Riri jo Dedi,
Ado ndak informasi tantang bara pulo biaya na harus wak baia untuak proses 
demokrasi awak setelah reformasi ko.
Biaya Pemilu, pilpres jo pilkada2 ko masiang2 bara.

Wassalam
Tan Ameh (52+)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Dedi Nofersi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 28 Oct 2010 21:41:17 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] OTONOMI MASIH BANYAK MASALAH dan Salah Kaprah: Kaji
 Lagi Hasrat Memekarkan Wilayah

Riri,

Ambo cubo maetong-etong dari nota keuangan APBN 2010 perubahan.
Hasia kali-kali kasa ambo, 40 % dari dana APBN tu adolah biaya birokrasi 
pemerintah pusat, dan sakitar 30% dari APBN dikirim ka daerah otonom manjadi 
dana perimbangan namonyo. Umumnyo dana perimbangan ko digunoan dek daerah tadi 
tu untuk biaya birokrasinyo juo. 30% nan lain untuak pambaia utang jo subsidi 
sarato ojok-ojok nan lain.

Jadi kasimpulan kasa ambo labiah saparo pitih APBN dihabihan untuak biaya 
birokrasi.

Biaya birokrasi nan ambo mukasuik adolah:

Gaji,
Tunjangan,
Uang lembur dan perjalan dinas,
Biaya ATK
Biaya pambali oto/kendaraan jo bensinnyo sarato biaya paelokannyo,
Biaya paelokan kantua,
Biaya pemabuek kantua baru
Biaya perawatannyo. (Note paralu diingek aset2 pamarentah tu indak ado 
diasuransikan, jadi kalau tajadi musibah, akibatnyo mahabihan APBN/D lo baliak 
untuak mambangunnyo atau mampaelokannnyo).
Biaya pelatihan, seminar, konprensi,
Biaya pengamanan (tantara jo polisi).
dlsb.

 
Dedi N



________________________________
From: Riri Chaidir <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, October 29, 2010 9:50:17 AM
Subject: Re: [...@ntau-net] OTONOMI MASIH BANYAK MASALAH dan Salah Kaprah: Kaji 
Lagi Hasrat Memekarkan Wilayah

Ded,

Jan capek bana tabik suga tu ...., tanang2 saketek, jadi bisa agak rinci 
saketek 
mambaco masalahnyo.

Tentang statement : "Labiah saparo dari APBN nan 1000 T tu tapakai untuak 
mambiayai birokrasi sajo (buktinyo caliak UU no 47 tahun 2009 tentang APBN " 
mungkin kurang pas, Ded.

Kalau buliah ambo sarankan, jan langsuang mengambil kesimpulan hanya dari judul 
account nya saja. Karena definisi dari terminologi account itu mungkin beda 
antara Akuntansi Pemerintahan dengan yang lainnya.

"Belanja Pemerintah Pusat" itu bukan berarti balanjo untuak para birokrat itu. 

Terminologi Itu menunjuk ke anggaran yang dikelola oleh Pemerintah. Di dalamnya 
termasuk Belanja Pegawai (of course), Subsidi (energi, pupuk dsb) yang besarnya 
lebih dari Belanja Pegawai, Pembayaran Bunga Utang, Bantuan Sosial, Belanja 
Modal, dan lalin lain.

Kalau tentang otonomi apakah cukup sampai ke tingkat Provinsi saja (seperti 
pendapat Dedi) atau tetap sampai ke Kabupaten/ Kota, mungkin perlu penelitian 
tersendiri. Yang jelas, dari puluhan dokumen yang pernah saya baca, belum ada 
yang menyarankan otonomi tingkat provinsi lebih baik dibandingkan Kabupaten/ 
Kota.

Kenapa? Karena inti dari otonomi kan mendekatkan ke pelayanan masyarakat. 

Tentang pengkajian hasrat untuk merem otonomi daerah, ya itu sudah dari dulu 
ada 
desakan begitu. Bahkan Pemerintah pernah menyatakan moratorium, tapi ternyata 
tetap ada (kalau perlu, ini perlu pembahasan tersendiri, kita bisa bahas, dari 
mana datangnya  itu).

Pemerintah dibandingkan dengan swasta? 

Nah, alat ukurnya harus jelas dulu.
Kebetulan ambo maaja Public Sector Accounting dan Akuntansi Pemerintahan di 2 
Perguruan Tinggi. Di literatur2 ambo baco, ada kesamaan dan perbedaan antara 
organsiasi pemerintah dengan swasta/ profit motive entites. Caro maukua nyo 
babedo2 tapi, Ded.

Riri
48/L/ Bekasi


      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke