pak Riri yang baik, apabila kita berbicara tentang Sumbar yang menyangkut 11 
Kabupaten (Tanah Datar, Agam, 50 Koto, Pasaman, Pasaman Barat, Padang Pariaman, 
Solok, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Sinjunjung & Dharmasraya) & 7 Kota 
(Padang, Pariaman, Padangpanjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Solok & Sawahlunto) 
pasti akan bersinggungan dengan topik nagari. Nagari adalah tatanan dasar 
sistem 
komunal & pemerintahan masyarakat minangkabau, sebab orang minang pasti 
memiliki 
"sako" dan "pusako" dimana kedua elemen ini basic-nya ada di nagari. Hanya 
kabupaten Kepulauan Mentawai saja yang tidak bersinggungan dengan "istilah" 
nagari di provinsi Sumatera Barat. 

Ada baiknya pak Riri memahami terlebih dahulu tentang nagari ini & saya yakin 
"inyiak google" sangat bisa membantu dalam hal ini. Saya kira, apapun aspeknya 
baik pertanian, perikanan, peternakan, industri kecil menengah, mitigasi & 
kebencanaan, pariwisata akan tetap bersinggungan dengan istilah nagari. Apabila 
kita menghindari topik nagari yang terjadi adalah semakin tergerusnya 
masyarakat 
minangkabau dari akar budaya. Saya yakin & percaya, setelah pak Riri memahami 
apa yang disebut dengan nagari, pak Riri akan memahami permasalahan di Sumatera 
Barat. salam ta'zim

AZ - 32 th
Padang           



________________________________
Dari: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 8 November, 2010 10:14:59
Judul: RE: [...@ntau-net] Duta wisata Sumatera Barat, kapan ya??

 
Armen, 
 
Hehe, maaf, kelihatannya ga nyambung nih komunikasi kita.
 
Jadi begini saja. Saya kembali kembali ke statement Armen kemaren  yang 
mengatakan saya “kurang memahami apa yang disebut nagari”.
 
Jawaban saya adalah, saya bukan “kurang memahami”, tapi malah “tidak memahami”.
 
Oleh sebab itu saya sama sekali tidak ikut membahas sesuatu dari aspek “nagari” 
nya. Silahkan lihat kembali posting saya yang merupakan komentar atas posting 
Uda Zorion itu. Sama sekali saya tidak membahas tentang nagari. Saya hanya 
membahas pernyataan da Zorion tentang “harusnya Pemda”.
 
Riri
48/L/Bekasi

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
            • ... Dr Saafroedin Bahar
              • ... Anzori
              • ... Dr Saafroedin Bahar
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Dr Saafroedin Bahar
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Riri Chaidir
              • ... Anzori
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... Armen Zulkarnain
              • ... Riri Mairizal Chaidir
              • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
              • ... andi ko
              • ... Anzori
              • ... Anzori
    • ... Anzori
  • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... Riri Mairizal Chaidir
      • ... Anzori
      • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

Kirim email ke