Bung Zul, dkk Kita tahu itu. Ada daerah yang kaya SDA saja, tapi SDMnya miskin. Contoh: Kalimantan, Papua, dan Indonesia secara keseluruhan. Ada yang kaya SDMnya kendati SDAnya miskin. Kecenderungan global adalah, yang kaya itu adalah yang miskin SDA tapi kaya SDMnya. Lihat Singapura, lihat Israel, dan lihat seluruh kota2 di dunia. Masalah kita tidak itu. Masalah kita adalah bagaimana mengambil manfaat dari kekayaan SDA yang ada itu untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat yang memiliki tanah ulayat itu. Karena kenyataannya adalah: daerah yang kaya SDAnya rakyatnya miskin. Apakah tidak pantas kalau rakyat yang miskin di daerah yang kaya SDAnya itu mendapatkan hak ulayatnya, katakanlah berupa profit sharing, minimal senilai harga sewa tanahnya itu. Dan bukan dizalimi seperti yang berlaku selama ini. Yang diperlukan Bung Zul adalah common sense dan logika sehat kita dengan cara berfikir yang logis dan rasional, walau kritis. Soal perubahan UUD, UU yang telah ada, dsb, semua itu hanyalah sebuah konsekuensi logis. Tak pun itu, sekarang saja amandemen konstitusi telah berjalan 4 kali, yang saya kebetulan juga pernah ikut terlibat dengan itu. UUD, UU, dsb itu bukanlah barang keramat, tapi semata alat, kendati kita tentu tidak semena-mena mengganti dan merubahnya. Nah, Bung Zul, dkk, we have to make up our mind, and be decisive. And we know for sure what to do. Mochtar Naim 261010
--- On Mon, 10/25/10, Zulkarnain Kahar <[email protected]> wrote: From: Zulkarnain Kahar <[email protected]> Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] TANAH ULAYAT DITINJAU KEMBALI JILID II To: [email protected] Date: Monday, October 25, 2010, 9:49 PM Pak Mocktar Yth Tulisan Bapak sangat menarik. Untuk itu amendemen dulu UUD Pasal 33. dengan resiko daerah miskin SDA akan kalng kabut. Apa sudah dihitung dulu berapa yang akan didapat dari hasil tanah ulayat kita kalau hanya dengan mengandalkan industri pertanian. Perlu diingat pula ikut berpartisipasi dalam Industri ditanah ulayat artinya juga menanam modal jangan pula nanti . kita jadi allibaba namanya kita tapi modal dari Cina. Kalau hanya mengandalkan royalty atau sewa hasilnya tak akan seberapa. Kalau untuk sumbar menurut saya bisa berdampak tidak baik kerena kita masih tergantung dengan Pusat kalau pendapatan pusat menurun drastis otomatis duit untuk Sumbar juga turun. Karena saya orang Maninjau. kami atas nama salingka maninjau menuntut 10 % dari Keutugan bersih PLTA untuk kesejahteraan rakyat Maninjau karena Air Danau Maninjau berada diatas tanah ulayat urang salingka . Sama persis kampuang Ayah saya di Tapi Batang Agam Payakumbuh akan minta persen juga he he (Becanda Pak) biar kurang stress mikirin gampo wassalam Zulkarnain Kahar Houston Texas -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
