri ini, walau masih banyak
pula hal-hal yang belum dicapai dan  masih banyak ketimpangan dan
kebobrokan di sana sini.

Saya secara pribadi tidak sependapat dengan ucapan Cak Nun diatas,
tentang tidak dipenuhinya syarat untuk menjadi negara.
Otokritik dan introspeksi tentunya perlu untuk kemajuan bangsa ini
lebih lanjut.
Tapi merendahkan martabat bangsa dan negara sendiri, memperolok-
olokkannya seakan yang berucap itu bukan bangsa Indonesia, justru
hanya akan memperburuk keadaan dan melemahkan spirit bangsa ini
sendiri untuk kembali bangkit (sebagaimana yang sudah berkali-kali
terjadi) menyongsong masa depan yang didambakan.

Jutaan rakyat dari berbagai strata yang bekerja keras dalam bidangnya
masing-masing, yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam
pembangunan negara dan bangsa ini, atau yang mempertahankannya dan
membelanya dari berbagai gangguan dan ancaman, yang tersebar
diberbagai pelosok tanah air ini atau di mancanegara, saya rasa tidak
akan sependapat dengan 'otokritik' atau 'olok2' Cak Nun ini.

Bangsa ini tampaknya kembali memerlukan kata usang 'persatuan dan
kesatuan' di semua lini ; bersatu menjadi bangsa Indonesia yang
bermartabat dan punya harga diri dan rasa tanggung jawab.

Maaf dan Wassalam,

Epy Buchari
L-67, Ciputat Timur

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke