Ndak iya ni!  Siapa yang berkata seperti subyek di atas?

 

Tengoklah data
berikut ini.



Di sektor pasar finansial khususnya Stock Exchange (SE) Indonesia telah
mengungguli beberapa SE negara-negara maju seperti Singapura
(STI), New Zealand (NZ50), dan Shanghai Stock Exchange
(SSE).  Data diambil dari yahoo.com.

 


 
  
        Year
  
  
       IHSG
  
  
         STI
  
  
       NZ50
  
  
        SSE
  
  
       KS11
  
 
 
  
   
  
  
   
  
  
   
  
  
   
  
  
   
  
  
   
  
 
 
  
  2004
  
  
  757
  
  
  1892
  
  
  2788
  
  
  1386
  
  
  735
  
 
 
  
  2005
  
  
  1182
  
  
  2353
  
  
  3359
  
  
  1083
  
  
  1111
  
 
 
  
  2006
  
  
  1352
  
  
  2445
  
  
  3581
  
  
  1672
  
  
  1298
  
 
 
  
  2007
  
  
  2349
  
  
  3548
  
  
  4213
  
  
  4471
  
  
  1933
  
 
 
  
  2008
  
  
  2305
  
  
  2930
  
  
  3336
  
  
  2776
  
  
  1595
  
 
 
  
  2009
  
  
  2323
  
  
  2659
  
  
  3016
  
  
  3412
  
  
  1557
  
 
 
  
  2010
  
  
  3575
  
  
  3130
  
  
  3226
  
  
  2656
  
  
  1886
  
 




Lihat pada tahun 2004 (data diambil tiap Juli, kecuali 2010 hingga 4 Okt), 
IHSG jauh tertinggal dibanding tiga negara di atas, kecuali Korea Selatan.



Pada tahun 2010 hanya dalam tempo 6 tahun, IHSG mengungguli ketiganya.

Semoga ini terus berlanjut dan mengejar indeks-indeks negara maju lainnya:  US
(10.120),  Aus (4.403), Hang Seng (20.450), Bombay
(18.000), Nikkei Jepang (9.230), dan Taiwan
(7.680).



Mengapa perkembangan ini tidak tampak di sektor riil.

Secara teori kemajuan di bidang portfolio investment harusnya dikuti oleh real 
investment (sektor riil) 6 bulan
setelahnya.  Apakah ini terjadi di Indonesia?  Wallahualam.

Mungkin ini sebabynya: “Kalau bisa diperlambat, kenapa harus
dipercepat?”

 

Kembali ke tabel, sengaja saya tampilkan indeks KS11 sebagai pembanding karena
pada tahun 2004 juga memiliki indeks hampir sama; 700-an.  Walaupun start pada 
level yang hampir sama,
hasil yang tampak pada tahun 2010 sangat jauh berbeda: 3575 vs. 1886.





Bagi foreign portfolio
investor Indonesia
adalah tempat ”Money never sleeps”
(meminjam subjudul film ”Wallstreet” yang sedang diputar diseluruh jaringan
XXI).

Bagi Orang
Indonesia sendiri?  Sebagian mengecam, sebagian
menjadi penonton, sebagian lagi mungkin tidak tau apa-apa.  What’s
in it for me? Antahlah Yuang????  

 

Jayalah
Indonesia!

 

Wassalam,


ZulTan L, 50, Bogor



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke